OTODRIVER - Selain terus mengembangkan kendaraan listrik maupun hibrida, pabrikan Tiongkok seperti Geely juga punya perhatian besar atas mesin pembakaran internal atau sering disebut ICE.
Kali ini berkolaborasi dengan raksasa Prancis, Renault, keduanya membuat mesin yang nantinya bisa dimasukkan ke golongan range-extender powertrain.
Dua pabrikan itu berada dalam satu usaha patungan bernama Horse Powertrain.
Sekilas tidak ada yang baru dari niatan kedua pabrikan tersebut, namun jika sebelumya paket serupa membutuhkan BBM fosil, kali ini paket pembangkit daya berkode D20 itu akan sepenuhnya butuh ethanol sebagai bahan bakarnya.
D20 akan berkapasitas 2.000 cc dengan kelengkapan turbocharger memang secara khusus jadi penopang motor listrik karena tugasnya memberi pasokan listrik tambahan ke baterai.
Dari segi potensi tenaga puncak, mesin baru itu punya tenaga puncak terpasang sampai 140 daya kuda. Besaran itu memang sekilas juga nampak kecil dibandingkan potensi tenaga di umumnya mesin serupa yang dalam skema EREV (Extended-Range Electric Vehicle).
Namun Geely-dan Renault, seperti dikutip dari laman Autodrive, punya klaim bahwa mesin baru tersebut bisa 64 persen lebih besar kemampuannya memasok daya listrik.
Dengan begitu tingkat efisiensi atas konsumsi energi listrik yang akan tercapai sebesar 96,4 persen yang juga karena dilakukan penerapan fitur Integrated Silicon Carbide (SiC) dengan tugas utama reduksi potesi daya yang hilang.
Mesin ini juga diklaim punya performa pembakaran yang sangat baik sehingga secara teori mesin bisa berfungsi dengan baik meskipun berada di tengah suhu minus 35.
Berbekal spesifikasi Euro7 serta masuk kategori CN6b (stadar emisi Tiongkok, Red) mesin D20 punya penampilan serta bobot yang compact. Berat keseluruhannya hanya 170 kilogram, memungkinkan untuk bisa terpasang di berbagai platform kendaraan.
Pihak Horse Powertrain memungkaskan, paket daya ini bisa memasok 40 kWh ke baterai dengan konsumsi 19,6 liter methanol. (EW)
