OTODRIVER – Pada November 2025, Toyota secara resmi memperkenalkan sosok Veloz Hybrid ke pasar Indonesia. Namun kehadiran sosok eletrifikasi ini memberikan dampak pada model siblingnya yakni Veloz bensin.
Jika melihat dari data Gaikindo periode Januari-Maret, wholesale Veloz pada Maret silam sudah nihil alias tidak ada.
Demikian juga saat memantau website Toyota Astra.co.id, kembali nama Veloz versi bensin tak lagi nampak.
Apakah ini artinya Veloz bensin sudah disingkirkan dari jalur produksi?
Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Bob Azam membeberkan bahwasanya Veloz bensin masih diproduksi, namun tidak lagi untuk disasar ke pasar dalam negeri
“Sejak Februari lalu kami tidak memperoduksi Veloz bensin untuk pasar Indonesia. Kini Veloz tersedia sepenuhnya sebagai mobil dengan teknologi elektrifikasi yakni Hybrid Electric Vehicle (HEV),” tutur Bob, saat dijumpai Selasa (14/04/2026).
Namun jika dilihat dari data produksi Gaikindo masih tercantum 5.382 unit Veloz di bulan Maret. “Produksi yang ada untuk pasar eksport,” jelas Bob lebih lanjut.
Pada saat ini Toyota terpantau menyediakan Veloz HEV dalam dua varian yakni V dan Q. Dan dijual mulai Rp 308 juta (OTR Jakarta).
Pada dasarnya Veloz HEV ini menggunakan platform yang sama dengan versi bensin yakni DNGA (Daihatsu New Global Architecture)-B.
Sesuai dengan namanya, plaftorm ini dibidani oleh Daihatsu sebagai anak perusahaan Toyota. Di mana pabrikan berlogo ini 100% dimiliki oleh Toyota pada 2016 dan didapuk sebagai pembuat mobil berukuran kecil.
Platform DNGA-B sudah terlebih dulu digunakan pada Yaris Cross dan Yaris Cross HEV yang diluncurkan di Indonesia pada 2023.
Bye-bye Veloz bensin. (SS)
