OTODRIVER – Indonesia dipilih untuk jadi tempat debut perdana dunia Xpeng L03 setir kanan. Gelaran GIIAS 2026 dipilih sebagai momentum kehadiran SUV BEV yang juga baru melakukan debut global di Munich, Jerman pada 16 Juli silam.
“Kami bangga karena Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menampilkan Xpeng L03,” ujar CEO Erajaya Active Lifestyle, Djohan Sutanto, beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan bahwa hal ini mencerminkan kepercayaan Xpeng Global terhadap pentingnya pasar Indonesia.
Bukan Sekadar SUV Coupe Listrik
Di pasar Tiongkok model ini dikenal sebagai Mona L03 dan dipasarkan juga dengan nama L03. SUV besutan pabrikan asal Guangzhou, China ini hadir sebagai Next-Generation AI SUV Coupe. Artinya, mobil ini tidak hanya mengandalkan desain dan sistem penggerak listrik, tetapi juga menjadikan kecerdasan buatan sebagai salah satu fondasi utamanya.
Dari sisi desain, L03 mengusung filosofi Vital Flow. Bahasa desain ini dikembangkan di bawah arahan JuanMa Lopez, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Chief Exterior Designer Ferrari.
Hadir dengan menonjolkan faktor aerodinamika yang cukup seriur, Xpeng mengklaim L03 memiliki koefisien hambatan udara sebesar 0,228 Cd.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan bodi L03 tidak hanya mengejar tampilan futuristis khas SUV coupe namun juga scientist di mana aerodinamika memiliki peran penting dalam membantu efisiensi energi serta karakter kendaraan listrik.
Kabin Syarat Teknologi
Masuk ke dalam kabin, Xpeng L03 membawa pendekatan yang semakin jauh dari konsep mobil konvensional.
Pusat kendali utama berada pada layar sentral berukuran 15,6 inci yang menjadi bagian dari sistem Global Intelligent Cockpit terbaru. Sistem tersebut berjalan menggunakan platform XOS 6.
Selain layar utama, L03 juga dibekali Wide Head-Up Display (W-HUD) yang menampilkan berbagai informasi penting langsung ke area pandang pengemudi.
Sistem kabinnya turut didukung pencahayaan ambient yang imersif, pengaturan iklim cerdas dan asisten suara generasi terbaru.
Yang menarik, sistem perintah suara ini diklaim tidak hanya bekerja berdasarkan instruksi sederhana. XPENG merancangnya agar mampu memahami konteks percakapan secara lebih natural dan mengatur sejumlah fungsi kendaraan dengan lebih intuitif.
Seperti mobil pintar lainnya, kemampuan L03 juga dapat terus dikembangkan melalui pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA).
Dengan demikian, sejumlah fitur maupun kemampuan sistem kendaraan berpotensi diperbarui tanpa pemilik harus datang langsung ke bengkel.
Tiga Chip AI, Tenaga Komputasi 2.250 TOPS
Bagian yang paling menarik dari Xpeng L03 ada pada sistem komputasinya.
Mobil ini dibekali tiga Turing AI Chips dengan kemampuan komputasi gabungan hingga 2.250 TOPS (Trillion Operations Per Second).
Spesifikasi ini digunakan untuk mendukung sistem kecerdasan kendaraan, terutama dalam membaca dan memahami kondisi lingkungan sekitar.
Xpeng mengadopsi teknologi NGP (VLA 2.0) atau sistem intelligent driving generasi terbaru. Sistem ini dirancang untuk memahami situasi berkendara secara lebih komprehensif dibandingkan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS) konvensional.
Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan sistem XPILOT Assist, yang menjadi bagian dari pengembangan kemampuan intelligent driving Xpeng.
Dengan kata lain, L03 mencoba membawa konsep kendaraan yang bukan hanya mampu mendeteksi objek dan memberikan peringatan kepada pengemudi, tetapi juga memiliki kemampuan pemrosesan situasi yang lebih kompleks.
L03 menjadi model global pertama dari Xpeng yang mengintegrasikan Google Maps Auto SDK.
Integrasi ini memungkinkan sistem navigasi bekerja langsung melalui kendaraan tanpa harus mengandalkan aplikasi tambahan maupun screen mirroring dari smartphone.
Sudah Dapat Dipesan
Walau sudah tampil di GIIAS 2026, tapi detail mobil ini belum sepenuhnya diungkap. Baik itu spesifikasi hingga harganya.
Vice President (VP) of Marketing Xpeng Indonesia. Harry Arifianto mengatakan bahwa pihaknya mengambil strategi berbeda. “Kami memberi kesempatan kepada pelanggan melihat kendaraan yang baru beberapa minggu lalu diluncurkan global di Jerman,” terang Harry saat dijumpai di Tangerang Selatan belum lama ini.
Walau demikian pihak Xpeng dalam hal ini justru sudah memperbolehkan pelanggannya untuk melakukan pemesanan (pre-order). (SS)
