Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaMobil Listrik

Mobil Listrik Merupakan Masa Depan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

EV alami kenaikan permintaan yang cukup signifikan
Mobil Listrik
Minggu, 27 September 2020 17:30 WIB
Penulis : Suryo Sudjatmiko


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Mobil listrik (EV) dipandang sebagai sebuah solusi masa depan karena dianggap jauh lebih bersih dibandingkan dengan mesin bakar yang meraja sejak satu abad ini.

Walau masih belum menjadi mayoritas, namun terdapat peningkatan pesat dalam perniagaan mobil listrik murni maupun hibrida dalam beberapa tahun terakhir. Seperti diungkapkan oleh justenergysolution.com, pasar mobil listrik dan hybrid di Eropa, Cina dan Amerika Utara terus bertumbuh secara cepat.

Mobil listrik murni merupakan goal dari perjalanan evolusi mobil yang berusaha untuk lepas dari bahan bakar fosil.

Walau demikian, dengan segala kelebihannya, mobil listrik pun punya kekurangan. Berikut kelebihan dan kekurangan dari mobil listrik murni.

BACA JUGA

Kelebihan

a.Lebih murah dalam operasional

Uang yang dipergunakan untuk melakukan pengisian daya listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan uang yang dipergunakan untuk membeli BBM. Merunut dari perhitungan di Inggris untuk 12 ribu km hanya diperlukan biaya sebesar £80 atau Rp 160 ribuan saja.

Jika dibandingkan dengan rata-rata konsumsi bahan bakar 1 liter tiap 10 km, dengan harga misalkan seliter Rp 10 ribu, untuk jarak 120 ribu kilometer akan menghabiskan biaya Rp 120 juta.

b. Low Maintenance

Motor listrik tidak sekompleks mesin bakar yang memiliki banyak sekali bagian bergerak. Maka bagian yang mengalami keausan tidak akan sebanyak mobil mesin bakar.

 c. Kencang dan Senyap

Mobil listrik mampu berakselerasi lebih spontan dibandingkan dengan mobil biasa. Mobil ini sangat senyap di mana mesinnya hanya menghasilkan suara berdengung saja. Saking senyapnya beberapa pabrikan melengkapi mobilnya dengan suara artificial dengan tujuan bahwa pengguna jalan lain akan tahu saat mobil ini melintas.

 d. Tidak memiliki emisi karbon

Dalam penggunaannya mobil listrik jauh lebih bersih dibandingkan mobil konvensional. Hal ini terbukti dengan membaiknya kualitas udara di beberapa kota di Eropa yang sudah banyak menggunakan jenis mobil ini. Sebagai catatan, sumber pembangkit listriknya pun harus menggunakan pembangkit yang ramah lingkungan dan bukan berasal dari bahan bakar fosil.

Kekurangan

a. Jarak tempuh terbatas

Jarak tempuh mobil listrik relatif terbatas, untuk itu ketika harus menempuh jarak perjalanan jauh maka pengguna harus memastikan posisi charging station terlebih dulu pada jalur yang dilewatinya.

b. Butuh waktu lama isi baterai

Proses pengisian daya listrik pada baterai mobil listrik jauh lebih lama dibandingkan dengan waktu isi bensin mobil biasa. Sebagai perbandingan waktu normal charge mobil memakan waktu 30 menit hingga 12 jam (dikutip dari Qaora.com). Walau saat ini tersedia fitur quick charging namun tetap saja untuk mengisi penuh baterainya butuh waktu lebih banyak dari sekedar mengisi penuh BBM ke dalam tangki mobil konvensional. Waktu pengisian quick charge rata-rata berlangsung 15 menit.

c. Harga beli yang mahal

Untuk memiliki mobil listrik butuh modal awal yang lebih besar dibandingkan memiliki mobil konvensional sekelasnya. Hal ini dikarenakan teknologi mobil listrik masih sangat mahal. Untuk itu, banyak negara memberikan insentif pajak untuk merangsang pertumbuhan pasar mobil listrik.

d. Pilihan terbatas

Saat ini jumlah mobil listrik yang beredar tak sampai seujung kuku dibandingkan populasi mobil konvensional, sehingga pilihannya pun sangat terbatas. Namun di masa akan datang besar kemungkinan akan berbalik 180 derajat,

e. Diperlukan ketersediaan infrastruktur pendukung

Mobil listrik sangat tergantung dengan pengisian daya dari sumber eksternal baik berupa listrik dari rumah tangga, gedung perkantoran maupun stasiun pengisian listrik umum dengan spesifikasi tertentu.

