Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Toyota Berpendapat Kembalinya Relaksasi Pajak Dapat Meningkatkan Kembali Daya Beli Masyarakat Saat Ini

Penjualan otomotif saat ini menurun ketimbang tahun lalu. Banyak faktor penghambatnya, dan menurut TMMIN inilah solusi yang tepat.
Berita
Jumat, 11 Oktober 2024 06:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi
Toyota Fortuner Facelift 2024


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berbicara mengenai penurunan penjualan industri otomotif pada tahun ini, dan berharap pemerintahan baru dapat segera memulihkan daya beli masyarakat.

"Jadi ke depan ya memang prioritasnya kalau dari kami dunia usaha bagaimana pemerintahan baru ini cepat mengembalikan daya beli," ujar Wakil Presiden Direktur PT TMMIN Bob Azam dalam pertemuan dengan media-media nasional di kawasan BSD, Tangerang.

Bob menilai penurunan daya beli yang sedang terjadi saat ini merupakan isu yang harus segera ditangani oleh pemerintah, terutama untuk mendorong pertumbuhan pasar dalam negeri.

Salah satu indikator penurunan daya beli dapat dilihat dari adanya deflasi, yang menurutnya lebih disebabkan oleh melemahnya permintaan dibandingkan dengan kelebihan suplai barang.

BACA JUGA

Penurunan daya beli ini berdampak langsung pada sektor bisnis dan investasi. Ia mengatakan, jika daya beli tidak segera pulih, pertumbuhan pasar akan terhambat, dan investasi pun tidak akan masuk karena pertumbuhan domestik yang stagnan.

Line up terbaru Toyota

"Investasi datang itu kalau ada market di dalam negerinya tumbuh. Kalau enggak tumbuh ya investasi enggak masuk. Nah untuk tumbuh ini perlu daya beli. Daya beli ini harus didorong," tambah Bob.

Bob menilai pemerintah perlu menahan diri dari kebijakan menaikkan pajak. Meskipun suku bunga di Indonesia telah turun, dampaknya masih belum cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan seperti relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) yang sebelumnya terbukti mampu mendorong penjualan kendaraan di era pandemi COVID-19, dinilai dapat diterapkan kembali.

"Jadi daya beli itu benar-benar harus ditingkatkan melalui relaksasi- relaksasi," katanya. TMMIN pun berharap pemerintahan baru dapat segera memberikan arah kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor otomotif. (AB)


Tags Terkait :
Toyota Harga Mobil Toyota Speifikasi Toyota Penurunan Penjualan Mobil Toyota Penjualan Mobil Menurun
A

Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Penjualan EV Menurun, Hybrid Justru Meningkat Berkat Veloz Dan HR-V

Data Gaikindo: Penjualan mobil hybrid naik 21,3% capai 16.940 unit Jan-Maret 2026, didorong Veloz dan HR-V, sementara EV menurun.

3 bulan yang lalu


Berita
Toyota Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid Turun Harga Mulai Rp 10 Jutaan

Berkat insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen pada tahun ini, Innova Zenix hybrid dan Yaris Cross hybrid mendapatkan potongan harga.

1 tahun yang lalu


Berita
Ini Kata Suzuki, Honda dan Toyota Terhadap Pajak 3% Untuk Mobil Hybrid

Pemerintah baru saja memberikan keringanan pajak 3% untuk mobil hybrid. Begini tanggapan dari para pabrikan.

1 tahun yang lalu

Berita
Banjir Diskon Line Up Toyota Terbaru, Fortuner Rp 20 Juta Hingga Rush Rp 25 Juta

Untuk mengatasi penurunan penjualan, beberapa dealer resmi Toyota menghadirkan program diskon yang menarik. Simak detailnya

1 tahun yang lalu


Berita
Mimpi Toyota Untuk Lebih Banyak Menghadirkan Mobil Hybrid Di Indonesia

Sebagai brand dengan produk hybrid terbanyak di dunia, Toyota juga memiliki mimpi untuk hadirkan lebih banyak lagi produk hybrid di Indonesia.

2 tahun yang lalu


Berita
Fortuner 'Mini' Akan Diproduksi Di Thailand

Beberapa waktu lalu, beredar rumor soal bakal hadirnya adik dari Fortuner yang berdimensi lebih kompak dibandingkan Fortuner model terkini yang dipasarkan.

3 tahun yang lalu


Berita
Toyota Siapkan Baby Fortuner?

Toyota diisukan tengah mempersiapkan adik dari Fortuner.

3 tahun yang lalu


Berita
Veloz Bakal Bermesin Hybrid?

Sudah cukup banyak mobil berteknologi elektrifikasi yang dijajakan Toyota di Indonesia.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Masih Simpan Dua Model EV Terbaru, Hyundai Raih 2.000-an SPK Di GIIAS 2026

Ada optimisme dari Hyundai bahwa kehadiran EV terbaru tetap ditunggu konsumen

9 jam yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

10 jam yang lalu


Berita
Mazda CX-30 Jadi Rakitan Indonesia, In This Economy Harga Anjlok Rp86,5 Juta

Harga Mazda CX-30 CKD Indonesia kini Rp499 juta OTR Jakarta setelah dirakit lokal, turun Rp86,5 juta dari harga impor sebelumnya dengan penyesuaian spesifikasi tertentu.

11 jam yang lalu


Bus
PO Haryanto Incar Sasis Dan Bodi Bus Yang Usia Pakainya Lebih Panjang

Untuk optimalisasi operasional unit bus dan peningkatan frekuensi keberangkatan

13 jam yang lalu


Berita
Changan Nevo Q05 Pro vs Max, Bedah Perbedaan Rp50 Juta Antara Keduanya

Changan Nevo Q05 Pro vs Max perbedaan harga Rp50 juta diulas secara detail, dengan varian Max menawarkan velg 18 inci, power tailgate, dan panoramic roof sementara performa motor listrik tetap sama.

14 jam yang lalu