OTODRIVER - Sebuah kasus pencurian mobil satu ternyata bisa terdengar seperti skenario film action Hollywood. Cerita ini melibatkan Mate Rimac, CEO dari gabungan raksasa hypercar Bugatti Rimac, yang baru saja mengalami kejadian tak terduga. Bugatti Chiron milik pribadinya digondol kabur oleh seorang pria tak dikenal langsung dari markas utamanya di Kroasia.
Kejadian unik ini bermula ketika Mate Rimac memarkirkan Chiron berwarna biru tua miliknya di kawasan Rimac Campus, Kroasia. Sang bos mengaku memang terbiasa meninggalkan kunci di dalam kabin agar tim teknisi dan insinyur Bugatti bisa dengan mudah menguji coba mobil kapan saja. Namun, karena area kampus riset tersebut terbuka untuk umum, celah ini dimanfaatkan oleh seorang pria berusia tiga puluhan itu untuk membawa lari mobil bertenaga buas tersebut.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku berpenutup kepala tampak mengamati Bugatti Chiron tersebut dari dekat. Setelah menghabiskan sebatang rokok, ia dengan santai membuka pintu pengemudi, menyalakan mesin, dan langsung tancap gas meninggalkan lokasi.

Begitu menyadari hypercar 1.000 hp lebih tersebut lenyap, tim Rimac segera memeriksa data GPS pelacak secara real-time. Diketahui bahwa Chiron tersebut tengah melaju kencang melintasi perbatasan menuju Slovenia. Tak tinggal diam, Mate Rimac langsung mengejar sang pencuri menggunakan mobil sport miliknya, sebuah Porsche 911.
Aksi kejar-kejaran lintas negara ini berlanjut dari Kroasia, menembus Slovenia, hingga akhirnya masuk ke wilayah Austria. Pihak kepolisian Austria yang berkoordinasi dengan kepolisian Kroasia akhirnya berhasil menghentikan laju hypercar tersebut dan membekuk sang pelaku.
Cari Kerja Berujung Bawa Kabur Hypercar
Saat Mate Rimac mendatangi kantor polisi di Austria untuk mengurus barang buktinya, ia sempat berbincang langsung dengan sang pencuri. Bikin geleng-geleng kepala, pria tersebut mengaku awalnya datang ke Rimac Campus hanya untuk mencari lowongan pekerjaan. Namun, saat melihat Bugatti Chiron terparkir tanpa terkunci lengkap dengan kunci di dalamnya, ia tergiur untuk membawanya jalan-jalan hingga ke Jerman.

Beruntung, hypercar langka bermesin 8.0L Quad-Turbo W16 tersebut diselamatkan tanpa kerusakan berarti, selain goresan ringan pada bagian splitter depan berbahan carbon fiber. Pelaku kini menghadapi tuntutan hukum berat di Kroasia dan Austria atas tuduhan pencurian kendaraan bernilai jutaan dolar.
Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi sang CEO, bahwa sekondusif apa pun lingkungan sekitar, meninggalkan kunci di dalam kabin mobil kencang bukanlah ide yang bijak. Apalagi kalau ini terjadi di Indonesia. (Why)