Butuh perubahan infrastruktur pendukung seperti charging station lebih banyak dan tersebar di berbagai daerah.


Tags Terkait :
EV Pros Cons
S

Suryo Sudjatmiko

Jurnalis

Full time journalist, part time off-roader. Berkarya di dunia jurnalistik otomotif sejak 2006. Lulusan Sastra UGM ini te...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Special Report: GIIAS 2026
Artikel Terkait

Mobil Listrik
Mobil Listrik Merupakan Masa Depan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

EV alami kenaikan permintaan yang cukup signifikan

5 tahun yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

5 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

6 jam yang lalu


Berita
Hyundai Andalkan Keunggulan Kabin Luas dan Teknologi Elektrifikasi pada The New STARIA

Hyundai memperkenalkan The New Staria Electric Hybrid dengan kabin luas di GIIAS 2026. MPV ini menawarkan teknologi elektrifikasi dan ruang kabin lega sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.

16 jam yang lalu


Berita
VKTR Luncurkan Transporter Lokon, Minibus Listrik Yang Mampu Boyong 18 Penumpang

VKTR hadirkan Transporter Lokon, transportasi kendaraan listrik komersial yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas bisnis dengan kapasitas lebih besar.

1 hari yang lalu


Van
Semua Unit Farizon Bisa Isi Ulang Listrik di Jaringan Arista

Sebagai bagian dari pelayanan lengkap bagi pemilik armada.

1 hari yang lalu


Berita
Mengenal Lebih Dekat Jetour T2 i-DM, PHEV Adventure SUV dengan Klaim Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

Jetour T2 i-DM PHEV jarak tempuh 1200 km diperkenalkan sebagai adventure SUV dengan teknologi i-DM yang menggabungkan motor listrik dan mesin bensin untuk efisiensi perjalanan jauh.

1 hari yang lalu


Berita
Ini Cara VinFast Jawab Kekhawatiran Konsumen EV Dari Kalangan 'Mendang-Mending'

Cara VinFast atasi kekhawatiran konsumen EV mendang-mending terkait biaya cicilan, infrastruktur pengisian, dan nilai jual kembali melalui program layanan serta garansi.

1 hari yang lalu


Terkini

Berita
Mitsubishi Fuso Perluas Ekosistem Aftersales, Fokus Tekan Waktu Perawatan Armada

Mitsubishi Fuso Zero Down Time aftersales dikembangkan PT KTB melalui integrasi telematika, advisor on-site, dan perluasan jaringan servis untuk tekan downtime armada niaga.

5 jam yang lalu


Berita
Honda Super-ONE Dijual Rp 438 Juta, Lebih Mahal Dari Rata2 EV Tiongkok

Harga Honda Super-ONE resmi dirilis Rp 438 juta. Sudah bisa dipesan di GIIAS 2026.

5 jam yang lalu


Berita
XPENG Tak Sekadar Hadir di GIIAS 2026, Bawa Komitmen Jangka Panjang Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia

XPENG GIIAS 2026 komitmen jangka panjang ekosistem kendaraan listrik Indonesia tercermin dari partisipasi mereka yang menghadirkan berbagai inovasi mobilitas pintar di ajang tersebut.

6 jam yang lalu


Berita
Polytron G3+ Special Collaboration Edition Resmi Hadir, Dapat Upgrade Senilai Rp40 Juta

Polytron G3+ Special Collaboration Edition resmi meluncur di GIIAS 2026. Hadir dengan kolaborasi HSR dan Triple 9, mobil listrik ini mendapat upgrade senilai Rp40 juta dengan tambahan harga Rp20 juta.

7 jam yang lalu


Berita
Dekkalive Trio, Dashcam Tiga Kamera yang Bisa Dipantau Langsung dari Smartphone

DVR terbaru dari Dekka dilengkapi dengan tiga kamera dan merupakan tipe online yang bisa diakses melalui perangkat smartphone.

9 jam yang lalu