OTODRIVER – Bagi Hongqi, kemewahan tidak berhenti pada teknologi, performa, ataupun penggunaan material premium. Lebih dari itu, luxury harus memiliki karakter, identitas, serta cerita yang membuat sebuah kendaraan terasa berbeda.
Pandangan tersebut kemudian diterjemahkan Hongqi melalui bahasa desain yang mengambil akar dari estetika Timur, namun dikemas dengan interpretasi modern.
Di balik pendekatan tersebut terdapat Giles Taylor, Vice President of Global Design & Chief Creative Officer FAW Hongqi. Mantan Director of Design Rolls-Royce ini membawa pendekatan desain yang tidak sekadar mengejar tampilan mewah, tetapi juga berusaha memasukkan nilai dan identitas Hongqi ke dalam setiap produknya.
Filosofi tersebut kemudian diwujudkan melalui Signature Noble Design, bahasa desain yang menjadi identitas visual Hongqi.
Salah satu fondasinya adalah filosofi Taihe, yang menggambarkan harmoni dan keseimbangan. Konsep tersebut diterjemahkan melalui proporsi dan garis desain yang berusaha mempertemukan kesan elegan dengan karakter yang kuat.
Kemudian ada signature waterfall grille yang menjadi salah satu elemen paling mudah dikenali dari Hongqi. Bentuknya mengambil inspirasi dari pegunungan dan aliran air, sekaligus memberikan kesan megah pada bagian depan kendaraan.
Sementara itu, garis merah ikonik Hongqi bukan sekadar aksen visual. Elemen tersebut merepresentasikan filosofi Shang Zhi Yi yang menjadi bagian dari identitas desain merek.
Jika seluruh elemen tersebut disatukan, Hongqi ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar mobil mahal.
Sebuah kendaraan yang memiliki identitas.
Inilah cara Hongqi memaknai luxury. Kemewahan bukan hanya tentang seberapa banyak teknologi yang ditanamkan atau seberapa mahal material yang digunakan, tetapi bagaimana sebuah mobil mampu membawa cerita, budaya, dan karakter mereknya.
Pada akhirnya, Hongqi mencoba menawarkan definisi yang berbeda di tengah dominasi merek luxury Eropa.
Kemewahan dengan karakter Timur, tetapi dirancang untuk dunia modern. (SS)
