OTODRIVER - Dalam gelaran GIIAS 2026, Nissan menampilkan satu legenda hidupnya, Z24 Fairlady. Mobil yang hadir ini merupakan versi terbaru yang sudah mengalami penyegaran tampilan.
Bahkan pihak Nissan mengatakan bahwa Indonesia khususnya dalam perkenalan produk mobil sport berpengerak roda belakang ini.
Head of Sales and Product PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), Bima Aristantyo mengatakan dipilihnya Indonesia sebagai negara pertama di ASEAN untuk menghadirkan salah satu mobil paling ikonik dari Nissan.
“Langkah ini menunjukkan komitmen Nissan dalam menghadirkan produk legendarisnya di Indonesia,” terangnya saat ditemui di GIIAS 2026 beberapa waktu lalu.
Walau sudah resmi diluncurkan, namun pihaknya belum memberikan detail lainnya seperti harga, spesifikasi, pilihan warna, opsi transmisi ataupun jadwal pengirimannya.
Upgrade RZ34, Jembatan Dengan Leluhur
Sebenarnya model yang hadir ini masih menjadi bagian keluarga dari generasi ke 7 Fairlady dengan kode bodi RZ34. Debut awal internasionalnya terjadi pada 2023 silam. Sedangkan model yang hadir GIIAS 2026 ini merupakan model facelift.
Perubahan yang Nissan terapkan cukup unik dan punya benang merah yang jelas dengan sejarah panjang Z.
Penyegaran facelift pada Nissan Fairlady Z (RZ34) menghadirkan ubahan desain bumper depan baru ala "G-nose" di mana pada bagian ini mendapatkan redisain yang mengambil inspirasi dari Fairlady Z generasi pertama (S30) yang pertama kali hadir pada 1969.
Langkah ini tak hanya memberikan efek visual pada tampilan depan yang seolah menajamkan kesan heritage. Namun ternyata ada benefit lainnya yakni meningkatnya faktor aerodinamika kendaraan. Perubahan bentuk itu mampu memangkas hambatan angin (drag) 1% dan lift depan hingga 3,3%.
Nissan juga kembali membalurkan warna Unryu Green yang ikonik. Kelir ini terinspirasi dari Grand Prix Green yang juga merupakan opsi yang populer pada S30.
Selain itu Nissan menghadirkan pelek baru 19 inci dan punya opsi interior dengan balutan kelir warna tan.
Dari sisi performa, Nissan memberikan upgrade pada suspensi, di mana model gres ini menggunakan sokbreker monotube yang diameter pistonnya lebih besar yakni 45 mm. Menggantikan model sebelumnya yang berukuran 40 mm.
Langkah ini diambil untuk mempertajam handling dan juga kenyamanan berkendara terutama saat berada di perkotaan.
Dari sisi mesin, tetap mengkaryakan mesin V6 3.0 liter Twin Turbo (VR30DDTT) berdaya 400 hp dan torsi 475 Nm.
Tak hanya itu opsi transmisi 6 speed manual pun dihadirkan untuk disajikan pada para purist yang ingin mendapatkan sensasi berkendara murni. Selain itu dihadirkan juga transmisi 9 percepatan otomatis yang tetap menjanjikan perpindahan yang sigap. (SS)
