OTODRIVER – Tanggal 2 September nanti, Mitsubishi akan mengenalkan Pajero generasi terbaru. Tak sedikit media yang mengatakan bahwa kehadiran SUV ini sebagai sebuah kebangkitan sang legenda Reli Dakar. Mungkin terdengar terlalu berlebihan, namun perlu dicatat bahwa Mitsubishi Pajero punya ikatan erat dengan reli terganas di dunia itu.
Pajero dijuluki King of the Desert dengan catatan 12 kali kemenangan umum dan tujuh kali kemenangan beruntun di ajang reli Dakar.
Balik ke peluncuran produk. Media Australia, CarExpert, mengatakan bahwa Pajero baru ini hadir sebagai rival yang menyasar segmen Land Cruiser Prado atau Ford Everest. Lebih ekstrem lagi, beberapa sumber lain seperti Motor1 dan Carbuzz justru memposisikannya lebih tinggi lagi, sebagai penantang Toyota Land Cruiser 300.
Lalu bagaimana dengan nasib Pajero Sport? Mengutip dari Carscoops, nampaknya pihak Mitsubishi akan tetap memelihara keberadaan Pajero Sport sebagai mid-size SUV yang posisinya di bawah "The Real Pajero".
Sasis Tangga dan IRS
Sebelumnya pihak Mitsubishi telah memberi kisi-kisi bahwa SUV barunya ini bakal kembali menggunakan sasis tangga. Artinya akan terjadi perubahan radikal dari generasi sebelumnya, di mana pada generasi III dan IV, Pajero dibangun di atas kerangka monokok.
Lalu apakah hal itu bisa dikatakan sebagai sebuah kemunduran? Jawabannya belum tentu, karena rival yang dibidiknya (Prado dan Everest) juga masih menggunakan sasis tangga. Sebagai spekulasi, All New Pajero kemungkinan akan dibekali perangkat suspensi yang lebih canggih untuk membedakannya dengan Pajero Sport.
Media Jepang, Best Car, pernah menyebutkan bahwa Mitsubishi mengusung sistem suspensi independent multi-link (independent rear suspension/IRS). Beda dengan Pajero Sport yang menggunakan sistem rigid axle/live axle, alias mengandalkan gardan solid pada bagian belakang.
Sebagai informasi, Pajero generasi terakhir (bukan Pajero Sport) yang dihentikan produksinya 5 tahun silam sudah menggunakan suspensi independent di roda belakangnya.
Selain itu, disebutkan bahwa mobil ini akan mengusung teknologi Super All-Wheel Control (S-AWC), di mana sistem ini membutuhkan suspensi independent di keempat roda agar kontrol torsi dan pengereman (Active Yaw Control) dapat bekerja lebih presisi, termasuk dukungan peredaman adaptif (electronically controlled dampers).
Sebagai tambahan info, baik Prado (Land Cruiser 250) ataupun Land Cruiser 300 bahkan tidak mengadopsi jenis IRS dan masih menggunakan sistem rigid axle.
Artinya, jika Pajero baru benar-benar menggunakan ladder frame dengan suspensi independen di belakang serta S-AWC, Mitsubishi bisa saja menawarkan pendekatan yang berbeda di kelas SUV ladder frame.
Ini sekaligus menjadi salah satu hal menarik untuk ditunggu pada 2 September nanti: apakah Pajero benar-benar kembali sebagai SUV tangguh dengan karakter yang lebih dekat ke Prado dan Everest, atau Mitsubishi justru menempatkannya satu tingkat lebih tinggi untuk menantang Land Cruiser 300? (SS)
