Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mercedes-Benz Tarik Kembali 7000-an SUV Mereka di Australia, Bagaimana Dengan di Indonesia?

Ada masalah manufaktur di kursi pengemudi, mur yang longgar dapat mengakibatkan hambatan listrik dan berpotensi menyebabkan kebakaran.
Berita
Selasa, 16 April 2024 14:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Mercedes-Benz telah melakukan recall sebanyak 7.429 unit SUV GLE dan GLS di Australia. Program penarikan kembali tersebut karena adanya potensi kerusakan pada kabel harness 48 volt yang dapat menyebabkan kebakaran.

Seperti diberitakan Drive, Minggu (14/4), kendaraan yang terkena dampak tersebut merupakan model keluaran tahun 2019-2022. Pemberitahuan penarikan kembali tersebut diajukan ke Departemen Infrastruktur setempat.

"Karena masalah manufaktur, mur berulir yang menahan kabel harness 48 volt di bawah kursi pengemudi dapat menjadi longgar. Jika hal ini terjadi, maka dapat mengakibatkan hambatan listrik yang lebih tinggi dari biasanya di dalam harness, yang dapat menyebabkan kebakaran kendaraan,” ujar Departemen Infrastruktur.

Lebih lanjut, mereka menyebut kebakaran kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan, menyebabkan cedera serius atau kematian pada penumpang, pengguna jalan lain, hingga orang yang lewat, dan/atau kerusakan properti.

BACA JUGA
Mercedes-Benz GLS

"Pelanggan yang terkena dampak telah diberitahu tentang kampanye penarikan ini," kata juru bicara Mercedes-Benz Australia. Pihak terkait juga telah merilis daftar lengkap nomor identifikasi kendaraan untuk 7.429 kendaraan yang terlibat dalam penarikan kembali tersebut.

Mercedes-Benz menyarankan pemilik kendaraan yang terkena dampak untuk segera menghubungi diler resmi Mercedes-Benz terdekat untuk melakukan penarikan, tanpa dipungut biaya. Pemilik kendaraan tercantum juga dapat menghubungi nomor pusat bantuan pelanggan Mercedes-Benz.

Namun demikian untuk model yang dijual di Indonesia tidak akan berdampak, karena menurut Kariyanto Hardjosoemarto selaku Sales and Marketing Director PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia produknya berbeda dengan model yang dijual di Indonesia. (AB)


Tags Terkait :
Mercedes-Benz Mercy Mercedes-Benz GLE GLS Mobil Listrik
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mercedes-Benz Indonesia Rilis Dua SUV Unggulannya

Dilansir juga layanan penjualan mobil bekas bersertifikat

1 tahun yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga MERCEDES-BENZ Terbaru (September 2024)

Mercedes-Benz kini berada di bawah payung pemilik barunya, yakni Inchcape.

1 tahun yang lalu


Berita
Diskon Besar-Besaran Beberapa Model Mercedes-Benz, Potongan Hingga Rp 630 Juta!

Beberapa model Mercedes-Benz terpantau mendapatkan potongan harga besar-besaran.

1 tahun yang lalu


Daftar Harga
Daftar Harga MERCEDES-BENZ Terbaru (Mei 2024)

Mercedes-Benz kini berada di bawah payung pemilik barunya, yakni Inchcape.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Insentif Mobil Listrik Justru Membebani Negara?

Belakangan ini, pemerintah menggalakkan peraturan Low Carbon Emission Vehicle alias LCEV.

7 jam yang lalu


Berita
Melihat Langsung Proses Perakitan Baterai Hybrid Toyota

Untuk pertama kalinya kami menyaksikan langsung proses perakitan baterai mobil di Indonesia. Ini pengalaman kami di pabrik Toyota.

8 jam yang lalu


Berita
Aura Nismo RS Concept, Bintang Nissan Di Tokyo Auto Salon 2026

Di tangan Nissan sebuah mobil hybrid bisa tampil dan berperforma sangat agresif.

17 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mengenal Lebih Dekat Mazda6e Yang Akan Hadir di Indonesia

Mazda6e mulai dijajakan di Singapore, Juli 2026. Sedangkan Indonesia akan segera menyusul setelahnya. Simak spesifikasinya.

18 jam yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

1 hari yang lalu