BUS-TRUCK - Dalam memepringati hari jadi kota Jakarta ke-499 di tanggal 22 Juni nanti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberi diskon besar sejumlah angkutan massal, termasuk Transjakarta.
Dari akun Instagram Pemprov DKI Jakarta terungkap bahwa pada tanggal 22 Juni, kemudian dilanjutkan pada tanggal 27-28 Juni akan dikenakan masyarakat tarif Rp1 untuk layanan MRT, LRT, dan Transjakarta.
Salah satu tujuannya, untuk mendorong warga dapat megunjungi berbagai lokasi wisata di kota Jakarta yang dkelola Pemprov DKI Jakarta seperti Kebun Binatang Ragunan, taman wisata Ancol, museum Monas, sejumlah museum, serta fasilitas olah raga maupun kolam renang.
Seiring dengan itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, dalam keterangannya juga membuka peluang untuk menambah golongan baru dalam 15 golongan gratis transportasi umum di Ibu Kota.
Dikutip dari Antara (11/6), seiring kampanyekan pemanfaatan 15 golongan gratis untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum, akan ditambahkan golongan penumpang yang gratis menaiki fasilitas Transjakarta.
Hal itu akan dilakukan, masih menurut Pramono, agar subsidi silang dari pengenaan tiket berbayar lebih adil. Bagi golongan penumpang yang mampu akan dikenakan biaya perjalanan, sementara yang masuk golongan tidak mampu akan digratiskan.
Armada Mikrotrans tenaga listrik masih dalam proses kajian intensif pihak Pemprov DKI Jakarta (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)
Baca juga: Ternyata Ini Masalah Bus Medium Listrik Belum Dioperasikan Transjakarta
Baca juga: Interior Bus Pariwisata Makin Mewah Sekaligus Nyaman
Ditambahkannya lagi, pihak Pemprov DKI Jakarta akan terus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh terkait penyesuaian tarif Transjabodetabek agar warga Jakarta tidak kembali menggunakan transportasi pribadi.
Sehari sebelumnya (10/6) Pramono mengisyaratkan untuk mengkaji serius perihal subsidi tarif Transjabodetabek dengan daerah-daerah penyangga, dan hanya ingin berfokus agar layanan transportasi antardaerah itu dapat berjalan dengan baik.
Kendati demikian, dia mengaku akan sangat bersyukur apabila ada daerah lain yang ingin membantu terkait subsidi tarif Transjabodetabek. Sebab operasional Transjabodetaabek merupakan kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan bersama dengan wilayah penyangga.
Oleh karena itu, mantan Sekretaris Kabinet Kerja (2015-2019) dan Kabinet Indonesia Maju (2019-2024) berjanji untuk mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh terkait penyesuaian tarif Transjabodetabek agar tidak membuat warga kembali menggunakan transportasi pribadi.
Lebih lanjut, dia memastikan tarif Transjabodetabek akan dipertimbangkan berdasarkan jarak, sehingga penyesuaian tarif tersebut tidak membebani masyarakat dalam kondisi saat ini. (EW)
Seluruh halte layanan Transjakarta dan Transjabodetabek di luar wilayah kota Jakarta dirawat Pemprov DKI Jakarta (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Erie W. Adji
reporter
Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...









