OTODRIVER - Dalam rangka mudik Lebaran, tak jarang pemudik membawa barang ekstra yang cukup banyak.
Bahkan barang-barang tersebut tak lagi tertampung di bagian bagasinya, sehingga butuh ruang ekstra, salah satunya adalah menempatkan barang pada bagian atap dengan menggunakan roofbox.
Namun perlu disadari bahwa menambahkan barang pada bagian atap ini memiliki konsekuensi yang erat hubungannya dengan masalah safety.
“Adanya penambahan obyek yang ada di bagian atas ini akan mempengaruhi aerodinamika sebuah kendaraan. Sehingga pengemudi perlu menyadari bahwa mobil dengan tambahan obyek di bagian atap mobil akan mempengaruhi kestabilan,” terang General Manager, PT Sole Indotrade, Ronny Alexander pemegang merek Whale Carrier roofbox.
“Barang yang ditempatkan di dalam roofbox adalah barang yang punya bobot ringan. Hal ini erat hubungannya dengan kapasitas menahan beban perangkat roofrail ataupun crossbar yang menjadi tumpuan roofrack ataupun roofbox tersebut,” imbuhnya saat dihubungi Otodriver belum lama ini.
Selanjutnya harus diperhatikan juga penataan ruangannya. Ronny membeberkan bahwa barang yang lunak ditempatkan di bagian depan ruang roofbox.
“Barang yang di bagian tengah adalah barang terberat dan keras dan di baris selanjutnya adalah barang yang punya bobot ringan,” lanjutnya.
Lebih jauh lagi penataan ruangnya juga harus diperhatikan. "Barang yang lunak ditempatkan di bagian paling depan, sedangkan barang terberat dan keras di bagian tengah dan terakhir adalah barang yang ringan dengan komposisi 25-50-25. Setelah semua tertata kemudian barang diikat dengan erat di dalam roofbox,” rinci Ronny.
Kondisi ini diberlakukan dengan tujuan supaya distribusi berat pada saat pengereman dan pertimbangan konstruksi roofboks itu sendiri.
Dengan komposisi seperti itu maka distribusi berat barang lebih merata dan konstruksi susunannya kuat. (SS)
