Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Kendaraan Listrik Diprediksi Menguasai Pasar Global Hingga 86 Persen Pada Tahun 2030

Hal tersebut berdasarkan temuan institusi dengan berbagai pertimbangan yang ada.
Mobil Listrik
Jumat, 22 September 2023 09:00 WIB
Penulis : Afrizal Abdul Rahman


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER- Transisi kendaraan listrik di dunia mengalami peningkatan signifikan, dan diprediksi akan menguasai pasar global 62-86 persen pada tahun 2030.

Dikutip dari laman Arenaev, angka tersebut keluar berdasarkan sebuah laporan dari Rocky Mountain Institut (RMI) yang melihat gairah elektrifikasi mulai terlihat. 

Berdasarkan data yang ada, RMI melihat sejak tahun 2020 hanya 5 persen mobil listrik yang terjual, angka tersebut meningkat hampir tiga kali lipat menjadi 14 persen pada tahun 2022.

Bukan tanpa alasan, menurut laporan yang ada berbagai negara memiliki pangsa pasar yang juga terus meningkat. Sebut saja Norwegia yang kini mencapai 71 persen, Tiongkok 27 persen dan di negara Eropa lainnya mencapai 20,8 persen, bahkan beberapa negara terus mengejar ketertinggalannya. 

BACA JUGA

Lantas tak sedikit yang bertanya mengapa perubahan ini sangat signifikan? Menurut laporan RMI tak lain karena perekonomian, dimana banyak kendaraan listrik telah mencapai titik dimana total kepemilikannya bersaing dengan ICE. 

Tak hanya faktor ekonomi saja, terdapat pula pendorong lain termasuk pabrik baterai dan mobil listrik yang terus bermunculan, hal ini menjadi pasok ev cukup menjanjikan. 

Selain itu kepadatan energi untuk sebuah teknologi baterai terbaru terus meningkat, bahkan mencapai enam persen setiap tahunnya. 

Temuan RMI menunjukkan bahwa permintaan mobil bertenaga bahan bakar mencapai puncaknya pada tahun 2017 dan sejak itu mengalami penurunan, berkurang lima persen setiap tahunnya.

Pada tahun 2030, kebutuhan akan minyak bisa turun sebanyak satu juta barel setiap hari. Jumlah ini sangat mengejutkan karena berkurangnya seperempat permintaan minyak global.

Meskipun memiliki prospek yang menggembirakan, perjalanan ke depan bukannya tanpa hambatan. Meningkatkan infrastruktur kelistrikan, memperluas jaringan pengisian daya, dan memikirkan daur ulang baterai menjadi tantangan yang akan menghadang. (AAR


Tags Terkait :
Kendaraan Listrik Mobil Listrik Baterai Ev Infrastruktur Studi Proyeksi Ev
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Penjualan Mobil Lesu, Toyota Masih Dominasi Penjualan Di Indonesia

Rapor gemilang lagi-lagi diraih oleh Toyota di Indonesia.

2 hari yang lalu


Berita
KOLEKSI Soroti Mitos Kebakaran Mobil Listrik, Dorong Edukasi dan Standar Keselamatan Nasional

Isu kebakaran baterai masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam percepatan adopsi kendaraan listrik di tanah air.

1 hari yang lalu

Bus
Transjakarta Tunda Kenaikan Tarif, Karena Kondisi Ekonomi Belum Kondusif

Subsidi untuk angkutan umum lebih penting dibandingkan untuk kendaraan pribadi.

1 hari yang lalu

Berita
Ini Perkiraan Nama-Nama Merek EV Tiongkok Yang Akan Bertahan Pasca 2030

Inovasi produk, pengembangan teknologi, sampai produksi lokal di luar negeri jadi faktor kunci.

1 hari yang lalu


Berita
VW Bangun Perakitan EV Di Indonesia?

VW jadi salah satu dari sembilan pabrikan yang bikin perakitan EV di Indonesia.

1 hari yang lalu

Berita
MG Motor Indonesia Siapkan Deretan Produk Baru Di 2026

Bakal ada kejutan di tahun 2026 menurut MG Motor Indonesia. Line up terbaru siap menunggu.

1 hari yang lalu


Berita
Pabrik Mobil Listrik VinFast di Subang Tetap Jalan, Meski Skema Insentif Dievaluasi Pemerintah

Isi Deskripsi Artikel di sini

1 hari yang lalu


Berita
Malaysia Bakal Punya Mobil Listrik Nasional

Perodua bersiap meluncurkan mobil listrik nasional Malaysia pertamanya, yakni QV-E. EV ini diklaim punya jarak tempuh 400 km dan menjadi agenda nasional negara.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Lambang Flying Lady Milik Rolls-Royce Dulunya Adalah Tutup Radiator

Rolls-Royce jadi pabrikan mobil pertama yang menjadikan ornamen pada tutup radiatornya sebagai maskot.

2 jam yang lalu


Berita
Dealer Geely Bakal Layani Konsumen Aletra

Geely saat ini tengah mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

3 jam yang lalu


Berita
Changan Akan Hadirkan Produk DI IIMS 2026 Meskipun Tanpa Insentif Mobil Listrik

Targetkan buka 20 dealer baru tahun ini

4 jam yang lalu


Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

15 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

17 jam yang lalu