Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Padam Listrik Pulau Jawa, Tanda Mobil Listrik Belum Siap?

Bagaimana jadinya nanti kalau kendaraan listrik sudah banyak dan terjadi padam listrik secara menyeluruh?
Berita
Selasa, 6 Agustus 2019 10:00 WIB
Penulis : Alfons


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Di tengah persiapan menyambut era kendaraan listrik, kejadian padam listrik di sebagaian wilayah pulau Jawa, Minggu (8/5) sampai Senin kemarin, mungkin menimbulkan kekhawatiran. Premis sederhananya, kalau nanti moda transportasi menggunakan listrik sebagai sumber tenaga utamanya, apa jadinya kalau 'mati lampu massal' terulang di kemudian hari?

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Harjanto coba menjawab ketakutan ini. "Jadi kalau kendaraan mobil listrik, pengertian awam di indonesia kan hanya Battery Electric Vehicle (BEV). Nah, buat kita mobil listrik itu adalah (semua) EV, mulai dari hybrid, plug- in hybrid, BEV sampai fuel cell," terangnya.

Dia lantas menambahkan kalau hasil dari studi yang dilakukan oleh enam perguruan tinggi di Indonesia sejauh ini, sebagai permulaan, kendaraan dengan kosep hybrid dirasa yang paling ideal. "Memang ketersediaan infrastruktur adalah salah satu pertimbangan mereka, termasuk affordability dari kendaraan itu sendiri," tambahnya.
Harjanto menyebut kalau efisiensi yang bisa dicapai oleh kendaraan hybrid bisa dibilang sangat sangat baik untuk tahap awal. "Jadi tidak hanya full baterai (BEV), tapi baterai yang di-combine dengan engine (hybrid), itu efisiensinya bisa mencapai 40 persen soal penggunaan energinya. Bayangkan kalau 1 liter bisa tempuh 40 kilometer."

Meski begitu hal ini tidak berarti kalau kendaraan listrik yang akan dibangun di Indonesia nantinya hanya berhenti di mobil hybrid. Oleh sebab itu Harjanto juga sempat menyinggung soal infrastruktur penting pendukung kendaraan listrik, yakni stasiun pengisian daya alias charging station.

Dia menjelaskan di banyak negara lain biaya cukup besar digelontorkan untuk membangun ekosistem bagi kendaraan listrik ini. Maka dari itu menurut dia, nantinya akan ada insentif bagi pihak yang hendak membangun charging station yang diatur dalam perpres kendaraan listrik.

"Melalui Perpres kan ada payung hukum untuk mendorong/merangsang industri untuk bangun charging station," tutup Harjanto.


Tags Terkait :
Mobil Listrik Hybrid
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Pemakaian SPKLU Selama Musim Lebaran 2026 Naik 4 Kali Lipat, Ini Alasannya

Lonjakan pemakaian SPKLU mudik Lebaran 2026 4 kali lipat dari 2025, capai 303.234 transaksi dan 7,16 juta kWh, ungkap Direktur Utama PLN.

1 hari yang lalu


Berita
Mobil Listrik Termurah Kia Diproduksi Massal, Ini Bocorannya

Produksi massal Kia EV2 dimulai di pabrik Zilina, Slovakia. Mobil listrik termurah Kia hadir dalam varian Air, Earth, GT-Line dengan jarak tempuh hingga 317 km.

1 hari yang lalu


Berita
VinFast Gratiskan Langganan Baterai Selama Dua Tahun

VinFast gratiskan langganan baterai 2 tahun untuk pembelian kendaraan listrik sebelum 31 Mei 2026. Program tambahan pengisian daya gratis hingga 2029, batas 2.000 km/bulan.

1 hari yang lalu


Berita
Mudik in Style 2026 : Empat Alasan Xpeng G6 Pro Dipakai Sebagai Mobil Libur Lebaran

Alasan Xpeng G6 Pro dipilih Mudik in Style 2026: suspensi nyaman, efisiensi SUV listrik, arsitektur 800V fast charging, dan desain dewasa.

1 hari yang lalu

Berita
Wuling Sumbang Mitra EV Untuk Ambulans Di DKI Jakarta

Dua unit Wuling Mitra EV diberikan kepada Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Kitabisa untuk Ambulans DKI Jakarta.

1 hari yang lalu


Berita
Insentif EV Dicabut? BYD Masih Tidak Naikkan Harga Mobilnya

BYD pertahankan harga mobil listrik sampai Q1 2026 meski insentif impor EV dicabut per 1 Januari. Atto 1 tetap Rp199 juta OTR Jakarta.

1 hari yang lalu


Berita
Pabrik BYD di Subang Masuk Tahap Persiapan Akhir, Produksi Ditargetkan Segera Berjalan

Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, memasuki tahap persiapan akhir. Produksi mobil listrik ditargetkan segera berjalan untuk pasar Indonesia dan regional.

1 hari yang lalu


Berita
Lock Price Langkah Cerdik Jaecoo Di Tengah Ketidakpastian Insentif EV

Sebuah solusi di tengah insentif harga dari pemerintah.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Denza N8L Isi Daya Penuh Cuma 9 Menit, Siap Dijual Rp 900 Jutaan

Untuk pasar China, Denza N8L sudah bisa dipesan. Mobil ini telah dilengkapi teknologi flash charging.

11 jam yang lalu


Berita
Otoproject Studio Dibuka Di Dua Mall Besar, Bisa Coba Produk Langsung

Pembukaan Otoproject Studio di Summarecon Mall Bekasi 2 dan Serpong 2 tawarkan pengalaman interaktif coba produk automotive essentials langsung.

12 jam yang lalu


Pikap
Komparasi Spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e Tunland

Komparasi spesifikasi JAC Trekker T90 EV vs Foton e-Tunland: Dua pikap listrik 4x4 double cabin ladder frame dengan baterai 88 kWh, tenaga hingga 335 hp, dan jarak tempuh 340-350 km.

13 jam yang lalu


Berita
Changan Deepal S05, Siap Jadi REEV Pertama Yang Dijual Di Indonesia

Changan Deepal S05 REEV Indonesia diperkenalkan sebagai REEV pertama di Tanah Air. Teknologi range extender dengan mesin generator, baterai LFP 27,28 kWh, jangkauan hingga 1.000 km.

13 jam yang lalu


Berita
Penjualan GWM Naik Dari Tahun Sebelumnya, Ini Tiga Model Terlaris Saat Ini

GWM Indonesia raih kenaikan penjualan 164% di Q1 2026. Versi diesel Tank 300 dan 500 dominasi 90% jualan Tank series di tengah pasar otomotif lesu.

17 jam yang lalu