OTODRIVER – Selain baterai besar, sebuah mobil listrik murni masih membutuhkan aki 12 Volt sebagai bagian dari sumber kelistrikannya. Fungsi aki ini adalah sebagai catu daya untuk menghidupkan perangkat elektronik seperti lampu, perangkat audio dan pernak-pernik elektronik lainnya.
Walau bisa menggunakan jenis aki 12 volt yang tersedia secara umum di pasar, namun sebenarnya ada pilihan untuk menggunakan aki yang memang dirancang khusus untuk EV.
“Saat ini kami ada produk aki khusus EV. Pada saat ini produk EV kami masih disasarkan sebagai produk aftermarket,” terang Direktur PT Wacana Prima Sentosa, pemegang brand Massiv, Hadi saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (08/06/2026).
Pada saat Massiv dengan produknya Massiv Thunder EV merupakan satu-satunya produsen lokal yang membuat aki 12 Volt untuk EV buatan Indonesia. Produk ini memiliki spesifikasi sebagai aki jenis maintenant free (MF).
Mobil Listrik Butuh Aki Spesifik
Secara teknis mobil listrik punya sistem kinerja kelistrikan yang berbeda dengan mobil biasa. “Mobil konvensional ada proses starter, sehingga membutuhkan aki dengan CCA (cold cranking amps) yang memadai,” terang pria ramah ini.
Sebaga informasi, CCA merupakan satuan yang mengukur kemampuan aki untuk memberi arus listrik (ampere) dalam jumlah besar secara instan. Angka ini menentukan seberapa kuat aki mampu menghidupkan atau men-stater mesin kendaraan terutama pada beban awal (mesin dingin) yang berat.
“Sedangkan untuk mobil listrik tidak ada proses tersebut dan aki 12 Volt berfungsi untuk mensuppory auxiliary untuk supporting sistem kelistrikan. Sehingga pada dasarnya ada perbedaan penggunaan dengan aki untuk mesin konvensional,” lanjut pria asal Semarang ini.
Menurutnya, aki EV punya keunggulan
- Arus lebih stabil
- Secara teknis usia aki lebih panjang.
Hanya untuk mobil listrik
Dikembangkan dengan target yang berbeda, sehingga aki khusus EV ini tidak punya CCA sebesar aki konvensional. Masih menurut Hadi, aki ini dirancang hanya untuk EV saja dan kalo dipakai untuk penggunaan pada mobil konvensional maka akan cepat rusak.
Sebaliknya, aki konvensional justru bisa digunakan pada mobil listrik. “Tapi secara hitungan teknis, performanya tidak akan optimal dan tidak akan sesempurna aki khusus EV,” tutupnya.
Jenis aki EV
Pada saat ini, aki mobil listrik tidak semuanya menggunakan jenis aki jenis maintenant free (MF), namun ada juga pabrikan yang menggunakan jenis aki lithium phosphate iron (LFP) seperti yang digunakan pada BYD Seal, Sealion dan sebagainya. Sementara mobil seperti Ioniq 5, Aion Y Plus, BYD M6 dan beberapa lainnya menggunakan jenis MF. (SS)
