Menu


Terhubung Bersama Kami

OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Bustruck.id. All rights reserved.
BerandaMobilityBus

Bus Listrik Lokal Sudah Semakin Sempurna

Perlu dukungan pemerintah untuk mengecilkan keran impor bus listrik
Bus
Rabu, 23 Juli 2025 10:20 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Kapasitas terpasang industri karoseri nasional untuk rakit bus listrik masih 'melimpah' (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


BUS-TRUCK – Dalam perhelatan GIIAS 2024, Direktur Teknik Karoseri Laksana, Stefan Arman, pernah mengungkapkan bahwa industri karoseri nasional sudah siap membangun bus listrik. Sehingga tidak diperlukan lagi impor utuh atas bus listrik.

”Meskipun ada detail-detail yang berbeda dibandingkan membangun bus konvensional seperti soal jalur-jalur kelistrikan, namun secara prinsip bukanlah hal yang berat,” ungkapnya waktu itu (18/7).

Hal itu kemudian dibuktikan lagi beberapa waktu lalu (15/7), sebuah bus listrik ukuran medium dengan kode model Nucleus 6 dirilis resmi di markas Laksana di Ungaran, Jawa Tengah. 

BACA JUGA

Membangun bodi bus di atas sasis listrik jelas kegiatan yang butuh sejumlah siasat. Bagaimana tidak, Stefan Arman menyebutkan bahwa untuk bobot dari baterai saja sudah mendominasi sampai 30 persen dari keseluruhan bobot bus nantinya. 

Hal itu sesuai dengan regulasi bobot serta dimensi bus ukuran medium di Indonesia. Dimana regulasi menyebutkan untuk GVM (Gross Vehicle Weight) atau diberi kode JBB ada di rentang 5.000 sampai 8.000 kilogram.  

Panjang bus tidak lebih dari 9.000 milimeter, lebar maksimal harus 2.100 milimeter, dan tinggi tidak boleh lewat dari 1,7 kali lebar kendaraan. 

Pemakain bahan ringan untuk rakit bus listrik sudah banyak tersedia di dalam negeri, satu unit bus listrik ukuran medium harganya mulai dari Rp600 jutaan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Pakai material yang berbeda dibandingkan bus bermesin fosil 

Lebih detail lagi hal itu diterangkan oleh Manager Product Engineering Laksana, Hadi Kustanto, ”Semua spesifikasi teknis disesuaikan dengan regulasi dari pihak Transjakarta, kemudian komponen-komponen sasis dikirimkan untuk dirakit dan setelah utuh sebagai sebuah sasis baru dikirim ke Laksana.” 

Pola kerja itu, menurut Hadi, merupakan proses standar yang juga dilakukan oleh penyedia sasis atas produk bermesin diesel. Karena pihak Laksana tidak menangani perakitan sasis bus. 

Proses selanjutnya tentu ‘menantang’ karena setelah soal sasis, maka struktur bodi jadi sektor yang krusial. “Kita harus memilih material yang ringan, karena yang berat bisa membuat jumpal penumpang jadi berkurang. Pilih material yang ringan untuk mengompensasi baterai yang berat tadi,” jabar Hadi. 

Sejurus kemudian diterangkan oleh pria yang mulai berkarier di Laksana sejak tahun 2000 itu, struktur bodi atau kerangka memakai bahan stainless steel. Material alminium dipakai untuk bodi sekeliling bus.

Pemakaian bahan yang ringan ditegaskan oleh Hadi juga dipilih untuk interior seperti jok, plafon, bahkan sampai pelapis lantai. “Tidak bisa begitu saja bahan yang dipakai untuk bus mesin diesel dipakai buat bangun bus listrik.”

Baterai sudah mendominasi sampai 30 persen dari berat bus secara keseluruhan (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Baca juga: Akhirnya, Bus Listrik Dapat Insentif Dari Pemerintah

Baca juga: Pemerintah Terus Mendorong Bus Dan Truk Beralih Ke EV

Industri karoseri lokal sudah mampu rakit bus listrik dengan standar dunia 

Di perhelatan yang bertepatan perayaan Hari jadi Laksana yang ke-48 itu, diuraikan juga oleh  Stefan, bahwa pihaknya memang secara khusus berupaya merespon tren global atas elektrifikasi transportasi publik. 

Bukan hanya itu, untuk Nucleus 6 pihak Laksana sudah bisa mendapatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sampai 41 persen. Pencapaian itu dijanjikan untuk terus ditingkatkan porsinya. 

Ia juga menyebutkan, salah satu upaya itu diwujudkan lewat pendirian Learning Center di area pusat produksi mereka di Ungaran tersebut. 

“Ini jadi cerminan komitmen kuat kami dalam menghadirkan produk bus listrik utuh yang dirancang dan diproduksi oleh talenta lokal yang siap bersaing di pasar domestik maupun regional,” pungkasnya. (EW)

Untuk struktur bodi bus lsitrik memakai bahan stainles steel, bodinya berbahan aluminium (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Tags Terkait :
Laksana Karoseri Buslistrik
Bagikan Ke :


Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Bus
Karoseri Laksana Kembali Menghadirkan Bus Single Glass

Karoseri Laksana asal Ungaran, Jawa Tengah pekan ini merilis bus baru yang mengandalkan body Legacy SR2 tapi versi single glass.

4 tahun yang lalu


Bus
Pesanan Lancar, Ini Jajaran Unit Rilis Laksana...

Didominasi bus Legacy SR3

2 tahun yang lalu


Bus
Cara Gampang Mengenali Bus-bus Baru Laksana

Hanya ubahan minor di bodi

2 tahun yang lalu

Bus
Bocoran Lengkap 9 Bus Adiputro vs 6 Bus Laksana di GIIAS 2023

Keduanya menempati booth yang saling berhadapan

2 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Transjabodetabek Akan Naik Signifikan

Akan diawali tarif baru untuk rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta.

5 jam yang lalu


Truk
Peran Karoseri Bagi Mercedes-Benz Tak Hanya Identik Untuk Bus

Pasang bodi tambahan di atas sasis truk juga butuh penanganan khusus.

1 hari yang lalu


Bus
Indonesia Stop Impor Solar Bulan Juli 2026, Akan Diganti B50

Indonesia stop impor solar Juli 2026 diganti B50. Pemerintah akan menerapkan biodiesel 50 persen berbasis sawit mulai 1 Juli 2026 untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

1 hari yang lalu

Bus
Ini Jumlah Bus di Seluruh Indonesia Bulan Juni 2026

Data per 1 Juni 2026 mencatat 313.385 unit bus di seluruh Indonesia. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga provinsi dengan populasi bus terbanyak.

1 hari yang lalu


Bus
DCVI Terus Bina Teknisi Muda Spesialis Kendaraan Komersial

Sebagai bagian dari konsistensi pelayanan purna jual yang berstandar global.

1 hari yang lalu