OTODRIVER – Kabar kehadiran BYD M6 berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) semakin santer.
Pergerakan mobil ini pun mulai terekam pada beberapa foto dan berapa dokumen tentangnya pun sudah mulai terkuak.
Otodriver sempat menanyakan pada BYD Indonesia, perihal rencana kedatangan mobil ini.
Hanya saja sampai berita ini diturunkan, pihak BYD Indonesia belum memberikan keterangan lebih mendetail tentang mobil ini.
Dari beberapa sumber informasi, sosok yang disebut-sebut bakal meluncur tahun ini merupakan sosok yang mengacu pada spesifikasi teknis BYD Song Max DM-i.
Perihal BYD M6 PHEV ini tak bisa dilepaskan dari sejarah keluarga MPV kompak yang dikembangkan oleh BYD itu.
Berdasarkan pada informasi carnewschina.com, keluarga MPV ini pertama kali diperkenalkan pada 2017 dan saat itu hanya tersedia versi internal combustion engine (ICE) saja dan menggunakan mesin 1.5 liter turbo.
Pada 2019, BYD memberkenalkan Song Max DM yang dibekali dengan teknologi plug-in hybrid. Singkatan DM ini merupakan kepanjangan dari Dual Mode.
Dalam perkembangannya, pada 2022, BYD kembali menghadirkan Song Max DM-i sebagai perluasan opsi dari Song Max DM.
Kemunculannya pun lantas menggantikan peran Song Max ICE. Mobil berpenggerak bensin murni ini pun dieliminasi dari daftar keluarga BYD Song Max.
Dengan demikian, saat ini ada dua versi yang masih bertahan, Song Max DM dan Song Max DM-i.
Perbedaan DM dan DM-i
Kemunculan Song Max dengan embel-embel DM-i ini ternyata punya mahzab yang berbeda dengan DM.
Dalam pemberitaan dari sandicliffe.co.uk, disebutkan bahwa teknologi DM-i (i=intelegent) dari BYD sangat berbeda dari sistem hibrida tradisional. Sebagian besar hibrida sangat bergantung pada mesin pembakaran internalnya, tetapi DM-i membalikkan hal itu.
Ia memprioritaskan penggerak listrik, menggunakan motor listrik yang bertenaga dan baterai yang besar. Mesin bensinnya lebih banyak bertindak sebagai generator.
Namun ini bukan teknologi EREV (Extended Range Electric Vehicle) yang murni sebagai electric drive (menggerakkan mobil murni dengan tenaga listrik).
Mengutip dari SinoautoGo, mesin tetap memberikan kontribusi dan terhubung ke roda pada saat mobil berada di kecepatan tinggi ataupun beban mesin tinggi.
Sedangkan pada versi DM atau dianggap sebagai DM ‘lama’ merupakan varian PHEV yang lebih berfokus pada performa tinggi dan tenaga lebih besar.
Sistem pada DM lama akan lebih fokus pada kombinasi tenaga. Mesin bakar akan menyala saat mobil membutuhkan tambahan daya instan saat akselerasi, ataupun pada kecepatan tinggi.
Dengan demikian mesin bakar akan lebih sering aktif. Intinya mobil dengan teknologi DM ini akan membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibanding DM-i.
Lalu model apakah yang bakal diusung BYD Indonesia? Kita tunggu saja tanggal mainnya. (SS)
