OTODRIVER - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi Mitsubishi Fuso di Indonesia memperkenalkan Canter Extra Long Bus FE 84G BCL di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Bus ini hadir sebagai solusi transportasi yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional. Seperti dijelaskan Marketing Director PT KTB, Aji Jaya sesi talkshow di booth Fuso pada Jumat (31/7).
Dirinya mengatakan peluncuran Canter Extra Long Bus FE 84G BCL dilakukan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan transportasi wisata sekaligus mengikuti regulasi pemerintah yang terus berkembang.
"Fuso tidak hanya mengikuti kebutuhan konsumen, tetapi juga mengikuti ketentuan pemerintah. Kami ingin menyediakan bus yang aman untuk sektor pariwisata," ujar Aji.
Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif membuka peluang besar bagi kendaraan niaga, khususnya bus. Perbaikan akses menuju berbagai destinasi wisata juga dinilai akan meningkatkan kebutuhan armada transportasi.
Aji menambahkan, Canter Extra Long Bus FE 84G BCL telah memenuhi berbagai standar yang ditetapkan pemerintah, termasuk regulasi emisi Euro 4 serta standar dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian.
"Kami selalu memastikan produk yang dipasarkan telah melalui pengujian sesuai standar pemerintah. Fuso juga memiliki beragam pilihan kendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari bus antarkota, shuttle hingga operasional di area tertentu," katanya.
Dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di Indonesia, Mitsubishi Fuso berharap dapat terus menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha transportasi.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Manajemen Industri Kementerian Pariwisata RI, Budi Supriyanto, menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
Meski menghadapi tantangan global seperti konflik geopolitik, kenaikan harga bahan bakar, dan menguatnya dolar AS, pariwisata Indonesia masih mencatat pertumbuhan dua digit pada semester pertama 2026.
Medium Bus Fuso Canter (Foto : Ilham)
Dirinya menjelaskan, kondisi tersebut justru membuat Indonesia semakin kompetitif bagi wisatawan mancanegara karena menawarkan destinasi premium dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.
Sepanjang 2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) berada di kisaran 3,87-4,8 persen. Sementara jumlah wisatawan mancanegara mencapai 15,4 juta orang dan perjalanan wisatawan nusantara mencapai sekitar 1,2 miliar perjalanan.
Selain itu, sekitar 96,3 persen pelaku usaha pariwisata berasal dari sektor UMKM yang berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur yang juga pemilik PO Bagong, Budi Susilo, mengatakan tren perjalanan wisata kini tidak lagi hanya terjadi saat akhir pekan. Permintaan bus juga datang dari kegiatan perusahaan maupun instansi pada hari kerja.
"Misalnya kegiatan seperti GIIAS ini, banyak perusahaan membutuhkan transportasi untuk membawa rombongan. Jadi kebutuhan bus pariwisata semakin beragam, bukan hanya untuk destinasi wisata," ujarnya.
Menurut Budi, efisiensi operasional tetap menjadi kunci dalam bisnis transportasi. Mulai dari kebiasaan mengemudi yang baik, perawatan armada hingga penerapan SOP yang tepat dapat menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan. (IP)

Ilham Pratama
Reporter
Penggemar dunia otomotif yang mulai meliput sejak 2010. Hobi membaca, traveling dan bersepeda. Pengguna Kawasaki Athlete...















