First Drive: Renault Triber RXZ M/T

First Drive: Renault Triber RXZ M/T

Renault Triber telah dipasarkan di tanah air sejak November 2019 yang lalu. Meski demikian, karena lambatnya pengiriman dari India, mobil ini baru didistribusikan ke konsumen tanah air mulai April 2020 kemarin.

Beruntung, OtoDriver diberi kesempatan mencoba tipe RXZ yang merupakan tipe tertinggi dan unit tes kali ini belum genap sebulan di Indonesia.

 

Tampil sebagai Multi Purporse Vehicle, Triber berkompetisi dengan LCGC MPV seperti halnya kembar Toyota Calya dan Daihatsu Sigra. Meski demikian, Triber tidak masuk ke dalam skema Low Cost Green Car (LCGC) karena dibuat di India dan tidak ada kandungan bahan dari dalam negeri.

Untuk tampilan, mobil ini memang cukup menjanjikan. Lihat saja penggunaan bumper yang gagah layaknya SUV, kemudian under guard, lampu yang sudah dilengkapi proyektor dengan pengaturan ketinggian serta tampil lampu Day Time Running Light dengan LED di bagian depan.

Beralih ke samping, Anda akan melihat pelek dual tone keren berukuran 15 inci, kemudian roof rail yang bisa membawa beban hingga 50 kg. Sementara yang menarik lainnya ialah penerapan ground clearance yang bisa mencapai 190 mm, sedangkan kompetitornya di angka 180 mm. Membuat Triber lebih tinggi dan bisa diajak melibas jalanan tidak rata.

Sekarang beranjak ke dalam kabin. Sepenuhnya interior Triber tipe RXZ ini tampil dengan dua warna, hitam dan krem mulai dari dasbor sampai door trim. Lalu yang menarik perhatian di dalam, tentunya penerapan head unit berukuran 8 inci, dan memiliki pencahayaan yang baik, serta telah dilengkapi dengan konektivitas modern seperti Android Auto dan Apple CarPlay.

Untuk mengatur posisi mengemudi yang nyaman sebelum melaju, rasanya akan sedikit bermasalah. Pasalnya setir yang terasa kecil ini, tidak dilengkapi dengan telescopic, hanya bisa tilt saja.

Sedangkan pengaturan kursi juga tidak dilengkapi dengan pengaturan ketinggian, hanya terdapat maju mundur dan reclining saja. Hal tersebut membuat pengemudi berpostur 170 cm ke bawah akan sulit menemukan posisi mengemudi nyaman dan melihat pandangan luas ke depan karena terhalang oleh dasbor di atas spidometer yang dibuat lebih tinggi.

 

Tak lama mengatur posisi, sekarang waktunya melaju. Pada tarikan awal, mesin 1.000 cc tiga silinder yang dipadukan transmisi manual 5 percepatan milik Triber terasa memiliki getaran yang cukup menggangu. Meski begitu, di posisi gigi satu, dua hingga tiga terasa sekali akselerasi yang luar biasa pada mobil ini.

Bahkan sesekali decitan ban terdengar keras saat kami menekan pedal gas dengan cepat. Sayangnya perpindahan transmisi manual pada mobil ini tidak dapat dibilang halus, terasa ada jeda dan sesekali menggelitik.

 

Ketika membawanya ke jalan perkotaan, tentu mengemudikan Triber bertransmisi manual tidak ada masalah. Apalagi mobil buatan India ini tergolong lincah dan berdimensi kompak dengan panjang 3.990 mm, lebar 1.739 mm dan tinggi 1.643 mm. Namun ketika menghadapi kemacetan, menggunakan transmisi manual seperti ini bukanlah hal yang tepat. Sesekali kami tidak halus dalam melakukan perpindahan gigi. 

Selesai mencobanya di jalan ramai khas Ibu Kota yang sedang berstatus PSBB transisi, kini waktunya mencoba performanya di jalan bebas hambatan, dan langsung saja kami melaju cepat. Dalam kecepatan tinggi dan transmisi masuk pada posisi 4 ke atas, maka terasa perpindahan semakin halus.

Meski demikian, dari percobaan kami, akselerasi mobil ini dari 0-100 menorehkan waktu 16,8 detik. Bukan pencapaian yang cukup impresif, namun sudah yang terbaik dengan sokongan mesin 1.000 cc apalagi tenaganya cuma 72 ps dengan torsi 96 Nm.

Namun demikian, ketika melaju kencang dan menghadapi jalanan yang tidak rata, suspensi Renault Triber dapat diandalkan. Bahkan ketimbang menggunakan kompetitornya, para penumpang di baris kedua yang kami ajak, sepakat mengatakan Triber memiliki redaman suspensi lebih baik. Untuk Triber, Renault memasangkan suspensi McPherson Strut with Lower Triangle & Coil Spring di depan, dan Torsion Beam Axle di belakang.

Selesai mencoba performanya, kami melihat konsumsi bahan bakar mencapai 13,4 km/liter untuk rute dalam kota, dan 16 km/liter untuk rute luar kota.

Kesimpulan

Dengan dimensi yang kompak Renault Triber cukup mudah diajak bermanuver. Namun untuk digunakan 7 orang penumpang penuh, tentu bukan hal yang mengasyikan untuk penumpang baris ketiga dengan keterbatasan ruang kaki dan kepala. Jika dibandingkan dengan kompetitor, mungkin fitur mobil ini menjadi daya tarik tersendiri, seperti penggunaan 4 buah airbags, head unit layar sentuh dengan konektivitas Android Auto serta Apple CarPlay, kemudian ada sensor parkir dan kamera mundur yang dimilikinya. Sementara untuk kenyamanan, tentu tambahan blower untuk penumpang baris kedua dan ketiga menjadi faktor penting lainnya. Namun dengan baru tersedianya varian manual di pasar, baiknya Anda menunggu sampai varian otomatik hadir guna menghadirkan pengalaman mengemudi yang lebih baik.

Kelebihan

1. Fitur berlimpah untuk mobil di kelasnya

2. Standar keselamatan terbaik di kelasnya

3. Tampilan layaknya sebuah SUV 

Kekurangan

1. Mesin kurang bertenaga

2. Kualitas dasbor kurang bagus 

3. Transmisi tidak responsif

Spesifikasi

Renault Triber RXZ M/T 

Harga : Rp 179,9 juta On-The Road

Kapasitas mesin : 1.000 cc 3 silinder 

Tenaga maksimum: 72 ps

Torsi maksimum: 96 Nm

Penggerak : Roda Depan 

 

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com