OTODRIVER – Land Rover tampaknya belum terburu-buru membawa Defender ke era mobil listrik penuh. Generasi baru Defender yang sebelumnya diperkirakan hadir sekitar 2028-2029 dikabarkan mengalami penundaan sekitar dua tahun dan baru meluncur pada awal 2030-an.
Laporan The Times of London menyebut penundaan ini berkaitan dengan beberapa faktor sekaligus: upaya Jaguar Land Rover (JLR) menekan biaya, kesuksesan Defender generasi sekarang yang masih laris manis, permintaan kendaraan listrik yang melemah di Amerika Serikat (pasar terbesar JLR), serta penurunan penjualan di China. Belum lagi tekanan tarif impor Amerika era Trump ke produk asal Eropa, dan dampak serangan siber asal Rusia yang sempat memaksa JLR menghentikan produksi selama lima minggu tahun ini. Kombinasi faktor inilah yang membuat JLR memilih untuk tidak buru-buru merilis Defender generasi baru.
SUV yang meluncur pada 2019 tersebut masih mencatat penjualan sekitar 110.000 unit per tahun, atau hampir sepertiga volume penjualan JLR secara keseluruhan.
Namun, alasan teknis juga menjadi faktor. Defender saat ini menggunakan arsitektur yang tidak dirancang untuk mengakomodasi sistem penggerak listrik penuh. Artinya, untuk membuat Defender BEV, JLR harus mengembangkan platform baru dari awal.
Baby Defender
Carscoops juga melaporkan penundaan Defender EV ini tidak berlaku untuk Baby Defender. SUV yang lebih kecil tersebut tetap dikembangkan menggunakan platform EMA dan sebelumnya direncanakan hanya tersedia sebagai mobil listrik. Model ini dikabarkan bakal mengusung nama "Defender Sport", dan ditargetkan debut sekitar tahun depan.
Belakangan, JLR justru mengubah strategi. Platform Baby Defender kini disiapkan untuk mengakomodasi powertrain hybrid konvensional (HEV) selain BEV. Perubahan ini mengikuti tren pasar yang menunjukkan konsumen di sejumlah negara mulai kembali mempertimbangkan hybrid dibanding mobil listrik murni.
JLR sendiri kini mengambil pendekatan yang lebih fleksibel dengan menyiapkan pilihan MHEV, HEV, PHEV, hingga BEV untuk berbagai modelnya.
Dengan demikian, penundaan Defender listrik bukan berarti proyek tersebut dibatalkan. JLR tampaknya hanya memilih menunggu waktu yang lebih tepat, sembari mempertahankan Defender saat ini yang masih sangat laris.
Sementara itu, Baby Defender justru berpotensi menjadi anggota keluarga Defender yang lebih dulu memasuki era listrik penuh. (SS)
