Langsung ke konten

4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya

Teknologi 4 Wheel Steering sudah ada sejak era 30-an dan saat ini kembali diminati berkat perkembangan teknologi eletronik

Berita Senin, 14 September 2026 13:15 WIB
Berita - 4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya
4ws (Foto :otodriver)
Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER - Teknologi 4-Wheel Steering (4WS) belakangan ini kembali ramai dibahas seiring makin banyaknya mobil modern yang mengadopsinya. Namun sebenarnya, konsep mengarahkan keempat roda ini sudah ada sejak era 1930-an.

Mengutip dari historicvehicles.com.au, 4-wheel steering pertama kali digunakan pada kendaraan militer Mercedes-Benz G5 dan BMW 325 di tahun 1937. Kehadirannya berguna untuk melewati medan parit dan rintangan off-road yang sempit, tapi produksinya sangat terbatas karena kompleksitasnya.

Foto - 4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya
Mercedes-Benz G5 (Foto : otodriver)

Teknologi ala Porsche

Perkembangan pada mobil penumpang dimulai oleh Porsche. Pada 1978, Porsche 928 hadir dengan Weissach Axle, sebuah sistem passive rear-wheel steering.

Tidak menggunakan motor atau aktuator elektronik, sistem ini memanfaatkan perubahan geometri suspensi dan karakter bushing untuk menghasilkan perubahan kecil pada sudut roda belakang ketika mobil menikung atau mengerem keras. Tujuannya bukan membuat mobil lebih lincah, melainkan menjaga bagian belakang tetap stabil dan mengurangi kecenderungan oversteer.

Konsep tersebut kemudian terus dikembangkan Porsche. Weissach Axle digunakan pada model-model berikutnya, sementara evolusinya mengarah ke sistem rear-axle steering aktif yang kini digunakan pada berbagai model Porsche modern.

Active 4-Wheel Steering

Jika Weissach Axle bekerja secara pasif lewat geometri suspensi, arah pengembangan 4WS berikutnya justru mengarah ke konsep aktif, di mana roda belakang benar-benar diarahkan oleh sistem kendaraan, mirip prinsip yang sudah dipakai G5 dan BMW 325 di era 1930-an meski dengan cara yang jauh lebih sederhana.

Nissan muncul sebagai pelopornya di era modern. Teknologi ini disematkan pada Skyline R31 yang diluncurkan di Jepang pada 1985. Nissan menyebutnya sebagai HICAS (High Capacity Actively Controlled Steering).

Sistem HICAS awal ini masih tergolong sederhana. Roda belakang hanya bisa berbelok searah dengan roda depan hingga sudut kecil, dan itu pun baru aktif di kecepatan tertentu. Tujuannya adalah membuat mobil lebih stabil saat manuver cepat, bukan memperkecil radius putar.

Foto - 4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya
4WS (Foto : otodriver)

Prelude Bawa 4WS ke Panggung Global

Ketenaran 4WS baru benar-benar meledak setelah Honda memperkenalkan Prelude generasi ketiga pada April 1987. Berdasarkan catatan resmi di laman Honda Global, sistem ini disebut sebagai steering angle sensing 4WS pertama di dunia. Berbeda dari HICAS yang mengandalkan sistem hidrolik, Honda memilih sistem mekanis penuh dengan bantuan roda gigi pinion.

Cara kerja Prelude ini juga sedikit berbeda. Pada kecepatan rendah, roda belakang berbelok berlawanan arah dengan roda depan untuk memperkecil radius putar. Begitu kecepatan mobil meningkat, roda belakang berubah mengikuti arah roda depan agar mobil lebih stabil.

Berkat sistem inilah Honda kerap disebut sebagai pelopor 4WS, meski sebenarnya Nissan sudah lebih dulu memperkenalkannya lewat Skyline.

Foto - 4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya
4ws (Foto : otodriver)

Diikuti Banyak Pabrikan, Lalu Meredup

Melihat sambutan pasar terhadap Prelude, sejumlah pabrikan Jepang lain ikut turun tangan. Mazda memperkenalkan sistem serupa pada 626 dan MX-6, sementara Mitsubishi dan Toyota juga mengembangkan versi mereka sendiri pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an.

Sayangnya, popularitas 4WS generasi awal ini tidak bertahan lama. Selain menambah bobot dan biaya produksi, banyak konsumen merasa manfaatnya tidak terlalu terasa dalam berkendara sehari-hari. Sejumlah sistem hidrolik pun dikenal rewel dan mahal ketika perlu perbaikan, sehingga membuat teknologi ini perlahan ditinggalkan pada era 1990-an hingga 2000-an.

Comeback Berkat Sistem Elektronik

Setelah cukup lama tenggelam, 4WS mendapat panggung baru berkat perkembangan sensor dan sistem kendali elektronik yang jauh lebih presisi dibanding generasi mekanis maupun hidrolik terdahulu.

Contohnya adalah sistem yang digunakan pada Xpeng X9. Pabrikan asal Guangzhou ini tidak lagi menggunakan sambungan mekanis maupun poros hidrolik konvensional dari roda depan, melainkan memanfaatkan motor listrik (aktuator) yang diatur oleh modul kontrol komputer (ECU) kendaraan. Komputer mobil mendeteksi kecepatan dan sudut putar setir depan, lalu mengirimkan sinyal elektronik untuk membelokkan roda belakang secara presisi hingga sudut ±5 derajat. 

Foto - 4-Wheel Steering Ternyata Sudah Ada Sejak Era Perang, Begini Perjalanan Panjangnya
4WS (Foto : Xpeng)

Selain itu teknologi ini juga diadopsi oleh GMC pada Hummer EV. Bahkan salah satu EV dengan baterai terbesar di dunia ini dapat mengatur posisi rodanya dalam berbagai arah dan sudut, sehingga memungkinkannya untuk bergerak menyamping (Crabwalk mode)(SS)

#4ws #steering-system

Suryo Sudjatmiko
Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan ke:
Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.