OTODRIVER – Selain penggerak listrik, merek-merek asal Tiongkok kini mulai merambah ke penggerak plug-in hybrid. Langkah ini awalnya diinisiasi oleh brand Chery dengan meluncurkan Tiggo 8 CSH, kemudian Jaecoo dengan J7 dan J8, dan juga Geely dengan Starray.
Kini setelah BYD meluncurkan M6 DM-I, salah satu merek Cina tertua di tanah air yakni DFSK juga mulai bermain di segmen PHEV. Mereka baru saja memperkenalkan E5 Plus kepada awak media, (15/06/2026).
Lantas, apakah yang menyebabkan DFSK juga terjun di segmen PHEV? Alexander Barus selaku CEO PT Sokonindo Automobile menjelaskan bahwa pihaknya kini sudah mulai berani memasukkan berbagai jenis model elektrifikasi lantaran konsumen di Indonesia mulai paham dengan teknologi elektrifikasi.
“Kami amati dalam empat tahun terakhir, kira-kira di 2021-2022 itu orang masih berpikir dan bertanya-tanya tentang EV. Di 2023 sudah mulai mengerti, 2024 orang membeli dan 2025 tidak ada lagi keraguan,” kata Alexander Barus, di Jakarta, Senin (15/6).
Lebih jauh lagi, Alexander mengungkapkan bahwa E5 Plus ini memiliki berbagai kelebihan dan siap bersaing dengan berbagai model di tanah air.
“Jadi bisa lebih dari 1.300 kilometer tanpa isi tangki. Keunggulan berikutnya, fiturnya banyak ya. Bukan hanya mobil pribadi tetapi juga mobil keluarga,” tambahnya.
“Makanya kenapa kita hadirkan PHEV dulu. Dan kita lihat siapa-siapa saja yang main di PHEV tadi, kita bandingkan fitur-fiturnya,” tutupnya.
Sedikit berkenalan dengan DFSK E5 Plus, model ini sebenarnya sudah ada di Tiongkok dengan nama Seres E5 Plus. SUV satu ini punya dimensi panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 2.785 mm.
Untuk penggeraknya, model ini dilengkapi dengan mesin bensin berkapasitas 1.500 cc naturally aspirated berpadu dengan motor listrik bertenaga 174 hp. Namun kapasitas baterainya tidak disebutkan.
Berdasarkan spesifikasi di Tiongkok, model ini sanggup berjalan tanpa menelan bensin sejauh 100 km dan jarak tempuh terjauhnya 1.150 km. (AW)
