OTODRIVER - Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali memberikan komitmennya dalam keikutsertakan mengembangkan pendidikan di Indonesia melalui program CSR-nya. SMKN 1 Jonggat dan SMKN 2 Kuripan di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mendapatkan donasi alat peraga mesin kendaraan.
Langkah ini memiliki peran strategis, khususnya pendidikan vokasi yang punya peran strategis sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata dunia kerja.
Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi yang erat dan berkelanjutan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.
TMMIN berupaya untuk memperkuat kualitas pembelajaran praktik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Mengacu pada filosofi perusahaan "Make People Before Make Product" TMMIN meyakini bahwa pengembangan manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan industri dan bangsa.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto dalam kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Jonggat.

Penyerahan Mesin Bensin dan Diesel
Pada kesempatan tersebut, SMKN 1 Jonggat menerima satu unit mesin Toyota tipe 2TR-FE (bensin) dan SMKN 2 Kuripan menerima satu unit mesin Toyota tipe 2GD-FTV (diesel). Di mana kedua mesin tersebut cukup dikenal di Indonesia dan salah satunya dikenal sebagai jantung daya bagi Fortuner.
Kedua mesin mobil tersebut akan digunakan sebagai sarana praktik dan alat peraga pembelajaran bagi siswa, sekaligus untuk meningkatkan skill siswa terhadap teknologi terbaru pada mesin Toyota yang saat ini sudah beredar luas.
"Kami percaya bahwa masa depan industri Indonesia dibangun dari ruang-ruang belajar yang hari ini ditempati para siswa. Langkah ini mungkin terlihat sederhana, namun kami berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi di daerah masing-masing,” kata Nandi Julyanto, Selasa (14/07/2026).

Program Vokasi
Selain mendukung sarana pembelajaran, TMMIN secara konsisten menjalankan program Vocational School Development di berbagai SMK binaan di Indonesia.
Program ini menyelaraskan proses pembelajaran dengan kebutuhan industri melalui pengembangan kurikulum berbasis industri dan penyediaan alat bantu pembelajaran.
TMMIN menjalankan Implementasi Budaya Industri (Industrial Culture Implementation) di berbagai SMK binaan. Program ini bertujuan menanamkan nilai-nilai budaya kerja industri sejak dini, seperti disiplin, efisiensi, ketelitian, keselamatan kerja, kemampuan bekerja secara kolaboratif, serta kepatuhan terhadap standar operasional.
"Pendidikan dan industri tidak bisa lagi berjalan terpisah. Link and match adalah syarat penting untuk melahirkan lulusan yang relevan. Sekolah menyiapkan kompetensinya, industri turut membentuknya. TMMIN ingin ambil bagian dalam proses itu dengan mendukung langkah pemerintah memperkuat daya saing lulusan vokasi agar siap berkarya dan berkontribusi, baik di Indonesia maupun di kancah global," tambah Nandi.
Sampai saat ini program pembinaan pendidikan vokasi TMMIN telah dijalankan di berbagai SMK binaan yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk 29 SMK binaan di Pulau Jawa. (SS)











