Market Share Toyota Menurun Di Indonesia, Bagaimana Dengan 2016?

Market Share Toyota Menurun Di Indonesia, Bagaimana Dengan 2016?

Tahun 2015 ini kelihatannya bukan masa yang baik bagi Toyota di Indonesia. Penjualan mobilnya turun cukup drastis, bahkan persentasenya melebihi penurunan penjualan mobil secara nasional. Pangsa pasarnya juga sedikit tergerus para rivalnya, namun ternyata mereka masih bersyukur dengan pencapaian ini.

Tahun lalu sendiri Toyota berhasil menjual 400 ribu unit mobil dan mengunci 32,93 % pangsa pasar penjualan mobil di Indonesia. Sedangkan tahun ini hingga November mereka baru menjual 290 ribu unit mobil, dan diprediksi hingga akhir tahun pun tak akan melebihi angka 324 ribu unit. Artinya terjadi penurunan penjualan sekitar 20%, lebih parah ketimbang penurunan penjualan mobil secara nasional yang dari data Gaikindo tercatat 14%. Bisa dibilang pasar Toyota tergerus merek lain, karena tahun ini mereka juga mencatat penurunan market share sekitar 2%.

Henry Tanoto, VP Director PT TAM

"Persaingan memang semakin kompetitif, selain itu krisis ekonomi memang menurunkan daya beli masyarakat," tutur Henry Tanoto yang baru diangkat sebagai Vice President Director PT Toyota Astra Motor. Namun di sisi lain ia tetap mengaku gembira. "Di tengah krisis ini, Toyota masih membuktikan dirinya sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Karena kami memang selalu membuat mobil sesuai kebutuhan konsumen di sini." Kalimat tersebut diucapkannya tadi malam di sela acara Toyota Year End Journalist Gathering 2015 di Senayan, Jakarta (21/12).

Lantas bagaimana dengan kepercayaan diri Toyota di 2016? "Kami menargetkan pangsa pasar minimal 32% di 2016," tambah Henry. Angka ini terasa pesimis, apalagi kini mereka memiliki 3 jagoan baru yang sangat kuat di kelasnya masing-masing yakni Grand New Avanza, All New Kijang Innova, dan di awal 2016 bakal hadir All New Fortuner.

Ketika ditanya apakah hadirnya ketiga jagoan tadi tak membuat Toyota yakin bisa menaikkan pangsa pasar lebih dari 1 persen, Henry menanggapi secara diplomatis, "Ya makanya kami berharap di atas 32%. Tapi di tahun depan kami juga yakin kondisi ekonomi belum berkembang banyak dan kompetisi akan semakin ketat. Untuk itu kami akan terus mengembangkan produk Toyota agar tetap sesuai kebutuhan konsumen."

Selain itu, Toyota Astra Motor juga akan lebih intensif membangun jaringan layanan purnajual. Salah satunya yang disebut Henry adalah memperbanyak dealer yang memiliki fasilitas Express Maintenance, agar pemilik Toyota makin cepat dan mudah merawat kendaraannya.

 

 

Simak Video : VIDEO: C-HR Hybrid Tembus 28 KM/Liter

 
 
Rekomendasi

Bus-truck.id

    Otorider.com