OTODRIVER - Pasar mobil listrik asal Tiongkok saat ini sedang berkembang sangat pesat. Hampir setiap brand berlomba menawarkan layar besar, akselerasi instan, fitur ADAS melimpah, hingga desain futuristis yang terkadang terasa berlebihan. Namun Leapmotor B10 hadir dengan pendekatan yang berbeda.
B10 bukan sekadar menjual teknologi atau gimmick futuristis. Mobil ini mencoba menawarkan pengalaman berkendara yang lebih matang dengan sentuhan engineering Eropa yang terasa cukup kuat di balik pengembangannya.
Dengan harga yang diprediksi bermain di kisaran Rp400 jutaan, B10 menawarkan kombinasi desain modern, teknologi cerdas, kabin premium, dan handling yang lebih serius dibanding sebagian rival di kelasnya.

Desain Futuristis, Tapi Tetap Clean
Secara visual, Leapmotor B10 tampil modern tanpa terlihat berlebihan. Bagian depannya mengusung DRL tipis memanjang yang memberikan identitas khas sekaligus memperkuat kesan futuristis. Proporsi bodinya juga terasa pas sebagai sebuah compact SUV dengan dimensi yang tidak terlalu besar namun tetap terlihat gagah. Dari beberapa sudut, khususnya area belakang, siluetnya bahkan sedikit mengingatkan pada SUV premium Eropa.
Keseluruhan desain dibuat cukup aerodinamis dengan garis bodi yang bersih dan minim ornamentasi berlebihan. Leapmotor mengklaim mobil ini memiliki koefisien hambatan udara yang lebih baik dibanding beberapa rival di kelasnya seperti BYD Atto 3 maupun MG S5 EV. Namun sebenarnya, bukan desain yang menjadi nilai jual utama B10.
Suspensi Dituning Bersama Tim Engineering Maserati
Salah satu hal yang paling menarik dari Leapmotor B10 justru ada di sektor pengendalian. Pengembangan suspensinya melibatkan engineering team Maserati di Balocco, Italia, melalui kolaborasi yang berada di bawah payung Stellantis.
Hal inilah yang membuat karakter berkendara B10 terasa berbeda dibanding banyak EV China lainnya yang cenderung hanya fokus pada performa akselerasi.
Pendekatan Eropa tersebut diharapkan mampu menghadirkan handling yang lebih presisi, stabil, dan nyaman digunakan untuk perjalanan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
USP Utama: Cell-to-Chassis 2.0
Teknologi paling menarik pada Leapmotor B10 sebenarnya terletak pada struktur bodinya. Mobil ini menggunakan teknologi Cell-to-Chassis (CTC) 2.0, di mana baterai menjadi bagian langsung dari struktur kendaraan, bukan hanya ditempel di bawah lantai seperti konstruksi EV konvensional.
Keuntungan dari teknologi ini cukup signifikan:
- Struktur bodi lebih rigid
- Pusat gravitasi lebih rendah
- Kabin menjadi lebih lega
- Handling lebih stabil
- Efisiensi ruang meningkat
Leapmotor mengklaim rigiditas torsional B10 mencapai 36.300 Nm/degree, angka yang biasanya ditemukan pada SUV premium dengan harga jauh lebih tinggi.
Efeknya terasa pada kestabilan kendaraan saat bermanuver maupun ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Penggerak Roda Belakang dan Velg Alloy 18 Inci
Menariknya lagi, Leapmotor B10 menggunakan sistem penggerak roda belakang atau Rear Wheel Drive (RWD). Konfigurasi ini masih cukup jarang ditemukan di segmen SUV EV harga terjangkau karena sebagian besar kompetitor memilih menggunakan sistem Front Wheel Drive (FWD).
Karakter RWD memberikan distribusi tenaga yang lebih natural, handling lebih seimbang, dan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan terutama saat berakselerasi maupun melewati tikungan.
Untuk mendukung performa tersebut, B10 menggunakan velg alloy berukuran 18 inci dengan konfigurasi staggered wheels:
- Ban depan: 225/55 R18
- Ban belakang: 235/55 R18
Ukuran ban belakang yang lebih lebar membantu meningkatkan traksi saat tenaga disalurkan ke roda belakang sekaligus memberikan kestabilan yang lebih baik saat melaju di kecepatan tinggi.
Konsep seperti ini umumnya lebih sering ditemukan pada SUV Eropa premium dibanding kendaraan di kelas harga yang sama.

