Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Toyota Bikin Camry Dual Engine, Tapi Bukan Yang Pertama

Toyota Camry dual engine Super Taikyu diperkenalkan untuk balap ketahanan, meski konsep mobil bermesin ganda sudah ada sejak 1907.
Berita
Rabu, 10 Juni 2026 18:40 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Suzuki Escudo Twin Engine di ajang Pikes Peak (Foto :1.sndcdn.com)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Toyota Gazoo Racing belum lama ini memperkenalkan Camry 7 silinder. Mobil yang bakal berlaga di ajang balap ketahanan 24 jam Super Taikyu ini punya dua mesin, 3 silinder di depan dan 4 silinder di belakang.

Ini merupakan adu ilmu mekanik yang sesungguhnya, di mana untuk menggoperasikan dua mesin dalam satu mobil bukan suatu yang simpel dan mudah.

Namun tahukan Anda bahwa konsep dua mesin Toyota itu bukan sesuatu yang baru. Bahkan sudah ada sejak 1907, walau punya beragam peruntukan dan kondisinya cukup berbeda. 

Konsep Two Engine Masa Awal

Howard O. Carter membangun mobil dua mesin tahun 1907. Tujuannya untuk mengatasi frustrasi utama pada masa awal otomotif di mana durabilitas mesin masih jelek dan banyak mengalami kerusakan teknis. 

BACA JUGA

Mengutip mac motorcity.com, menyebut alasan konsep tersebut. Dengan memasang dua mesin empat silinder independen dalam satu mobil, Carter menciptakan sistem "pengaman". Jika satu mesin rusak, maka cukup beralih ke mesin lainnya dan berkendara pulang.

Selanjutnya pada 1933, hadir Tempo menggulirkan ide dengan menempatkan dua mesin, masing-masing di bagian depan dan belakang. Pabrikan Jerman ini kemudian memproduksi masal pada 1936 dan mendapatkan tugas sebagai kendaraan militer.

Konsepnya lain lagi, Tempo menyodorkan konsep ini untuk menciptakan mobil berpenggerak empat roda (All Wheel Drive) dengan mobilitas off-road yang luar biasa tanpa memerlukan poros penggerak tengah yang kompleks atau diferensial yang berat.

Citroen 2CV Salahar Twin Engine (Foto : Otodriver)

Kemudian pada 1958, Citroen memperkenalkan 2CV Sahara dengan dua mesin di depan dan belakang. Kedua mesin kecilnya dapat beroperasi secara individual atau gabungan, sehingga pengemudi dapat menggunakan penggerak roda depan, penggerak roda belakang, atau penggerak semua roda. Mobil ini cukup mumpuni melahap medan off-road namun hanya diproduksi 700-an unit saja.

Konsep 2 engine ini pun menjadi ide untuk menjadi penambah performa. Kembali ke 1935 saat Scuderia Ferrari mengelola tim balap Alfa Romeo. Enzo Ferrari dan seorang insinyur Ferrari, Luigi Bazzi mencetuskan ide dua mesin untuk melawan dominasi Mercedes-Benz dan Auto Union (Audi).

Alfa Romeo Bimotore 16C hadir sebagai monster dengan dua mesin 8 silinder inline dengan total kapasitas 6.300cc dan mampu meletup daya 540 hp. 

Sayang bobot yang berat dan keterbatasan teknologi ban saat itu menjadikan mobil ini tidak lincah dan terlalu liar untuk dikendalikan. Bimotore 16 C tidak pernah mencatatkan kesuksesan di dunia balap.

Alfa Romeo Bimotore 16C (Foto : Otodriver)

Dual Engine Paling Brutal

Pada 1966, General Motors (GM) mulai memproduksi mobil berpenggerak roda depan dengan layout mesin longituginal alias mesin memanjang ke belakang. 

Mengutip Carbuzz.com, diinformasikan kepala insinyur Oldsmobile (salah divisi brand GM) ingin menguji kekuatan transmisi AT 3 speed yang digerakkan rantai pada struktur transaxle pada unit Toronado.

