Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaTips

4 Kondisi ini Jadi Penyebab Pecah Ban

Salah satu penyebabnya bahkan karena akibat bekas tambalan.
Tips
Senin, 16 September 2019 13:00 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kecelakaan dikarenakan pecah ban kembali terjadi Minggu pagi (15/09) di tol Jagorawi telah merenggut korban jiwa sebanyak 3 orang. Kejadian pecah ban sudah berulang kali terjadi, jika dilihat dari sisi pembuat ban, adalah hal yang cukup sulit untuk membuat ban pecah.

“Memecahkan ban itu sangat sulit. Semua pabrikan ban pasti melakukan berbagai test untuk urusan kekuatan ban, antara lain test endurance, test high speed, test plunger, test bead unseating dan beberapa test lagi,” terang Zulpata Zainal  On Vehicle Test PT Gajah Tunggal saat dihubungi, Minggu kemarin (15/9).

Foto: Danu

“Selain itu, ada tes terhadap material ban sebelum jadi ban dan semua cukup ketat dilakukan. Perlu berhari-hari untuk melakukan pengetesan ban dan membuatnya benar-benar pecah,” sambungnya.

Namun Pak Zul, demikian ia akrab disapa, mengatakan bahwa ban bisa pecah karena beberapa kemungkinan. Bahkan kondisi ini kerap ditemui dan dianggap hal yang biasa dalam keseharian. Berikut adalah kondisi yang bisa jadi penyebab malapetaka pecah ban.

1. Ban tidak sesuai dengan rekomendasi

Seringkali dalam saat memilih membeli ban tidak mengindahkan rekomendasi  spesifikasi yang sudah ditentukan oleh pabrik kendaraan. Terlebih berhubungan dengan load index, atau kemampuan tiap ban dalam memikul beban. Gunakan ban dengan spesifikasi yang minimal sama atau lebih dari yang disarankan pabrikan kendaraan.

2. Tekanan ban kurang

Tekanan ban tidak boleh kurang dari angka yang dianjurkan. Sesuaikan dengan angka yang telah ditetapkan oleh pabrikan. Cek tekanan ban dalam kondisi dingin atau sebelum jalan.

Ban dengan tekanan angin di bawah standar akan memicu temperatur udara di dalam ban lebih tinggi dan mengembang. Dalam kondisi panas maka kawat pada ban akan ikut memuai dan memicu terjadinya pecah ban. Selain itu, berdasarkan uji coba, ban yang kehilangan tekanan 1 bar akan membuat ban dalam keadaan unsitting pada dinding pelek, artinya, ban bisa copot dari pelek.

3. Kelebihan Beban

Ban punya batasan dalam mengangkut beban dan batasan tersebut jangan sampai dilampaui. Beban maksimal disesuaikan dengan kapasitas yang disarankan pabrikan kendaraan atau yang  biasa disebut Gross Vehicle Weight (GVW).

4. Kondisi Tambalan Ban

Kondisi ini berlaku pada model ban tubeless. Teknik tambal ban model tusuk atau string tubeless dilakukan dengan memperbesar lubang bocor. Jika tambalan tersebut mengenai konstruksi serat baja terputus maka ban tersebut sudah cacat. Selain itu tambalan ban menjadi titik masuknya kotoran dan air yang memicu korosi pada serat baja pada ban.


Tags Terkait :
Ban Pecah Ban Kecelakaan
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait


Tips
Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.

5 bulan yang lalu

Tips
Pasang TPMS Di Mobil Kita, Bisa Mendeteksi Dini Sebelum Ban Pecah

Tekanan ban masih sering terabaikan meskipun bisa menyebabkan kecelakaan fatal. Ada solusi yang mudah untuk mengeceknya.

6 bulan yang lalu


Truk
Perhatikan Tekanan Angin Ban, Agar Mobil Komersial Anda Tetap Hemat BBM

Tekanan angin yang berkurang maupun berlebih berpotensi menimbulkan kecelakaan. Perhatikan hal ini.

1 tahun yang lalu


Bus
Bus-Bus Mercedes-Benz Bisa Manfaatkan Bengkel Siaga Yang Disediakan Pabrikan

Ada tujuh lokasi bengkel siaga dan enam lokas titik servis sepanjang mudik lebaran.

1 tahun yang lalu


Truk
Apa Itu Truk ODOL?

Salah satu 'biang kerok' rusaknya banyak jalan di Indonesia

1 tahun yang lalu


Truk
Begini Prakondisi Sebelum Mengemudikan Truk Axor

Bagian dari upaya berkendara secara profesional

1 tahun yang lalu


Berita
Ramp Check Polres Trenggalek: Sambangi Langsung Pool Bus Pariwisata

Dilakukan juga serentak di beberapa daerah

2 tahun yang lalu


Berita
Lagi, Bus Gagal Hindari Kendaraan Lain Di Tol Sebabkan Nyawa Hilang

Operator bus tidak bisa lepas tangan atas perangai sopir

2 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

6 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

7 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

8 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

8 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

10 jam yang lalu