Interior Jadi Bintang Utama
Jika harus memilih satu bagian yang paling mencuri perhatian, maka jawabannya adalah interior. Berbeda dengan banyak EV China yang terlalu fokus pada layar besar dan nuansa futuristis, kabin Leapmotor B10 justru terasa lebih matang, nyaman, dan memiliki pendekatan lifestyle yang kuat.
Salah satu fitur uniknya adalah Persona Panel Dashboard. Panel modular yang berada di sisi penumpang depan ini memungkinkan pengguna menambahkan berbagai aksesori sesuai kebutuhan, mulai dari:
- Art toys
- Storage tambahan
- Cup holder
- Meja lipat laptop
Seluruh aksesori menggunakan sistem plug-and-play sehingga mudah dipasang maupun dilepas tanpa alat tambahan.
Dashboard-nya sendiri tampil sangat minimalis dengan layout horizontal yang bersih dan modern. Di tengah terdapat layar 14,6 inci yang sudah ditenagai Qualcomm Snapdragon 8155 serta sistem operasi Leap OS 4.0.
Respons sistem infotainment terasa cepat dan modern, bahkan lebih menyerupai penggunaan gadget premium dibanding head unit mobil konvensional. Dari sisi material, Leapmotor juga memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan penumpang.
Material interiornya telah memenuhi standar Oeko-Tex Standard 100, yang berarti aman untuk kulit bayi dan memiliki kandungan zat kimia berbahaya yang sangat rendah. Beberapa bagian interior bahkan menggunakan water-based adhesive untuk mengurangi aroma kimia yang sering ditemukan pada mobil baru.

Fitur Safety Lengkap
Untuk urusan keselamatan, Leapmotor B10 sudah dibekali berbagai teknologi modern.
Mobil ini telah mengantongi rating 5-Star Euro NCAP dan dilengkapi:
- 16 fitur ADAS
- 7 airbags
Kombinasi ini semakin memperkuat positioning B10 sebagai SUV listrik yang mencoba membawa standar keselamatan Eropa ke segmen yang lebih terjangkau.
Performa dan Charging
Leapmotor B10 menggunakan baterai berkapasitas 67,2 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim berada di kisaran 480–516 km (WLTP). Untuk pengisian daya, mobil ini mendukung DC Fast Charging hingga 200 kW.
Secara teori, pengisian dari 30% hingga 80% dapat dilakukan dalam waktu sekitar 16 menit, menjadikannya salah satu SUV EV dengan kemampuan pengisian daya yang cukup impresif di kelasnya.
Kesimpulan
Setelah melihat langsung Leapmotor B10 di Distrik Otomotif PIK 2 bersama Fitra Eri dan Om Mobi, kesan yang saya dapatkan adalah bahwa mobil ini bukan sekadar EV China yang menjual teknologi dan layar besar.
Leapmotor B10 mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda: desain yang elegan, kabin yang lebih personal, teknologi modern, struktur bodi canggih, serta karakter berkendara yang dipengaruhi sentuhan engineering Eropa.
Bagi konsumen yang mencari SUV listrik dengan tampilan classy, ukuran yang compact, teknologi lengkap, dan rasa berkendara yang lebih matang, Leapmotor B10 menjadi salah satu model yang sangat menarik untuk ditunggu kehadirannya di Indonesia. (NA)











