Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaFirst Drive

FIRST DRIVE: Wuling Confero S 1.5L

Inilah impresi berkendara kami dengan MPV Wuling yang diberi nama Confero S.
First Drive
Minggu, 15 Oktober 2017 09:00 WIB
Penulis : Hariawan Arif


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

BACA JUGA

Kehadiran Wuling yang menceburkan diri ke segmen LMPV cukup membuat heboh Indonesia setahun belakangan. Tak main-main modalnya dalam menghadirkan sebuah produk LMPV, pembangunan pabrik sampai penyebaran dealer pun dilakoninya. Dan akhirnya kami sudah menjajal produk perdana yang lahir dari pabrik Wuling Cikarang, Jawa Barat.

Dan akhirnya kami pun telah mendapat kesempatan menjajal Confero, satu-satunya produk Wuling yang resmi meluncur pada tahun ini. Bahkan kami mendapat kesempatan menjajalnya sebelum Confero resmi dirilis.  

Wuling memang sejak awal memperkenalkan MPV-nya ini ingin menyasar pasar MPV yang saat ini dikuasai Avanza-Xenia di Indonesia. Jadi Anda bisa lihat Wuling bahwa Wuling memang membuat mobil ini sebagai MPV sejati dengan desain memanjang dan lebar khas mobil pengangkut tujuh penumpang.

Kami juga sudah pernah membuat video First Impression mobil ini saat diperkenalkan di GIIAS 2016 dan Anda bisa menontonnya di channel Youtube OtoDriver atau klik LINK INI. Tapi tampilan Wuling kini berubah jadi lebih manis. Di negara asalnya mobil ini baru saja melakukan facelift dan langsung diadopsi untuk pasar Indonesia.

Sejak menjajal Confero di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta, sesjujurnya membuat kami sudah berkesan. Terutama pada sisi interior di Confero tipe tertinggi, terbilang sangat 'wah' untuk sebuah LMPV. Wuling menerapkan material empuk pada bagian doortrim dan jok berbahan kulit juga melapisi ketiga baris joknya.

Untuk posisi mengemudi, jok bagian pengemudi ini tidak bisa diatur posisi ketinggiannya sehingga Anda tidak dapatkan posisi kenyamanan yang maksimal. Selain itu sistem pengaturan kemudinya hanya ada tilt steering. Namun yang paling berkesan adalah jok baris kedua yang bermodel captain seat. Dengan lebar bodi yang mencapai 1.691 mm menjadikan kami saat jadi penumpang cukup puas. 

Belum lagi kai dimanjakan dengan colokan USB. Tapi sayangnya hanya ada satu, maka jika dua penumpang baris kedua juga butuh isi daya gadget, Anda harus menyiapkan adaptor multi USB. Walau menyodorkan kemewahan dan kenyaman tempat duduk, tapi cukup keliru jika Anda memilih Confero tipe tertinggi ini. Sebab, tak seperti Avanza dan kawan-kawan, captain seat hanya mampu mengakomodir dua penumpang saja.

Satu yang juga tak dimiliki kompetitornya adalah fitur Tire Pressure Monitoring System, walau terbilang sepele namun cukup penting untuk memastikan tekanan angin di keempat ban dalam kondisi ideal. Ini demi konsumsi bahan bakar yang optimal.

Unit yang kami tes ini adalah Confero S yang dipersenjatai mesin 1.500 cc empat silinder P-TEC DVVT, tenaganya 107 dk dengan torsi 142 Nm. Daya tersebut disalurkan ke roda belakang alias Rear Wheel Drive. Keuntungannya pun kami rasakan ketika melahap tanjakan. 


 

Mesin ini terasa halus dan tidak memiliki getaran yang mengganggu. Memang, tendangan tenaganya tergolong biasa saja, bisa jadi karena beban dari bobot keseluruhannya yang cukup gambot. Pada saat mengemudi Confero di Pantai Mutiara kami juga mengangkut 3 penumpang dan kami dapat kesempatan memeras tenaganya mobil ini lagi di Denpasar, Bali, tapi lagi-lagi dengan muatan rekan 4 orang awak media nasional.

Melahap jalanan Denpasar yang cenderung lancar cukup menyenangkan, apalagi kopling dan gas-nya cukup empuk. Tapi justru dari situ kami harus pandai-pandai "gantung kopling" agar akselerasi LMPV dengan rem cakram belakang ini bisa melesat. 

Sudut pandang dari bagian pengemudi yang memiliki posisi yang tinggi memang terasa mudah untuk mengontrol seluruh bagian mobil MPV ini. Namun ada hal yang sedikit mengganggu yaitu adalah sistem kemudinya yang terasa sangat ringan sehingga terasa melayang saat kami mengetesnya hingga 80 km/jam. Tapi justru sangat memudahkan pengedalian ketika manuver putar balik dan sejenisnya.