Dengan bantuan Hurts sebuah produsen komponen high performance, mereka menambahkan supercharger pada mesin V8 7.0 liter dan membenamkan satu mesin yang sama di bagian belakang.

1966 Oldsmobile Toronado Hurts Hairy Olds Twin Engine (Foto : Otodriver)

Hasil karya yang dikenal sebagai Hurst Hairy Olds ini mampu menghasilkan daya 2.400 hp dan sangat brutal memutar roda depan dan belakang muscle car ini. Mobil ini lebih banyak membakar ban karetnya karena burnout dan asapnya menutupi pandangan. Akhirnya salah satu dari dua mobil tersebut terlibat kecelakaan hebat saat pengetesan, pembalap testnya menolak melanjutkan eksperimen dan akhirnya proyek tersebut berakhir.

Kiprah Di Modern Motorsport

VW Scicocco Bi-Motor

Twin engine masih menebar pesonanya. Pada 1983, Volkswagen memperkenalkan Scirocco Bi-Motor. Tujuannnya untuk menghadang Audi Quattro yang tengah meraja di ajang WRC. Prototipe Scirocco hatchback, yang ditenagai oleh dua mesin. Scirocco dilengkapi dengan dua mesin empat silinder 1,8 liter, dengan total daya 360 hp. 

Mobil ini mampu mencapai kecepatan 60 mph dalam 4,1 detik. Sistem penggerak yang kompleks, dikendalikan oleh sistem elektronik, memungkinkan pengemudi untuk memilih antara penggerak roda depan, penggerak roda belakang, atau penggerak semua roda.

Scirocco Bi-Motor tidak pernah masuk ke WRC, atau ke jalur produksi. Namun upaya ini dilanjutkan VW pada tahun 1987, ketika mereka menciptakan monster bermesin ganda lainnya. VW Golf Pike Peak Special.

VW Scirocco Bi-Motor (Foto : Otodriver)

Lancia Trevia Volumex Bimotore

Kemudian pada 1984, Lancia yang cukup bernafsu menjegal kejayaan Quattro bereksperimen dengan Trevia. Dua mesin 2.0 liter supercharged, salah satunya dipasang di area kabin penumpang. Mobil ini cukup buas, tapi mesin tambahannya sering kali kepanasan dan masalah distrubusi berat yang tidak seimbang menyebabkan Lancia menanggalkan proyek tersebut.

Lancia Trevia Volumex Bimotore(Foto : Otodriver)

VW Golf Pike Peak Special

Sekarang giliran Golf Pike Peak Special. Setelah membatalkan proyek Scirocco Bi-Motor, VW melanjutkan membangun ambisi lainnya di ajang balap tanjakan Pike Peak di Colorado.

Mobil ini dibangun menggunakan rangka ruang (space-frame) ini ditenagai oleh dua mesin GTi 1.8 liter turbocharged, masing-masing menghasilkan 340 hp. Ia juga memiliki dua gearbox terpisah sehingga, seperti Scirocco, dapat dikendarai dengan penggerak roda belakang, penggerak roda depan, atau penggerak semua roda.

Jochi Klein selaku driver, Golf awalnya memimpin di tanjakan berkerikil, memimpin catatan waktu di titik tengah. Namun, kerusakan suspensi membuat VW terhenti beberapa ratus meter sebelum garis finis.

VW Golf Pikes Peak Special (Foto : Otodriver)

Suzuki Cultus Pikes Peak Special

Suzuki menyentak dunia saat mengikuti ajang balap tanjakan Pikes Peak di 1993. Mereka menciptakan sebuah mobil yang hanya sedikit menyerupai hatchback Cultus. Mobil balap tubular ini hadir dengan posisi mengemudi di tengah, dua mesin turbo 1.6 liter dengan daya 800 hp.

