Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityPikap

Daihatsu Hi-Max Tak Laku Karena Tak Sesuai Kebutuhan Konsumen

Hi-Max merupakan potret yang menunjukkan bahwa tidak selalu kesuksesan penjualan di suatu negara akan sama di negara lainnya.
Pikap
Jumat, 31 Januari 2020 17:35 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Di pasar Indonesia nama Daihatsu berkibar sebagai produsen kendaraan komersial. Seperti ungkapan ‘tak ada yang sempurna di dunia ini’, pabrikan berlogo D ini punya Hi-Max yang jualannya cukup menyedihkan dan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Di sepanjang 2019 silam, kendaraan bermesin 3 silinder 998cc ini hanya mencatat angka wholesale 95 unit saja, yang terdiri atas 30 unit versi standard an 65 unit versi AC dan power steering (data GAIKINDO)

Sedangkan pada 2018, Daihatsu masih mampu mencetak penjualan wholesale 145 unit dengan rincian 47 versi Standard dan 98 unit versi AC/power steering. Angka ini semakin jauh lagi jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang masih gagah dengan angka 186 untuk versi Standard dan 254 unit versi AC/Power steering dengan total 440 unit. Artinya ada penuruan jumlah penjualan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.

BACA JUGA

Walau demikian, pihak PT Daihatsu Astra Motor (ADM) sepertinya belum berniat untuk menghentikan penjualan pikap mini ini. Sampai saat ini Hi-Max masih terpampan di situs resmi ADM dengan bandrol mulai Rp 107.750.000 hingga Rp 115.750.000 harga OTR Jakarta.

Jika melihat dari spesifikasi dan kualitasnya, sebenarnya Hi-Max bukanlah pikap yang jelek. Kegagalannya lebih dikarenakan oleh ketidaksesuaian dengan target market di Indonesia. Hal ini diakui oleh Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT ADM, saat ditemui beberapa waktu lalu. “Hi-Max dianggap nanggung dari segi ukuran dan kapasitas angkut. Pasar Indonesia menginginkan kendaraan angkut yang lebih besar dan mampu angkut barang lebih banyak,” terang Amel. “Orang cenderung menggeser pilihannya ke produk lain seperti Gran Max,” sambungnya.

Daihatsu Hijet jadi salah satu mini truck paling laris di Jepang 

Hi-Max pertama kali dikenalkan di Indonesia pada 10 November 2016. Pikap ini menggunakan basis Daihatsu Hijet versi Jepang. Di Indonesia Hi-Max ditawarkan dalam dua varian yakni Standard (tanpa AC dan power steering) dan versi AC dan powersteering.

Perbedaan mencolok terdapat pada mesin yang digunakan. Hijet termasuk Kei-Car yang hanya boleh menggotong mesin 660 cc (non-turbo maupun turbo). Untuk menyesuaikan dengan pasar Indonesia, mesin diganti dengan 1KR-DE bervolume 998 cc yang juga digunakan pada unit Alya.

Daihatsu Hijet boleh sukses besar di pasar domestik Jepang, tapi ketika konsep kendaraan komersial mini ini dibawa ke Indonesia, nampaknya hal tersebut tidak memenuhi kebutuhan konsumen di sini.


Tags Terkait :
Daihatsu Hijet Daihatsu Hi-Max Mini Truck
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Pikap
Unik Nih, Seperti Ini Tampang Daihatsu Hijet Double Cabin

Dilihat dari depan, tampangnya memang beda dari Hijet pikap yang jadi kembaran Hi Max. Tampang Hijet Deckvan lebih modern dengan kesan layaknya citycar

5 tahun yang lalu


Pikap
Keren, Modifikasi Daihatsu Hijet Truck Di Tokyo Auto Salon 2021

Ada dua unit Hijet yang dimodifikasi oleh Daihatsu untuk event ini.

5 tahun yang lalu


Berita
Daihatsu Rayakan Ultah Ke-60 Varian Hijet, Ini Sejarah Singkatnya

Ditilik dari sejarahnya, Hijet yang keluar tahun 1960 merupakan kelanjutan dari kendaraan niaga Daihatsu lainnya, yakni Midget yang dikenal di Indonesia sebagai Bemo.

5 tahun yang lalu


Pikap
Toyota Pixis Truck Kembaran Hi Max Yang Punya Banyak Aksesoris

Secara tampilan, Pixis Truck memiliki kemiripan dengan Hi Max. Terlihat dari bentuk keseluruhannya yang mengotak juga headlamp dan grill yang mirip.

5 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Beban Subsidi Makin Besar, Tarif Transjakarta Bisa Naik

Wacana kenaikan tarif Transjakarta mengemuka akibat subsidi APBD membengkak hingga Rp9.000-10.000 per penumpang. Pendapatan tiket hanya tutup 14% biaya operasional.

13 jam yang lalu

Truk
Mitsubishi Fuso Akhirnya Rambah Wilayah Kolaka

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors resmikan Fuso Service Center Kolaka pertama di Sulawesi Tenggara, dukung zero downtime armada pertambangan nikel dan perkebunan sawit.

1 hari yang lalu

Bus
Hari Ini Saja, Naik Transjakarta Bayar Rp1 Untuk Semua Rute

Tarif Rp1 Transjakarta semua rute hari ini berlaku untuk BRT dan Non BRT, rayakan Hari Angkutan Nasional 2026 hingga 23.59 WIB.

1 hari yang lalu


Pikap
Daihatsu Gran Max Masih Kuasai Pasar Pikap Ringan Nasional

Daihatsu Gran Max kuasai pasar pikap ringan 2025 dengan 56% pangsa Low Pick Up (14.849 unit) dan 92% Low Semi Commercial hingga Mei.

2 hari yang lalu


Bus
Uji BBM B50 Akan Selesai Bulan Depan, Diberlakukan Juli 2026

Hasil sementara pengujian menunjukan potensi pemakaian yang positif.

3 hari yang lalu