Satu hal yang jadi catatan kami, Confero punya bantingan suspensi yang kurang dewasa ketika dipacu di lintasan gravel nan bergelombang di daerah pantai Serangan, Bali. Dimensinya yang gambot harus kami katakan kurang pas dengan karakter suspensinya, setidaknya hindari ngebut di jalanan tak rata dengan mobil ini.

Tapi ketika sudah kembali ke jalanan aspal mulus, suspensi bekerja cukup baik. Kestabilan dan ayunan suspensi mobil merek China ini cukup untuk menina-bobo-kan para penumpang. 

Nilai positif juga didapat soal peredaman kabinnya, raungan suara mesin dan juga suara angin serta suara yang berasal dari roda tidak terlalu tembus ke dalam kabin. Tapi lagi-lagi ini karena masih dicoba dalam jarak yang sangat pendek dan hanya mampu mencapai kecepatan maksimum 80 km/jam.

KESIMPULAN

Decak kagum harus kami akui setelah menjajal pendatang baru ini baik di Jakarta maupun di Bali. Ya, apalagi kalau bukan karena harganya yang tergolong murah jika dibandingkan dengan seteru LMPV lainnya. Dengan modal kurang Rp 200 juta, Anda sudah bisa merasakan kabin yang cukup 'wah'. Tapi, memilih Confero maka Anda harus melupakan kemudahan berpindah gigi, sebab Confero tak ada tipe transmisi otomatik-nya.

KELEBIHAN

1. Kabin sangat lega dan cukup nyaman

2. Fitur keselamatan tergolong lengkap

3. Kopling dan gas halus saat diinjak

KEKURANGAN

- Tarikan awal kurang responsif

- Citra mobil 'Cina' yang masih melekat 

- Kemudi terlalu ringan

Spesifikasi

Wuling Confero S 2017

Kapasitas mesin: 1.500 cc 4 silinder

Tenaga maksimum: 107 dk / 5.800 rpm

Torsi maksimum: 142 Nm /  4.400 rpm

Penggerak: Rear Wheel Drive

Transmisi: Manual 5 percepatan

Foto tambahan:


Tags Terkait :
Wuling Confero
H

Hariawan Arif

Reporter

r

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Wuling Confero Riwayatmu Kini, Satu-Satunya Di Segmen LMPV RWD

Wuling Confero satu-satunya LMPV RWD yang tersisa di Indonesia setelah Avanza dan Xenia beralih ke FWD. Model ini masih diminati konsumen di daerah pegunungan.

1 hari yang lalu


Berita
LMPV Masih Jadi Favorit, Inilah Rajanya Di 2025

LMPV masih menjadi mobil yang digemari di tanah air dan masih menyumbang penjualan yang cukup signifikan

5 bulan yang lalu

Berita
Tujuh Tahun Wuling Confero Bertahan Di Segmen LMPV Indonesia

Wuling Confero kini menjadi satu-satunya LMPV RWD di Indonesia dan masih bertahan hingga kini.

1 tahun yang lalu


Berita
Ini Dia Satu-Satunya LMPV di Indonesia Yang Masih RWD

Setelah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia dipastikan menggunakan penggerak roda depan, kini tinggal satu model LMPV yang masih menggunakan penggerak roda belakang.

4 tahun yang lalu


Terkini

Bus
Tarif Baru Transjabodetabek Rp10 Ribu Akan Segera Ditetapkan

Rencana tarif baru Transjabodetabek Rp10 ribu sebagai tarif integrasi maksimal dalam tiga jam akan segera ditetapkan pemerintah DKI Jakarta melalui JakLingko.

6 jam yang lalu


Berita
Ferrari 296 Speciale Gunakan V6, Jadi Ferrari Paling Hardcore Saat Ini

Ferrari 296 Speciale hadir di Indonesia bahkan disebut sebagai yang pertama di Asia Tenggara, dengan warna khusus Violetto Dino yang semakin memperkuat aura eksklusifnya.

6 jam yang lalu


Berita
Toyota Bersikukuh Mengerjakan Girboks Manual Untuk EV

Toyota kembangkan transmisi manual untuk EV meski tren mobil listrik menuju kesederhanaan. Produsen Jepang ini tengah mematenkan konsep girboks manual yang memberikan pengalaman berkendara klasik.

7 jam yang lalu


Berita
Toyota Pamerkan Konsep GR Camry Dengan Tenaga Raksasa

Potensi tenaga maksimal dipasok dari dua mesin. Hal tersebut membuat mobil ini sangat superior.

12 jam yang lalu


Berita
EV Perlu Aki Khusus, Ini Penjelasannya

Cara kerja aki EV dan aki biasa berbeda. Begini penjelasannya.

12 jam yang lalu