OTODRIVER - Ketika sudah lelah mengemudi dan mulai datang rasa kantuk, biasanya kita segera mencari tempat peristirahatan. Karena jika dipaksakan tentu akan membahayakan para penumpang mobil.
Lebih bahaya lagi, gejala microsleep bisa muncul saat perjalanan dilakuan saat pagi atau siang hari.
Namun, mengutip situs yankes.kemkes.go.id ada tanda-tanda seseorang akan mengalami Microsleep, dan gejala ini bisa membuat Anda tahu lalu mengantisipasinya. Berikut ciri-cirinya:
1. Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala
2. Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun
3. Menguap terus-menerus
4. Kelopak mata sangat berat
5. Mata berkedip berlebihan
6. Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
7. Tidak mendengar pembicaraan orang lain
8. Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu
Setidaknya jika sudah terjadi gejala menguap terus-menerus atau kelopak terasa berat maka segera ambil keputusan untuk menepi dan segera beristirahat.

Senior Instructor dari Jakarta Driving Consuktant (JDDC), Jusri Pulubuhu yang dihubungi beberapa waktu lalu menyebutkan tips mudah menghindari Microsleep yaitu dengan tidur sebentar alias Nano Sleep bisa dilakukan efektif untuk bisa tidur berkualitas, butuh waktu 5-10 menit.
Hal yang ideal, menurut Jusri yang pernah dihubungi Otodriver beberapa waktu lalu itu, menyebutan bahwa istirahat total seperti tidur pulas bisa mengembalikan kebugaran serta konsenterasi penuh untuk melanjutkan perjalanan lagi.
Untuk itu juga, seperti diterangkan lagi oleh Jusri, merencanakan waktu tempuh atau jarak tempuh tertentu dalam perjalanan panjang sangat perlu juga memasukan jadwal untuk beristirahat.
Menurutnya, jika ada himbauan perlunya beristirahat setelah menempuh perjalanan nonstop selama tiga jam itu tidak ada salahnya.
Perlu diingat, berbagai faktor sebelum masuk jalan tol juga punya pengaruh besar dalam berkonsenterasi penuh maka jika dirasa 30 menit perjalanan sudah ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan ya disegerakan untuk mencari lokasi beristirahat.
Ia juga mengisyaratkan perlunya rencana istirahat, di rest area misalnya, setiap perjalanan maksimal sudah menempuh jarak 200 kilometer.
Bisa juga dengan senam otot
Perlu diingat lagi, mengemudi sebenarnya membuat posisi tubuh dalam kondisi yang statis.
Dampaknya jika mengemudi dalam waktu yang lama selain munculnya rasa kantuk, tubuh yang terasa pegal akan muncul juga merupakan gangguan syaraf atau neuropati.
Itu akibat duduk terlalu lama akan membuat darah mengumpul di bagian bawah badan yang menyebabkan tekanan yang paling berat terjadi pada bagian pinggul. Alhasil, membuat daerah tersebut menjadi terasa pegal.
Selain itu, berada di posisi duduk dengan waktu yang terlalu lama juga dapat mengakibatkan DVT (Deep Vein Thrombosis).
Itu merupakan kondisi yang terjadi saat pembuluh darah vena di kaki mengalami penyumbatan.
Pembuluh darah mengecil akibat tertekuk pada saat badan sedang berada dalam posisi duduk, ini dapat mengakibatkan kaki terasa sakit.
Menggoyangan tubuh sambil mengibaskan tangan bisa jadi salah satu pilhan agar tibuh tidak lagi kaku dan juga membuar sirkulasi darah jadi lebih baik.
Selain itu, melakukan stretching untuk melemaskan badan dan merilekskan otot-otot yang tegang. (EW)










