OTODRIVER - Mazda Miata generasi terkini yakni ND sudah berumur 12 tahun, namun generasi penggantinya belum ditentukan tanggal kehadirannya secara pasti.
Walau demikian, Mazda menyebutkan bahwa generasi V yakni NE masih membutuhkan berbagai treatment khusus sebelum benar-benar diluncurkan.
Mengutip dari AutoRAI, Kepala desain Mazda Eropa, Jo Stenuit mengatakan bahwa Mazda masih belum memutuskan powertrain mana yang akan digunakan. Stenuit mengatakan bahwa tambahan teknologi elektrifikasi akan diintegrasikan untuk mendapatkan Miata yang lebih bersih.
Secara terpisah, kepala R&D Eropa Mazda, Christian Schultze, mengatakan kepada AutoRAI bahwa Miata NE akan menggunakan mesin pembakaran yang menggunakan bahan bakar sintetis.
Hal ini dikatakan sebagai salah satu jalan untuk tetap mempertahankan bobot yang ideal karena penambahan berat karena imbuhan elektrifikasi.
“Cara paling sederhana untuk memangkas emisi MX-5 adalah dengan menggunakan bahan bakar sintetis. Bahan bakar sintetis yang netral CO2 memungkinkan Miata menggunakan mesin pembakaran (ICE) tanpa harus merombak total konsep mobil,” terang Schultze.
Miata merupakan roadster yang sohor dengan konstruksi ringan dan menonjolkan keseimbangan serta kemurnian mekanis.
Untuk menyesuaikan dengan standar emisi yang ada, maka sejak dua tahun silam Miata telah menanggalkan mesin 2.000ccnya dan beralih ke mesin 1.500cc.
Namun demikian, menggunakan bahan bakar sintetis tersebut bakal membutuhkan pengadaan infrastruktur baru dan tentunya lebih kompleks. Pimpinan R&D Mazda di Eropa ini pun harus memilih jalan yang lebih realistis, ia mengatakan bahwa kemungkinan menggunakan bentuk elektrifikasi yang ringan (mild hybrid).
Sebelumnya Mazda telah mengisyaratkan untuk memasang mesin Skyactiv-Z 2.5, namun nampaknya hal itu tidak akan sampai realisasi. Schultze mengatakan mesin lebih bertenaga namun akan berdampak negatif pada keseimbangan dan kemudi.
Selain itu, standar emisi Euro 7 juga akan segera berlaku di mana penggunaan mesin yang lebih besar akan lebih sulit berkompromi dengan regulasi emisi. (SS)
