Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Begini Strategi Baru Aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi

Skema 'leader-follower' akan memacu lahirnya produk hasil rekanan seperti Mitsubishi Xpander-Nissan Livina.
Berita
Sabtu, 30 Mei 2020 11:00 WIB
Penulis : Alfons


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi mengumumkan strategi bisnis terbaru mereka, Rabu (27/5). Pedoman anyar diharapkan dapat menyokong operasional tiga pabrikan ini di tengah kondisi krisis ekonomi.

Dikutip dari keterangan resmi Renault, stretegi baru meliputi konsep pemimpin baru di bidang pengembangan dan teknologi serta suku cadang. Mereka akan fokus pada penghematan biaya operasional agar tidak merugi lebih besar, ditambah imbas Covid-19 yang membuat penjualan mereka turun.

Strategi pertama yang akan diterapkan aliansi dalam wujud skema 'leader-follower' untuk model kendaraan. Sederhananya di setiap segmen kendaraan yang ditawarkan tiap brand akan ada satu model induk yang menjadi acuan, si 'leader'. Nantinya akan ada model anakan, 'follower', yang disiapkan oleh pabrikan pemimpin dengan dukungan pabrikan pengikut.

Foto: Jason

Contoh aplikasi strategi ini bisa ditemukan pada kakak-beradik Mitsubishi Xpander-Nissan Livina. Berdasar penjelasan Chairman of Alliance Operating Board, Jean-Dominique Senard hal ini bisa mereduksi biaya pengembangan model baru sampai 40 persen.

Lebih lanjut penggunaan sharing platform ini akan berdampak pada jumlah model yang ditawarkan. Senard mencontohkan di Brazil yang mulanya ada enam platform kendaraan akan tersisa hanya empat.

Aliansi memperikarakan sekitara 50 persen dari model-model yang mereka kembangkan dan prodkuksi sampai tahun 2025 akan menggunakan skema 'leader-follower' ini. 

"Aliansi ini adalah strategi unik dan keja sama operasional di dunia otomotif yang memberi kami modal yang kuat di lanskap otomotif global yang berubah dengan cepat," tambah pria yang juga bos Renault ini.

Strategi berikutnya adalah penetapan zonasi berdasar fokus wilayah penjualan terkuat tiap anggota aliansi. Nissan, sebagai ujung tombak akan memegang pasar-pasar utama; Cina, Amerika Utara, dan jepang. Semantara Renault akan bertanggung jawab untuk wilayah Eropa, Rusia, Amerika Selatan, dan Afrika Utrara. Sementara Mitsubishi dipercayakan untuk zona Asia Tenggara dan Oseania. 

Strategi terakhir, terkait dengan pengembangan teknologi. Penerapan skema 'leader-follower' juga diaplikasinan. Adapun pembagiannya; Nissan bertanggung jawab untuk teknologi kendaraan autonomous dan platform CMF-EV, Renault kebagian mengembangkan teknologi connected-car berbasis Android, sistem inti arsitektur untuk kendaran listrik, dan platform CMF e-power train. Sementara Mitsubishi akan fokus dengan teknologi plug-in hybrid untuk segmen menengah. 

Harapannya bisnis model ini dapat menonjolkan keunggulan dan sisi kompetitif dari tiap anggota dari aliansi sebagai modal untuk bersaing dengan pabrikan-pabrikan lain. 


Tags Terkait :
Aliansi Mitsubishi Nissan Renault
A

Alfons

Reporter

Alfons Hartanto

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Hadang EV China, Mitsubishi Segera Bergabung Dengan Kemitraan Honda-Nissan

Dengan kerjasama ini maka ketiga perusahaan tersebut juga dapat menghemat uang dengan menstandardisasi perangkat lunak terkait AI di mobil mereka.

1 tahun yang lalu


Berita
Gagal Dengan Honda, Toyota Disebut Bakal Tolong Nissan

Nissan dan Honda sempat menggegerkan dunia otomotif Jepang saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki merger pada Desember 2024.

1 tahun yang lalu


Berita
Mitsubishi Tak Mau Gabung Merger Nissan dan Honda

Ada kekhawatiran bahwa pabrikan Tiga Berlian ini bakal alami kesulitan atau malah kehilangan kendali untuk mempengaruhi perusahaan induk.

1 tahun yang lalu


Berita
Ini Yang Bakal Terjadi Apabila Honda-Nissan-Mitsubishi Merger

Merger ini akan membawa Honda-Nissan-Mitsubishi sebagai pabrikan mobil ketiga terbesar di dunia

1 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Bukti Tren Mobil Listrik Tak Terhindarkan Saat Ini

Penjualan mobil ramah lingkungan terus meningkat setiap tahunnya. Berikut buktinya

3 tahun yang lalu


Berita
Nissan March Berhenti Produksi Di Thailand

Nissan Thailand resmi memberhentikan produksi March di sana.

3 tahun yang lalu

Berita
Rezim Jepang Inginkan Nissan dan Honda Bergabung?

Pemerintah Jepang diduga pernah mencoba untuk menggabungkan Nissan dan Honda pada akhir 2019

5 tahun yang lalu


Berita
Bukan Toyota Maupun Honda, Inilah Merek Mobil Terlaris di Dunia

Toyota Motor Corp mengumumkan telah menjual 10,74 juta mobil di seluruh dunia pada 2019, masih kalah dengan merek satu ini.

6 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

8 jam yang lalu


Berita
Ferrari 296 Speciale Gunakan V6, Jadi Ferrari Paling Hardcore Saat Ini

Ferrari 296 Speciale hadir di Indonesia bahkan disebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara, dengan warna khusus Violetto Dino yang semakin memperkuat aura eksklusifnya.

8 jam yang lalu


Berita
Toyota Bersikukuh Mengerjakan Girboks Manual Untuk EV

Toyota kembangkan transmisi manual untuk EV meski tren mobil listrik menuju kesederhanaan. Produsen Jepang ini tengah mematenkan konsep girboks manual yang memberikan pengalaman berkendara klasik.

9 jam yang lalu


Berita
Toyota Pamerkan Konsep GR Camry Dengan Tenaga Raksasa

Potensi tenaga maksimal dipasok dari dua mesin. Hal tersebut membuat mobil ini sangat superior.

14 jam yang lalu


Berita
EV Perlu Aki Khusus, Ini Penjelasannya

Cara kerja aki EV dan aki biasa berbeda. Begini penjelasannya.

14 jam yang lalu