Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mercedes-Benz C200 Mesinnya Mengecil Justru Dapati Beberapa Keuntungan

Mercedes-Benz Indonesia berharap sedan facelift-nya ini bisa diserap pasar dengan baik karena performanya oke, besaran pajaknya pun harusnya ringan.
Berita
Sabtu, 15 Desember 2018 10:00 WIB
Penulis : Aditya Widiutomo


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Mercedes-Benz C200 Avantgarde Line resmi mendapati versi penyegaran beberapa hari lalu. Selain hadirnya fitur-fitur unggulan, rupanya varian ini mendapatkan tipe mesin yang berbeda.

Mesin 1.500 cc 4 silinder turbo dengan teknologi EQ Boost ini menggantikan jantung pacu lawasnya, yakni mesin dengan kubikasi 2.000 cc 4 silinder turbo. Mesin yang lebih kecil ini mampu menyumbang tenaga sebesar 181 dk dan torsi 280 Nm. Lantas apakah yang dimaksud dengan teknologi EQ Boost tersebut?

Nah, di sinilah salah satu kuncian keuntungannya. Teknologi EQ Boost merupakan tenaga tambahan yang dihasilkan oleh baterai sebesar 48 volt dan alternator yang sanggup menghasilkan tenaga tambahan 12 dk.

Selain itu, selama deselerasi, alternator akan memulihkan energi kinetik dan mengisi ulang baterai yang berfungsi meningkatkan tenaga mesin tersebut. 

Lalu, pihak Mercedes-Benz juga menjabarkan beberapa keuntungan dari varian terbaru dari C200 EQ Boost tersebut. Salah satunya adalah skema pajak.

“Harusnya Mercedes-Benz C200 EQ Boost dikenai PKB yang lebih murah. Karena kapasitas mesin yang lebih kecil ketimbang model terdahulunya. Selain itu, EQ Boost ini bukan penggerak ganda seperti pada mobil listrik umumnya,” ujar Hari Arifianto, Deputy Director Marketing Communication Mercedes Benz Indonesia saat diwawancarai di Wanaherang, Jawa Barat (13/12).

Hari juga menambahkan lebih lanjut tentang skema pajak yang dikenakan pada C200 versi terbaru tersebut. “Mobil hybrid terkena pajaknya lebih mahal di Indonesia. Karena menganut dua buah sumber penggerak. Yakni mesin konvensional dan mesin listrik. Nah, di C200 EQ Boost bukan motor listrik, hanya berupa baterai,” tambah Hari.

Masih menurut Hari, ia berharap sedan facelift-nya ini memiliki daya serap pasar yang baik di tanah air. “Mudah-mudahan mobil ini diterima dengan baik oleh konsumen. Dari sisi performanya baik, konsumsi bahan bakarnya oke, serta skema perpajakannya yang harusnya lebih murah,” harapnya.


Tags Terkait :
Mercedes-Benz C-Class C200 Avantgarde Line
A

Aditya Widiutomo

Jurnalis

Memulai karier sebagai drifter, lantas menekuni jurnalistik otomotif dan review mobil sejak 2017. Walau sering mereview...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mengenal Maextro S800, Sedan Premium Terlaris Di Tiongkok

Bahkan penjualannya mengalahkan produk-produk merek Jerman.

4 hari yang lalu


Truk
Warisan Mesin Horizontal Truk Pertama Mercedes-Benz

Posisi mesin horizontal diyakini bisa menyalurkan tenaga lebih maksimal sekaligus lebih efisien konsumsi energinya

4 hari yang lalu

Berita
BAW 212 T01, Sosok Neo Klasik Yang Jadi Rival Jeep Wrangler

BAW 212 T01 sosok SUV dengan konsep neo klasik yang layak jadi rival Wrangler.

4 hari yang lalu


Berita
Produk Car Audio Artisan Jadi Simbol Status Baru

Satu paket produk bisa seharga mobil baru.

1 minggu yang lalu


Terkini

Berita
Geely Resmikan Dua Dealer Sekaligus, Tangsel Dan Jakbar

Geely resmikan dua dealer baru di Tangsel dan Jakbar sebagai bagian dari perluasan jaringan 3S untuk meningkatkan layanan konsumen di Jabodetabek.

7 jam yang lalu


Berita
Incar First Buyer, Daihatsu Tetap Unggul Di Segmen LCGC

Daihatsu unggul LCGC first car buyer lewat strategi penargetan konsumen. Hingga April, penjualan ritel capai 46.953 unit dengan pangsa pasar 16,3 persen dan posisi merek otomotif nomor dua.

10 jam yang lalu


Berita
Layu Sebelum Berkembang, LiDAR Perangkat Canggih Yang Justru Mulai Ditinggalkan Sebelum Mendunia

Alasan LiDAR ditinggalkan Tesla Xpeng Volvo karena biaya tinggi, keterbatasan cuaca, dan perkembangan kamera berbasis AI. Produsen otomotif mulai beralih dari sensor laser ini.

11 jam yang lalu


Berita
PEVS 2026 Hadirkan Future Mobility, dari Mobil Listrik hingga Kendaraan Udara

PEVS 2026 kembali digelar pada 29 Oktober-1 November 2026. Pameran kendaraan listrik ini menghadirkan teknologi EV, hybrid, NEV hingga solar panel dengan konsep future mobility.

15 jam yang lalu


VIDEO: Crash Test Leapmotor B10 (Euro NCAP)

Leapmotor B10 generasi terbaru telah menjalani crash test dan ini hasilnya.

Crash Test | 17 jam yang lalu