OTODRIVER – Kehadiran Toyota Land Cruiser FJ sebagai sosok termungil dalam keluarga besar Land Cruiser tak jarang dikait-kaitkan sebagai rival Suzuki Jimny JC74 alias Jimny 5 pintu.
Keduanya punya kesamaan yakni menggunakan sasis tangga, ditawarkan hanya dalam penggerak 4x4 dan sama-sama menyandang nama besar sebagai kendaraan off-road.
Apakah keduanya benar-benar menjadi rival seimbang?
Dimensi
Perihal pertama yang menyandingkan keduanya dikarenakan dimensi. Land Cruiser FJ merupakan bagian dari keluarga besar Land Cruiser dengan dimensi termungil. Sedangkan JC74 merupakan bagian dari keluarga Jimny Generasi IV paling bongsor. Ia punya wheelbase 340 mm lebih panjang dari versi 3 pintunya.
Land Cruiser FJ
- (PxLxT) : 4.575 mm x 1.855 mm x 1.960 mm
- Wheelbase : 2.580 mm
- Ground clereance: 245 mm
JC 74 Jimny
- (PxLxT) : 3.965 mm x 1.645 mm x 1.720 mm
- Wheelbase : 2.590 mm
- Ground clereance: 210 mm
Kemampuan dan Piranti Off-Road
Kedua mobil ini mempunyai sistem transfercase yang sama yakni 2 speed part-time 4WD. Artinya keduanya punya opsi rasio low gear.
Bedanya cara operasi perpindahan dari 2H, 4H dan 4L pada Land Cruiser FJ dikontrol secara elektronik dengan menggunakan switch. Dari tampilan ruang kabin jadi lebih rapi tanpa hadirnya tuas transfercase.

Sebaliknya Jimny menggunakan tipe mekanikal lever shifter yang ditancapkan langsung pada kotak tranfercase. Dari sisi penampilan kehadiran tuas ini sedikit membuat tampilan ruangnya jadi lebih ‘ramai’, walau penempatannya tidak sampai mengganggu.
Untuk menambah kemampuan off-roadnya, Toyota menambahkan traction aid berupa rear differential locker di bagian gardan belakang yang dioperasikan secara elektrik. Mobil ini pun juga sudah dilengkapi dengan hill descent control untuk menjaga laju kendaraan saat menghadapi turunan tajam dan juga disematkan traction control.
Sedangkan pendekatan yang dilakukan Suzuki berbeda. Untuk mendapatkan traksi secara konstan Jimny mendapatkan Brake LSD (limited slip differential). Sebenarnya kerjanya sama dengan traction control di mana sistem Brake LSD ini akan mengerem roda yang kehilangan traksi.
SUV yang saat ini dirakit di India ini juga dilengkapi dengan hill descent control dan juga hill hold control.
Mengenai kaki-kaki, Land Cruiser FJ menggunakan kaki-kaki Independent Front Suspension (IFS) dengan coil spring dan suspensi belakang 4 link dengan coil spring.
Jimny hadir dengan tetap mempertahankan kaki-kaki solid axle dengan coil spring pada bagian depan dan belakang. Di atas kertas jenis solid axle lebih mudah dirawat dan juga lebih kokoh dibanding jenis independent.

Tak lengkap rasanya jika mobil off-road mengesampingkan approach angle dan depature angle
Land Cruiser FJ
* Approach Angle : 29°
* Departure Angle : 38°
* Breakover Angle : 29°
JC 74 Jimny
* Approach Angle : 36°
* Departure Angle : 24°
* Breakover Angle : 38°

Spek mesin
Apabila dilihat dari kapasitas mesin, maka akan terlihat timpang antara keduanya. Land Cruiser FJ menggunakan mesin bensin 2TR-FE Dual VVT-I berkapasitas 2.694 cc.
Tenaga : 164 hp @5.200 rpm
Torsi maksimal: 245 @4.000 rpm
Transmisi : Otomatis 6-percepatan
Dibandingkan dengan Jimny, Suzuki membekalinya dengan mesin berkode K15B VVT 1.462 cc
Tenaga maksimal : 100hp/6.000 rpm
Torsi maksimal : 130Nm/4.000 rpm
Transmisi: Manual 5-percepatan atau Otomatis 4-percepatan

Kesimpulan
Walaupun keduanya punya spesifikasi yang tidak bisa dikatakan setara, namun mereka merupakan wakil SUV tradisional dengan sasis tangga dengan ukuran yang relatif mungil.
Hanya saja untuk saat ini ketersediaan Land Cruiser FJ di Indonesia masih belum ada. Namun jika melihat dari beberapa data sepertinya tinggal menunggu waktu saja tentang kehadirannya.
Sementara untuk Jimny sudah dijajakan di Indonesia sejak beberapa waktu lalu. (SS)











