Suzuki Ignis Sulit Jadi LCGC, Namun Sangat Mungkin Jadi CKD

Suzuki Ignis Sulit Jadi LCGC, Namun Sangat Mungkin Jadi CKD

Suzuki ignis tampil mengejutkan di Indonesia. Karena meskipun tidak masuk dalam skema LCGC, ia bisa memiliki harga yang sangat kompetitif.

Hal ini tentu mengundang pertanyaan, bagaimana bila mobil ini masuk ke dalam skema tersebut. Tentu saja syarat pertama adalah harus diproduksi di dalam negeri alias CKD. Ini juga bukan hal sulit bagi Suzuki, mengingat mereka sudah memproduksi beberapa Mobilnya di dalam negeri. Salah satunya karimun Estilo dimasukkan Suzuki sebagai mobil LCGC mereka.

Namun masalahnya, persoalan masuk ke dalam skema LCGC atau tidak, bukan sekadar tempat produksi mobil tersebut. "Pada saat LCGC diluncurkan beberapa tahun lalu, Ignis masih dalam tahap perancangan," ucap Donny Saputra, Marketing Director 4W Suzuki Indonesia. "Saat ini, jika hendak memasukkan Ignis ke dalam skema LCGC, harus didaftarkan ulang dari awal. Sehingga tidak sesimpel yang kita bayangkan."

 

istimewa

 

Namun jika sekadar membuat Ignis secara CKD, hal itu lebih mudah. "Kita tinggal lihat saja volume penjualan mobil ini. Sekarang dia ada di level 2.000 unit per bulan. Kalau bisa konstan pada level 20% di atas itu, maka kami bisa pertimbangkan untuk diproduksi di dalam negeri," tambah Doni.

Bila nantinya Ignis jadi diproduksi di dalam negeri, maka akan lebih menarik lagi bagi konsumen karena pasti menikmati keringanan pajak. 

Saat ini ignis dijual mulai Rp 139,5-169,5 juta. Harga ini dianggap sangat menarik, karena dekat dengan sejumlah mobil LCGC dan ia memiliki fitur yang cukup lengkap serta desain atraktif.

 
 

Bagikan

Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com