OTODRIVER - Ramai dikabarkan akan masuk pasar Indonesia, Honda Super One merupakan pertaruhan Honda dalam hal desain kendaraan yang sejalan dengan tren elektrifikasi dunia.
Bermodel desain yang compact, mengandung beragam fitur mutakhir, sekaligus menyodorkan harga yang kompetitif di kelasnya.
Model ini merupakan reinkarnasi dari Honda N360 yang muncul perdana di tahun 1967 dan berakhir masa edarnya di tahun 1972 yang kemudian pada September 2025 dirlisilah N-ONE e:. Sebuah konsepsi kendaraan listrik kelas ringan.
Model kedua ini melanjutkan kehadiran kendaraan komersial ringan N-VAN e: yang muncul setahun sebelumnya.
Sebagaimana diutarakan Hidetomo Hotta, penggawang utama dalam pengembangan kedua model mobil tadi, dipandu oleh filosofi desain e:Daily Partner.
Menurut Hotta-san, seperti dkutip dari situs resmi Honda, N-VAN e: dikembangkan sebagai model kendaraan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporat yang menjalankan bisnisnya secara ketat dalam hal netralitas karbon.
Bagi operator perorangan, van yang pernah tampil di ajang GIIAS 2024 itu diklaim akan maksimal dalam reduksi biaya operasional.
Khusus N-ONE, yang merupakan basis dari Super ONE, diakui juga oleh Hotta punya unsur desain yang secara genetik sejalan dengan desain Honda N360. Yaitu sebuah kendaraan harian yang mengutamakan kepraktisan dalam hal operasional hampir di semua segi.
Soal pilihan sebagai EV, ditegaskan olehnya merupakan upaya untuk tetap sejalan dengan tren peningkatan pembelian kendaraan non emisi di Jepang sendiri.
Diyakinkan lagi olehnya bahwa N-ONE merupakan sebuah mini-EV yang kepemilikannya terjangkau oleh konsumen di Jepang pada umumya.
Ia kemudian menjabarkan visi tim yang dipimpinnya bahwa elektrifikasi untuk kendaraan bodi kecil (Kei-Car) merupakan salah satu cara untuk lebih mempopulerkan kendaraan listrik secara lebih masif di Jepang.
Fokus ke segmen pengemudi wanita
Mengambil sudut pandang yang berbeda dibandingkan lansiran pabrikan EV asal Tiongkok, tim Honda memutuskan untuk menyematkan fitur yang benar-benar akan dipakai secara rutin oleh penggunanya.
Ambil contoh soal keberadaan layar multifungsi ukuran besar yang biasanya ada di mobil listrik asal Tiongkok.
Tim Honda lebih memilih menyediakan fitur yang terintegrasi dalam desain yang lebih sederhana namun mudah pengoperasiannya.
Secara eksplisit terungkap juga bahwa N-ONE secara serius dihadirkan sebagai mobil yang mudah dikendarai maupun dioperasikan segala usia dan gender. Namun secara spesifik ditujukan bagi pengemudi wanita.
Hal itu didukung hasil riset internal Honda yang menyebutkan adanya ceruk pasar yang menginginkan kendaraan yang mencerminkan kepribadian pengemudinya.
Disertai data tambahan bahwa pengemudi wanita di Jepang semakin peduli soal nilai guna, nilai ekonomi dalam operasional, serta efisiensi waktu saat mengemudi.
Sejurus kemudian diterangkan lagi oleh Hotta-san, N-ONE merupakan mobil yang cocok untuk perjalanan jarak pendek di kisaran 20-30 kilometer. Seperti kendaraan untuk berbelanja maupun untuk menjelajah wilayah residensial.
Sejalan dengan potensi daya jelajahnya yang ada di rentang 295 kilometer.
Oleh karena itu, desain kabin yang lapang sebagai mobil kecil jadi perhatian serius tim Honda. Ditandai dengan desain baterai yang juga compact sehingga memungkinkan volume kompertemen penumpang serta ruang kargo bisa lebih besar volumenya. (EW)
