OTODRIVER - BYD resmi memperkenalkan mobil hybrid terbarunya, BYD M6 DM di Indonesia pada Senin (18/5).
Kehadiran model ini menjadi langkah baru pabrikan asal Tiongkok tersebut dalam memperluas pasar otomotif elektrifikasi di tanah air.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dinilai menjadi solusi menarik bagi konsumen.
Terlebih, isu ketersediaan bahan bakar serta infrastruktur kendaraan listrik yang belum merata masih menjadi perhatian, khususnya bagi pengguna di luar kota besar.
Karena itu, BYD melihat M6 DM sebagai opsi yang relevan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik namun tetap memiliki fleksibilitas mesin bensin untuk perjalanan jarak jauh.
Meski demikian, BYD masih belum membuka detail lengkap terkait spesifikasi maupun harga resmi dari M6 DM.
Saat ditanya mengenai banderolnya, pihak perusahaan hanya memastikan bahwa mobil tersebut akan hadir dengan harga yang kompetitif.
“Kami percaya nantinya BYD M6 DM akan hadir dengan rentang harga kompetitif dan mudah diakses oleh para konsumen kami,” ujar Eagle Zhao di PIK 2, Senin.
Ia menjelaskan, strategi vertical integration yang diterapkan BYD menjadi salah satu faktor utama yang membuat harga produk mereka dapat ditekan lebih kompetitif. Dengan sistem tersebut, sebagian besar komponen kendaraan diproduksi secara mandiri oleh BYD.
Walau harga resminya belum diumumkan, konsumen sudah dapat melihat dan mencoba langsung BYD M6 DM. Bahkan, BYD juga telah menyiapkan jadwal distribusi unit ke tangan konsumen setelah peluncurannya.
“Saya rasa, saya bisa bilang pengiriman unit mobil dimulai Juni bulan depan,” tambah Eagle.
Sebagai informasi, BYD M6 DM menjadi model pertama BYD di Indonesia yang mengusung teknologi PHEV.
Sementara itu, DM atau Dual Mode merupakan teknologi hybrid plug-in yang telah lama dikembangkan oleh BYD untuk menggabungkan efisiensi motor listrik dengan fleksibilitas mesin konvensional. (AW)
