OTODRIVER – iCAR punya cara menarik untuk membangun keluarga SUV-nya. Bukan hanya mengandalkan desain boxy bergaya klasik, merek di bawah naungan Chery ini juga mulai memperluas pilihan teknologi elektrifikasi dengan sistem Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Salah satu model terbarunya adalah iCAR V25 yang baru diungkap di China pada Juli 2026 melalui dokumen Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT).
Sementara di Indonesia, V27 merupakan produk yang baru diperkenalkan pada GIIAS 2026 lalu. V25 dikabarkan bakal mengisi celah antara V23 dan V27.
Dari sisi desain, V25 sebenarnya lebih mirip dengan V23. Namun, dari sisi penggerak, untuk saat ini V25 justru lebih mendekati V27 karena hanya dibekali pilihan penggerak REEV.
Dari sistem penggerak inilah benang merah kedua SUV tersebut terlihat. Walaupun sama-sama menggunakan teknologi REEV, keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang menunjukkan segmentasi masing-masing.
Sejauh ini iCAR V27 sudah dikonfirmasi bakal dipasarkan di Indonesia dalam waktu dekat ini, sedangkan untuk V25 belum ada informasi yang mendukung keberadaannya di tanah air, hanya saja jika melihat dari gaya jualan iCAR, sepertinya jika versi setir kanan tersedia maka tak produk ini akan juga disajikan untuk market Indonesia.
Dimensi
Jika membandingkan dari sisi dimensi, maka saja sudah terlihat bahwa V25 dan V27 ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda.
Mengutip data CarsNewsChina, V25 memiliki panjang 4.636 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.855 mm dan wheelbase 2.820 mm. Sementara V27 jauh lebih besar dengan panjang sekitar 5.045-5.055 mm, lebar 1.976 mm, tinggi 1.894 mm dan wheelbase sekitar 2.900-2.910 mm, tergantung spesifikasi pasar.
Artinya, V27 memiliki bodi sekitar 40 cm lebih panjang dibanding V25. Dimensi tersebut membuat V27 lebih dekat dengan SUV berukuran besar, sedangkan V25 masih relatif mudah ditempatkan sebagai SUV berukuran menengah. Meski berbeda ukuran, keduanya sama-sama memiliki konfigurasi lima penumpang.
REEV
Kedua model menggunakan mesin bensin 1.5 liter turbo sebagai range extender. Jadi, mesin bensin bukan menjadi penggerak utama roda, melainkan berfungsi sebagai generator untuk memasok energi ke baterai dan motor listrik.
Pada V25, mesin 1.5 turbo menghasilkan tenaga sekitar 115 kW atau 156 PS. Mesin tersebut terhubung dengan baterai LFP berkapasitas 33,68 kWh.
Jarak tempuh murni listriknya berada di angka 145-150 km berdasarkan standar WLTC, tergantung varian.
V27 menggunakan konsep yang sama, tetapi dengan sistem penggerak yang jauh lebih bertenaga. Baterainya berkapasitas 34,31 kWh dan tersedia dalam konfigurasi RWD maupun iWD atau electric all-wheel drive.
Versi RWD menghasilkan tenaga 185 kW atau sekitar 252 PS dengan torsi 300 Nm. Sedangkan versi iWD menggunakan dua motor listrik dengan total output 335 kW atau sekitar 455 PS dan torsi 505 Nm.
Akselerasi 0-100 km/jam versi AWD diklaim hanya 5,9 detik oleh iCAR Indonesia.
Menariknya, kapasitas baterai V25 dan V27 ternyata tidak berbeda jauh. Perbedaan utama justru terdapat pada sistem motor listrik dan ukuran keseluruhan kendaraan.
Soal jarak tempuh, V27 juga mempunyai keunggulan. iCAR Indonesia menyebut V27 mampu menempuh jarak gabungan lebih dari 1.200 km. Jarak tempuh listrik murninya sekitar 200 km.
Sementara V25 menawarkan jarak listrik murni hingga 150 km berdasarkan standar WLTC. Untuk jarak tempuh total dengan bantuan mesin bensin, angka resminya belum diumumkan karena V25 sendiri masih merupakan model yang sangat baru di China.
Dengan sistem REEV, keduanya memiliki konsep penggunaan yang relatif sama. Dalam pemakaian harian, energi dari baterai digunakan untuk menggerakkan motor listrik. Ketika daya baterai berkurang, mesin bensin bekerja sebagai generator sehingga perjalanan tidak sepenuhnya bergantung pada keberadaan SPKLU.
Kesimpulan
Dari perbandingan tersebut, V25 sebenarnya cukup menarik bagi konsumen yang menyukai desain rugged iCAR tetapi tidak membutuhkan SUV berukuran lebih dari lima meter.
Ukurannya lebih kompak, bobotnya juga berpotensi lebih ringan, sementara sistem REEV 1.5 turbo membuatnya tetap menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jauh. V25 bahkan tersedia dengan opsi towing hingga 1.800 kg.
Sementara V27 jelas dibuat untuk konsumen yang menginginkan SUV lebih besar dan performa lebih tinggi. Dengan tenaga hingga 455 PS, torsi 505 Nm, penggerak AWD elektrik, ground clearance 224 mm dan kemampuan menerjang genangan hingga 600 mm, V27 punya karakter yang lebih serius untuk perjalanan jauh maupun aktivitas adventure.
Singkatnya, V25 lebih masuk akal sebagai SUV menengah yang mengutamakan desain, kepraktisan dan efisiensi. Sedangkan V27 bermain di kelas yang lebih besar dengan fokus pada performa, kabin dan kemampuan jelajah.
Keduanya memang menggunakan resep REEV yang sama, tetapi iCAR jelas memberikan karakter berbeda untuk masing-masing model. (SS)
Tabel Spesifikasi iCAR V25 Vs V27
Spesifikasi | iCAR V25 | iCAR V27 |
| Teknologi | REEV | REEV Golden REEV |
| Mesin bensin | 1.5L Turbo | 1.5L Turbo |
| Fungsi mesin bensin | Range extender/generator | Range extender/generator |
| Tenaga mesin | 115 kW / 156 PS | sekitar 115 kW |
| Kapasitas baterai | 33,68 kWh | 34,31 kWh |
| Jenis baterai | LFP | LFP |
| Penggerak | Belum diumumkan lengkap | RWD / iWD |
| Motor listrik | Belum diumumkan lengkap | 1 motor RWD / 2 motor AWD |
| Tenaga motor total | Belum diumumkan | 185 kW / 335 kW |
| Tenaga maksimum | — | 252 PS / 455 PS |
| Torsi maksimum | — | 300 Nm / 505 Nm |
| Jarak EV | 145-150 km WLTC | sekitar 200 km |
| Jarak total | Belum diumumkan resmi | >1.200 km CLTC |
| Kecepatan maksimum | 180 km/jam | 180 km/jam |
| 0-100 km/jam | — | 5,9 detik AWD |
| Panjang | 4.636 mm | 5.045-5.055 mm |
| Lebar | 1.920 mm | 1.976 mm |
| Tinggi | 1.855 mm | 1.894 mm |
| Wheelbase | 2.820 mm | 2.900-2.910 mm |
| Jumlah kursi | 5 | 5 |
| Ground clearance | — | 224 mm |
