Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

Ini Alasan Barang Bawaan Di Mobil Overload Dilarang

Bisa berpotensi kecelakaan tunggal, mobil bisa terbalik dan lain sebagainya.
Tips
Kamis, 3 April 2025 10:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Perhatikan daya topang mobil secara keseluruhan demi keselamatan dan kenyamanan berkendara. (Foto: Rangga Dwi Anggradin)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Sudah jadi ‘tradisi’ di masa liburan Lebaran banyak mobil yang bermuatan berlebih. Baik diisi barang maupun penumpang.      

Khusus bagi barang bawaan, jamak setiap jengkal ruang yang tersedia di kendaraan bisa terisi penuh. Termasuk bagian atap disulap menjadi bagasi ekstra untuk mengakomodir barang bawaan yang membeludak.

Padahal kondisi itu bukan hanya mempengaruhi kenyamanan mengemudi tapi juga membahayakan.

Berdasarkan catatan Otodriver, Sony Susmana, pentolan Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) pernah menyebutkan, “Membawa beban berlebihan saat mudik jelas membuat keseimbangan kendaraan jadi terganggu dan berimbas pengemudi akan repot mengendalikannya. Utamanya terkena gejala body roll, bouncing atau yawing saat bermanuver atau pada kecepatan di atas 80 km/jam

BACA JUGA

Diingatkan lagi, ada faktor selain handling yang ikut terimbas dari kelebihan muatan, yaitu masalah performa dan konsumsi bahan bakar. 

Karena adanya beban berlebih maka mesin harus bekerja lebih keras agar tetap berada dalam rentang torsi maksimum, kalau sudah begini tentu bahan bakarpun ikut mengucur lebih deras.  

Akan lebih parah bila medan yang dihadapi adalah tanjakan, Anda harus menyiapkan momentum yang tepat agar kendaraan tetap terjaga kecepatannya. Karena akselerasi kendaraan yang overload akan jauh lebih lamban dibanding kondisi normal.

Perhatikan daya topang beban kendaraan  

Sebelum mulai menumpuk barang dan penumpang di mobil sebenarya bisa dilakukan kalkulasi sederhana agar mobil bisa dikendarai dengan nyaman dengan beban maksimalnya yang sesuai rekomendasi pabrikan. 

Silakan pelajari soal payload atau batasan aman beban yang dapat diusung oleh kendaraan. Angkanya dapat diketahui bila telah menemukan berat bersih atau Curb Vehicle Weight (CVW), dan berat kotor alias Gross Vehicle Weight (GVW) yang biasanya tercantum di buku panduan pemilik.

CVW sendiri adalah bobot kendaraan siap pakai yang di dalamnya sudah termasuk oli, air pendingin, bahan bakar, toolkit, dan ban serep. Tetapi CVW belum termasuk beban orang dan barang bawaan. Jadi GVW adalah berat CVW yang sudah ditambah muatan dan penumpang. 

Rumus untuk mencari payload adalah dengan mencari hasil dari berat kotor dikurangi berat bersih (GVW - CVW). Sebagai contohnya adalah bobot dari beberapa Low MPV yang ramai beredar di jalanan berikut ini.

Misalnya pada Suzuki New Ertiga, CVW-nya sebesar 1.160 kilogram dan GVW yang ditetapkan yaitu 1.775 kilogram. Maka angka payload-nya sebesar 615 kilogram. 

Bagaimana kalau tetap harus bawa banyak barang?

Nah, kalaupun tidak bisa menghindari menbawa barang bawaan yang banyak, terlebih saat arus balik dimana oleh-oleh akan mendominasi barang bawaan perlu ada siasat berkendara. 

Pertama, laju kendaraan terkendali dan tidak bermanuver mendadak. Membawa beban lebh akan membuat manuver mendadak menjadi sulit dikendalikan. Cukup sering terjadi kecelakaan tunggal sebuah mobil terbalik akibat manuver drastis sembari bermuatan maksimal. 

Kedua, waspada selalu jarak pengereman yang semestinya lebih panjang. 

Bisa dilakukan perkiraan maya bahwa dengan muatan yang lebih maka dalam sekali pengereman akan membutuhkan waktu sekitar 5 detik, jika sekiranya itu sulit dipenuhi maka silakan ambil jarak lebih jauh lagi dengan kendaraan di depan. 

Itu akibat adanya gaya inersia atau lontar yang dimiliki mobil dengan bobot berlebih sehingga kinerja rem jadi tidak maksimal. (EW)

Cermati kondisi medan, rute yang berliku bikin body roll jadi lebh berlebih jika mobill bermuatan lebih (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Mudik Arusbalik Overload Barangbawaan Safetydriving
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mendagri Terbitkan Surat Edaran Pembebasan Pajak Bagi EV

Mendagri terbitkan surat edaran pembebasan pajak EV. Instruksi ke kepala daerah bebas PKB dan BBNKB kendaraan listrik, tindak lanjut Perpres 79/2023.

2 minggu yang lalu


Berita
Pemakaian SPKLU Selama Musim Lebaran 2026 Naik 4 Kali Lipat, Ini Alasannya

Lonjakan pemakaian SPKLU mudik Lebaran 2026 4 kali lipat dari 2025, capai 303.234 transaksi dan 7,16 juta kWh, ungkap Direktur Utama PLN.

1 bulan yang lalu

Tips
Ini Lima Langkah Cek Kondisi Mobil Listrik Ala Geely Pasca Perjalanan Jauh

Agar kondisi kendaraan tetap prima utuk dipakai kembali dalam perjalanan harian

1 bulan yang lalu

Berita
Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 Karena Pendekatan Akademik

Penerapan kebijakan manajemen lalu lintas berdasarkan olah data aktual di lapangan.

1 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Luxeed R7 REEV Tertangkap Kamera Tanpa Kamuflase Di Jalanan Indonesia

Sesosok mobil yang diduga Luxeed R7 nampak telanjang melintas di timur Jakarta.

4 jam yang lalu


Berita
Chery Q Meluncur Hari Ini, Begini Spesifikasinya

Spesifikasi Chery Q Indonesia mencakup dimensi panjang 4.195 mm, lebar 1.811 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Hatchback EV ini dirancang lincah untuk penggunaan perkotaan.

5 jam yang lalu


Berita
Detik-Detik Peluncuran Mobil Baru BYD Di Indonesia

Peluncuran BYD M6 DM Indonesia semakin dekat setelah situs resmi BYD mencantumkan model PHEV baru ini. Teaser menunjukkan peluncuran hari ini pukul 18.00 WIB.

6 jam yang lalu


Berita
Dua Model Ini Akan Menjadi Tumpuan Honda Di Masa Depan

Honda tetap bersaing dalam teknologi elektrifikasi lewat kehadiran beberapa line up hybrid mereka di masa depan.

7 jam yang lalu


Bus
Bodi Grantour Semakin Banyak Populasinya

Bodi Grantour Hino Bus 115 SDBL semakin populer di kalangan operator pariwisata, menjawab kebutuhan armada medium dengan desain nyaman dan efisien.

8 jam yang lalu