Legenda reli Jepang, Nobuhiro 'Monster' Tajima menjadi drivernya dan berhasil memecahkan rekor waktu Pikes Peak. Mobil itu memenangkan kelasnya dan catatan waktunya jadi yang terkencang di semua kelas yang diadakan. 

Pada kesempatan selanjutnya mobil ini berubah kulit menjadi Escudo pada 1996 dan mampu mempertahankan dominasi ajang balap tanjakan Pikes Peak itu. (SS)

Suzuki Cultus Pikes Peak Special (Foto : Otodriver)

Tags Terkait :
Dual Engine Twin Engine Dual Motor Motorsport
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Toyota Bikin Camry Dual Engine, Tapi Bukan Yang Pertama

Toyota Camry dual engine Super Taikyu diperkenalkan untuk balap ketahanan, meski konsep mobil bermesin ganda sudah ada sejak 1907.

58 menit yang lalu


Berita
Begini Wujud Ferrari Amalfi, Sosok Pengganti Ferrari Roma

Ferrari kembali menyegarkan lini Gran Turismo-nya dengan memperkenalkan Amalfi. Begini spesifikasinya.

10 bulan yang lalu


Berita
Mazda Memperkenalkan Teknologi Unik Untuk Masa Depan

Mazda menjadi salah satu brand Jepang yang cukup unik. Ia seolah selalu mencari jalan yang beda dengan rekan-rekan Jepangnya untuk meniti masa depan produknya.

6 bulan yang lalu


Berita
Mitsubishi Destinator Terjangkau, Ini Deretan Mobil Yang Berpotensi Bersaing Harga

Harga Destinator GLS cukup menggoda dan punya potensi menggerus rivalnya dalam rentang harga Rp 350 - 400 juta.

9 bulan yang lalu


Berita
Mengulik Suzuki Fronx GX, Varian Tengah Yang Menarik

Bukan varian tertinggi, namun Fronx GX sudah dilengkapi sistem hybrid yang tak dimiliki rivalnya.

11 bulan yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Jaecoo J7 dan J8, Produk Premium Dari Chery Untuk Indonesia

Jaecoo J7 dan J8 menjadi pioner produk premium Chery di tanah air

1 tahun yang lalu

Pikap
Pikap DFSK Super Cab Mencapai 12.000 Unit Produksi Dalam Delapan Tahun

Menginjak usianya yang ke delapan, pikap yang diproduksi di Cikande, Serang Banten ini telah mencatatkan angka produksi ke 12.000 unit.

1 tahun yang lalu


Berita
Tipe Terendah Suzuki Fronx Kok Dapat Mesin Yang Lebih Bertenaga? Ternyata Ini Alasannya

Suzuki Fronx versi GL justru lebih bertenaga ketimbang GX dan SGX.

1 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mengenal Teknologi Ling Power Yang Bikin Wuling Eksion Bisa Tempuh 1.000 Km Tanpa Isi Bensin

Melalui media drive 600 km, teknologi Ling Power Wuling Eksion menunjukkan kemampuan tempuh lebih dari 1000 km dengan PHEV.

38 menit yang lalu


Berita
Toyota Bikin Camry Dual Engine, Tapi Bukan Yang Pertama

Toyota Camry dual engine Super Taikyu diperkenalkan untuk balap ketahanan, meski konsep mobil bermesin ganda sudah ada sejak 1907.

58 menit yang lalu


Berita
Menyusul Pertamina, Harga di SPBU BP Juga Ada Kenaikan

Pasokan BBM di SPBU swasta masih tersendat.

6 jam yang lalu


Mobil Listrik
Mitsubishi Ecplise Sportback EV Hadir Dengan Racikan Nissan Leaf

Nama Eclipse kembali digunakan, kali ini hadir sebagai sosok sportback EV yang merupakan rebadge dari Nissan Leaf.

6 jam yang lalu


Berita
Pertamax 92 Dan Pertamax Green 95 Alami Kenaikan Harga

Harga Bahan Bakar Minyak alias BBM non solar mengalami penyesuaian.

10 jam yang lalu