OTODRIVER - Mantan desainer Nio dan GWM, Alexey Semenov, menilai Ferrari Luce memiliki sejumlah kelemahan mendasar dari sisi desain eksterior.
Seperti dilansir dari Carnewschina.com (2/6), menurutnya, mobil listrik terbaru Ferrari itu gagal memaksimalkan potensi yang sebenarnya cukup besar.
Semenov menyoroti proporsi bodi Luce yang pendek, sempit, dan tinggi. Kombinasi tersebut dinilai sulit diolah secara estetis, sementara desain bodinya belum mampu menghilangkan kesan visual yang terkompresi.

Salah satu kritik terbesar diarahkan pada desain pelek berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Meski dimensinya sangat besar, penggunaan desain aero dengan kombinasi dua warna justru membuat pelek terlihat jauh lebih kecil dari ukuran sebenarnya.
Bagian depan disebut sebagai area paling berhasil dari desain Luce karena tampil tegas dan percaya diri.
Sebaliknya, buritan dianggap terlalu lebar dan tinggi, sementara interpretasi lampu belakang empat lingkaran khas Ferrari dinilai kurang menyatu dengan bahasa desain keseluruhan.
Meski mengkritik eksteriornya, Semenov memberikan pujian terhadap interior Luce. Ia menilai kabinnya tampil modern, konsisten, dan memiliki kualitas desain yang sangat baik.
Namun, karakter interior tersebut dianggap lebih cocok untuk mobil listrik premium dari merek baru ketimbang sebuah Ferrari.
Menurut Semenov, masalah utama Ferrari Luce terletak pada ketidakselarasan antara desain interior dan eksterior.
Hasilnya, mobil ini dinilai belum mampu memenuhi potensi yang dimilikinya dan menjadi sebuah peluang yang terlewatkan dalam sejarah desain Ferrari. (AW)











