Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Ini Bahayanya Tailgating Di Jalan Umum

Perlu diingat selalu bahwa jalan umum bukan lintasan balap
Berita
Rabu, 10 September 2025 12:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Jaga jarak, kendalikan kecepatan dan manuver, terus waspada selama berkendara di jalan tol. (Foto :jakartavox)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Pekan ini (9/9), terjadi sebuah kecelakaan fatal, sebuah hatchback menabrak bagian belakang sebuah truk di ruas tol Cipularang Km. 111 yang mengarah ke Jakarta. 

Jika disimak dari rututan video yang diunggah di akun jakartavox dan aboutdkj, terlihat mobil berwarna putih yang melaju cepat dengan manuver zig-zag serta melakukan tailgating beberapa saat. Hingga kemudian menabrak hingga terseret sebuah truk yang jika melihat rangkaian visual truk berada di lajur kedua. 

Jika melihat rangkaian komentar netizen, tak sedikit yang menduga kalau pengemudi hatchback seperti hendak menyalip dari bahu jalan.    

Namun yang perlu digarisbawahi, jalur tol bukanlah arena balap. Perlu dipahami pula bahwa ada pengendara lain yang juga berhak untuk melaju dengan aman sesuai dengan lajur serta kecepatan yang disarankan regulator jalan raya dan lalu lintas. 

BACA JUGA

Sehingga, hal yang sering terjadi tanpa banyak disadari, menguntit ketat kendaraan lain atau tailgating, tidak perlu terjadi. 

Seperti yag diutarakan oleh CEO Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), Bintarto Agung, bahwa  tailgating atau berkendara dibelakang kendaraan dengan jarak mengikuti yang sangat dekat dan dengan kecepatan tinggi adalah perilaku berkendara yang sangat tidak dianjurkan bahkan sangat terlarang.

Menjaga jarak dan kecepatan masih jadi masalah rumit di dunia lalu lintas Indonesia (Foto : jktinfo)

Kalkulasi jarak dalam hitungan detik 

Pria yang sudah lebih dari tiga dekade menggeluti soal safety driving itu menyebutkan rumusan mudah saat berkendara dan mengikuti kendaraan yang ada di depan dimana pikirkan dalam hitungan waktu 2-3 detik jarak mengikuti saat arus lalu lintas normal terhadap jarak yang berpotensi menabrak bagian belakang kendaraan lain. 

Kemudian kalkulasi itu ditambah jadi 4-6 detik jika ada risiko berkendara yang meningkat jika kepadatan lalu lintas lebih tinggi, ada hujan dan sejenisnya. 

Jika semua kalkulasi tadi dirasa tidak memugkinkan maka tidak ada acara lain kecuali mengurangi kecepatan, menambah jarak dengan kendaraan di depan, dan hindari manuver yang dianggap agresif.  

Ia menyebut tindakan itu sebagai Defensive and Responsible Driving Procedure.  

Diingatkannya lagi,  sebagai seorang pengemudi yang baik dan mempunyai dasar perilaku yang juga baik alias tidak egois, tidak mudah terprovokasi, serta tenang harus dapat memahami dan menerapkan empat kunci utama dari Defensive and Responsible Driving Procedure berupa Four A; Awareness, Alertness, Attitude, dan Anticipation.

Keempat pola berpikir dalam mengemudi di atas harus selalu dipahami dan diterapkan terus menerus saat berkendara. Salah satu saja dari empat faktor tadi tidak diterapkan saat berkendara, maka potensi risiko berkendara akan meningkat pesat bahkan sampai bisa menyebabkan kecelakaan.

Kecelakaan tabrak belakang umumnya disebabkan ada pengendara yang tidak menyediakan jarak selamat mengikuti (Safe Following Distance) yang cukup. 

Karena jika jarak selamat itu tidak mencukupi dipastikan sang pengendara tidak dapat menguasai bidang pandang yang baik untuk arah depan, belakang, serta samping. Alhasil pengendara akhirnya tidak mempunyai cukup waktu untuk membuat keputusan mengemudi dan antisipasi manuver yang tepat juga.

Masih menurut Bintarto, saat melaju di jalur tol terlebih jika menempuh perjalanan jauh, wajib adanya bagi pengendara harus dalam kondisi sehat fisik dan mental. Faktor fatique atau kelelahan fisik dan mental juga bisa menjadi kontributor meningkatnya potensi risiko kecelakaan secara signifikan. (EW)

Tabrak belakang masih jadi penyebab 'favorit' kecelakaan di jalan tol Indonesia (Foto : TMC Polda Metro)

Tags Terkait :
Tabrakbelakang Kecelakaan
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Ini Bahayanya Tailgating Di Jalan Umum

Perlu diingat selalu bahwa jalan umum bukan lintasan balap

11 bulan yang lalu


Tips
Waspadai (Juga) Kecepatan Minimal Di Jalan Tol

Bisa menimbulkan ‘Hantu Macet’ dan tabrak belakang

1 tahun yang lalu


Truk
Pasca Laka KM 92 Tol Cipularang, Kemenhub Akan Panggil Para Bos Truk

Uji kompetensi pramudi truk kewajiban para operator

1 tahun yang lalu


Truk
‘Area Kematian’ Sebuah Truk Adalah Di Bagian Belakangnya (2)

Jangan pernah anggap remeh area tersebut

1 tahun yang lalu


Truk
‘Area Kematian’ Sebuah Truk Adalah Di Bagian Belakangnya (1)

Jangan pernah anggap remeh area tersebut

1 tahun yang lalu


Berita
Bus Pariwisata Kecelakaan (Lagi) Di Tol Cipali

Karena pramudi 'panas' akibat hasutan penumpang?

1 tahun yang lalu


Truk
Akibat Microsleep, Sopir Tewaskan Dirinya Sendiri

Microsleep sangat berbahaya dan berpotensi kehilangan nyawa. Tapi bisa diatasi.

3 minggu yang lalu


Bus
Ini Bedanya Mengantuk dan Microsleep, Keduanya Bisa Mematikan

Masih jadi bahaya laten pengemudi bus maupun truk.

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Sejarah Berulang, Mesin Bensin Kembali Jadi Opsi di Land Cruiser

Land Cruiser 300 HEV menyuguhkan potongan sejarah masa silam dengan sodorkan pilihan mesin bensin

26 menit yang lalu


Berita
Tiongkok Jadi Biang Kerok, Harga Rata-Rata Mobil Listrik Global Sekarang Lebih Murah dari Hibrida

Data Mobility Global menunjukkan harga rata-rata mobil listrik global kini US$37.000, lebih rendah dari hibrida yang mencapai US$39.000. Penurunan ini didorong oleh ekspor EV murah dari Tiongkok.

2 jam yang lalu


Berita
Daihatsu Sigra Ujung Tombak Perolehan SPK Di GIIAS 2026

Sacara umum penjualan di GIIAS hampir berbagi rata ditopang oleh kendaraan penumpang dan komersial

5 jam yang lalu


Komparasi
Selisih Rp19 Juta, Mazda 6e dan BYD Seal Performance Punya Karakter Berbeda

Mazda 6e resmi meramaikan persaingan mobil listrik di Indonesia.

7 jam yang lalu


Berita
PHEV Kurang Diminati DIbandingkan EV?

Tren kendaraan elektrifikasi di Indonesia menunjukkan bahwa mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) masih lebih diminati konsumen dibandingkan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

8 jam yang lalu