OTODRIVER – Solar non subsidi saat ini merupakan bahan bakar yang mengalami kenaikan paling ekstrim dengan rata-rata dijual nyaris Rp 30 ribu/liter alias kurang lebih dua kali lipat dari sebelumnya.
Kondisi ini langsung memukul mobil bermesin diesel, khususnya mesin diesel modern yang mengharuskan untuk menenggak solar non subsidi, seperti Dexlite, Pertama Dex ataupun solar yang dimiliki oleh Shell, BP-AKR ataupun Vivo.
Apakah kondisi ini merupakan lonceng kematian bagi mobil-mobil bermesin diesel?
“Pasar mobil diesel saat ini memang tengah mengalami penuruan sebagai imbas kenaikan bahan bakar yang cukup besar,” terang Chief Executive Officer (CEO) Auto2000, Anton Jimmy Suwandy.
“Banyak dari calon pembeli mobil diesel ini kemudian pindah ke mobil hybrid, seperti halnya pengguna Innova Reborn Hybrid yang beralih ke Innova Zenix Hybrid,” terangnya saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu (16/05/2026).
Namun Anton menambahkan bahwa kenaikan solar ini merupakan suatu dinamika pasar yang akan mendapatkan keseimbangan pada suatu saat.
“Ini dinamika. Harga solar tidak akan setinggi ini terus-terusan dan bakal ada keseimbangan untuk terjadi koreksi harga. Contohnya beberapa waktu lalu harga solar sudah terkoreksi turun,” imbuhnya.
Di tengah tekanan harga yang tinggi ini, Anton masih cukup optimis bahwa mobil diesel masih punya pesonanya.
“Mobil diesel punya penggemarnya sendiri, di mana daya tarik mesin diesel yang punya torsi kuat di putaran bawah, tenaga besar dan durabilitas yang superior dalam pemakaian,” tutupnya. (SS)
