OTODRIVER - Tak bisa dipungkiri bahwa Nissan GT-R merupakan salah satu masterpiece bagi mobil sport.
Sayang mobil yang banyak dijuluki Godzilla ini terpaksa undur diri, salah satunya karena emisi dan suara.
Banyak selentingan mengenai kehadiran kembali sang legenda ini yang diejawantahkan melalui sosok R36 GT-R. Kabar terbarunya hal itu tidak akan datang tahun ini juga.
Mengutip dari Motor1, Kepala Perencanaan Nissan Amerika Utara, Ponz Pandikuthira memberikan kisi-kisinya.
“Kita kemungkinan akan mendengar lebih banyak berita tentang R36 GT-R sekitar tahun 2028. Dan kita seharusnya melihat mobil sebenarnya sebelum tahun 2030,” ungkap Pandikuthira.
Apakah masih akan mempertahankan mesin V6 berkode VR38DETT?
Pandikuthira mengatakan, dalam sebuah wawancara dengan The Drive, bahwa GT-R generasi selanjutnya kemungkinan masih akan mempertahankan dapur pacu berdasarkan mesin V6 itu.
Ini masuk akal mengingat mesin V6 twin-turbocharged mampu menghasilkan tenaga yang luar biasa.
Tetapi mesin tersebut tidak akan bekerja sendiri karena tidak akan memenuhi berbagai persyaratan emisi global. Sementara Nissan menginginkan R36 menjadi mobil global.
Mencangkokkan teknologi hybrid adalah suatu keharusan. Walaupun bakal memangkas kegarangan mesin V6 itu namun memang harus bersinergi dengan teknologi elektrifikasi. Nampaknya sudah jelas masa depan GT-R akan mengikuti jalur ini.
Disebutkan bahwa sistem AWD bakal tetap disertakan, demikian juga dengan turbo dan transmisi dual-clutch generasi sebelumnya.
Pada intinya GT-R R36 masa depan hanya akan meningkatkan konsep dasar yang sama melalui peningkatan vektor torsi, layar generasi berikutnya, dan potensi output daya yang benar-benar liar namun lebih ramah lingkungan. (SS)
