Kepedulian Akan Bahayanya Perlintasan Kereta Api Masih Rendah

Bahaya perlintasan kereta api sebidang Indonesia: 3.703 titik, 1.808 kecelakaan dan 1.522 korban jiwa sejak 2020. Kesadaran publik rendah, edukasi mendesak.
Penulis: Erie W. Adji
Rabu, 15 April 2026 14:00 WIB
Berita - Kepedulian Akan Bahayanya Perlintasan Kereta Api Masih Rendah

Masih banyak pengendara yang belum mengerti soal wajib berhenti di belakang rel saat macet atau segera berhenti saat bunyi sirine perlintasan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Perlintasan kereta api sebidang nyatanya masih jadi area yang sangat berbahaya di Indonesia. 

Bukan hanya yang merupakan perlintasan tidak resmi, tetapi perlintasan sebidang yang memiliki peranti penutup juga berpotensi tinggi dalam hal kecelakaan.

Berdasarkan data KAI tahun 2026, jumlah perlintasan sebidang di Indonesia mencapai 3.703 titik atau berkurang 193 titik (lima persen) dibandingkan 2024 yang berjumlah 3.896 lokasi.

Hal yang mengkhawatirkan, dari jumlah itu, sebanyak 2.776 titik telah terdaftar secara resmi, ternyata masih ada 927 titik lainnya masih berstatus tidak terdaftar. Dari perlintasan terdaftar, baru 1.864 lokasi yang telah dijaga, sedangkan 912 lokasi lainnya masih tanpa penjagaan.

Dalam kurun waktu 2020–2025 sudah terjadi 1.808 kecelakaan dengan total 1.522 korban jiwa.

Berkaca dari kondisi di atas, pekan ini (15/4) dilakukan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Tata Kelola Perlintasan Kereta Api: Tantangan, Solusi, dan Komitmen Bersama, dalam rangka memberikan edukasi terkait keselamatan di perlintasan kereta. Kegiatan ini dihelat oleh LKBN Antara.

Direktur Utama Perum LKBN Antara, Benny Siga Butarbutar, dalam sambutannya seperti dkutip dari Antara mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi dalam menyikapi keberadaan sebuah perlintasan sebidang adalah masih rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan kereta. 

Ditambahkannya, edukasi kepada masyarakat luas semakin perlu diupayakan sehingga keselamatan dapat tumbuh menjadi budaya bersama bukan sekedar kepatuhan terhadap aturan.

Foto - Kepedulian Akan Bahayanya Perlintasan Kereta Api Masih Rendah
Kerusakan fasilitas PT KAI akibat kendaraan yang menerobos dibebankan ke pengemudi atau pemilik kendaraan (Foto : Antara)

Benny secara khusus juga menyoroti keberadaan perlintasan kereta ilegal pada menurutnya merupakan sebuah bom waktu. Ini merupakan tantangan untuk menciptakan kondisi lalu lintas jalan raya dan perjalan kereta api secara nasional menjadi nihil kesalahan. 

Dipungkaskannya, setidaknya perlu dibangun tiga hal yang harapannya bisa jadi pegangan bagi semua pengguna jalan dan operator perkeretapian. Pertama, keberlanjutan pesan soal waspada di perlintasan kereta api yang mudah dipahami masyarakat luas.  

Kemudian, perlu ada unsur to secure acceptance alias dbisa diterima dengan cepat tanpa ada keraguan ada makna ganda. Dan yang terakhir, harus to motivate action, perlu kesadaran semua pihak secara konsisten mampu memahami semua hal yang seharusnya dilakukan saat hendak melintasi perlintasan kereta api. (EW)

#bahaya #perlintasan

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.