Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Begini Cara Charging EV Yang Baik Dan Bikin Baterai Awet

Cara charging EV agar baterai awet: hindari fast charging, isi 30-80%, prioritaskan home charging AC. Tips dari ekspert EVSafe Indonesia.
Mobil Listrik
Kamis, 7 Mei 2026 17:40 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko
Cara charging pengaruhi usia baterai (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Baterai merupakan salah satu bagian vital sekaligus merupakan bagian termahal dari sebuah EV.

Beberapa sumber mengatakan bahwa baterai menyumbang 30% hingga 40% dari total biaya produksi kendaraan tersebut.

Bagi pengguna mobil listrik kesehatan baterai EV jadi kunci, supaya bisa digunakan dalam waktu yang lama. Cara charging menjadi kunci dari keawetan baterai.

“Suhu, charging speed dan depth of discharge (DOD) atau kedalaman pelepasan menjadi faktor supaya baterai awet,” terang Sustainability Mobility Expert dan co-Founder EVSafe Indonesia, Mahaendra Gofar saat dihubungi Otodriver, Rabu(06/05/2026).

BACA JUGA

“Pengecasan cepat atau fast charging (DC) lebih berpotensi menimbulkan panas dibandingkan dengan pengecasan home charging (AC),” papar Gofar.

Lebih jauh lagi, pria yang pernah berkarir di salah satu brand mobil Eropa ini menambahkan bahwa fast charging apalagi ultrafast charging dapat membuat degradasi (penurunan kondisi baterai) akan relatif lebih cepat.

Strategi pengecasan

Untuk menjaga kesehatan baterai, perlu diperhatikan juga pola pengecasan. Baterai dalam kondisi baterai sudah tiris alias nyaris kosong disarankan untuk dihindari.

“Semakin tipis kondisi setrum yang tersisa pada baterai, maka semakin dalam pelepasannya. Kondisi ini membuat stres pada baterai. Ujung-ujungnya baterai lebih cepat panas dan usianya jadi lebih pendek,” lanjutnya.

Pengisian baterai sangat dianjurkan untuk dilakukan pada 30% hingga 80%. “Lebih baik melakukan beberapa kali pengecasan dengan indikator kapasitas energi atau SOC (state of charge) pada rentang angka tersebut, dibandingkan mengisi baterai terlalu tiris dan juga terlalu penuh. Ini akan menimbulkan panas yang lebih tinggi,” bebernya.

Fast charging berpotensi bikin baterai degradasi (Foto : Otodriver/49)

Lebih bagus slow charging 

Seperti sudah disinggung di atas, bahwa pengecasan cepat lebih berpotensi menimbulkan panas lebih tinggi dibanding pengecasan lambat. 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model pengecasan AC yang biasa dilakukan di rumah (home charging) lebih disarankan.

“Maka mode pengecasan AC memiliki kecepatan charging lebih lambat (slow/bisa juga dikatakan normal charging dianjurkan, suhu baterai akan tetap terjaga dan hal ini membantu memperpanjang masa pakai baterai,” tutupnya. (SS)


Tags Terkait :
Charging DC Charging AC Charging
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Komparasi
Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7, Adu SUV Listrik AWD Rp 800 Jutaan

Toyota bZ4X Touring vs BYD Sealion 7 AWD harga Rp 800 jutaan dibandingkan dari sisi dimensi, baterai, tenaga, ground clearance, dan jarak tempuh SUV listrik dual motor.

2 hari yang lalu


Berita
Muncul di GIIAS 2026, ORA 5 Bukan Sekadar ORA 03 yang Dibesarkan

Debut GWM ORA 5 di GIIAS 2026 memperkenalkan SUV listrik dengan dimensi lebih besar dari ORA 03. Model ini memiliki panjang 4.471 mm dan wheelbase 2.720 mm.

3 hari yang lalu

Berita
Kia Pamerkan Fleksibilitas PV5, Hadirkan Medical Purpose Vehicle di GIIAS 2026

Kia PV5 Medical Purpose Vehicle GIIAS 2026 ditampilkan sebagai kendaraan kesehatan bergerak hasil kolaborasi dengan Eka Hospital dan mitra lainnya.

6 hari yang lalu


Berita
Fokus Pada Fungsionalitas, Wuling Aira ev Pangkas Fitur WIND

Wuling Aira ev tanpa fitur WIND untuk mengutamakan fungsionalitas. Fitur voice command dihilangkan agar harga lebih kompetitif, dengan target di bawah Rp 200 juta.

1 bulan yang lalu


Mobil Listrik
VinFast VF2 Meluncur Dengan Harga Mulai Rp 120 Jutaan, Adik VF3 Berdimensi Lebih Mungil

Harga VinFast VF 2 di Vietnam sekitar Rp 128 juta. Mobil listrik mungil ini resmi meluncur dengan dimensi lebih kecil dari VF 3 dan jarak tempuh 210 km.

1 bulan yang lalu


Berita
Intip Spesifikasi Denza B8 Yang Sebentar Lagi Melantai Di Malaysia

Denza B8 akan meluncur di Malaysia 21 Mei. SUV PHEV berbasis Fangchengbao Bao 8 ini hadir dengan tenaga 578 PS, range 905 km, dan fitur off-road DMO serta suspensi hidraulis.

3 bulan yang lalu


Mobil Listrik
Begini Cara Charging EV Yang Baik Dan Bikin Baterai Awet

Cara charging EV agar baterai awet: hindari fast charging, isi 30-80%, prioritaskan home charging AC. Tips dari ekspert EVSafe Indonesia.

3 bulan yang lalu


Berita
Toyota RAV4 PHEV Bakal Hadir Di Eropa, Range EV Tembus 136 Km!

Toyota RAV4 generasi keenam resmi diperkenalkan di pasar Eropa. Membawa pembaruan besar di sektor teknologi sekaligus peningkatan pada sistem plug-in hybrid.

3 bulan yang lalu


Terkini

Berita
Spesialis Car Audio Premium Dari Bandung Siap Tangani EV

Menyediakan paket penambah kualitas in car entertainment secara plug and play

56 menit yang lalu


Berita
Interior BYD Atto 1 Facelift Terkuak Di Cina

Interior BYD Atto 1 Facelift Bocor, Layar Instrumen Pengemudi Dihilangkan

9 jam yang lalu


Berita
Pemerintah: Penjualan Mobil Naik 33,3 Persen, Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh di Atas 40 Persen

Penambahan jumlah SPKLU masih menjadi tantangan terbesar elektrifikasi kendaraan di Indonesia

9 jam yang lalu


Berita
Land Rover Bikin Defender Dakar, Versi Jalan Raya yang Justru Lebih Bertenaga dari Mobil Relinya

Land Rover memperkenalkan Defender Dakar sebagai versi jalan raya dari D7X-R pemenang Reli Dakar 2026, dengan tenaga 626 hp yang melebihi versi balapnya.

17 jam yang lalu


Berita
Versi Penyegaran Ketiga Suzuki XL7 Diserahkan ke Konsumen. 16 Hari Raih SPK 1.300 Unit

Penyegaran ketiga XL7 ini tetap memberikan daya pikat yang besar

21 jam yang lalu