OTODRIVER – Apa yang ada di benak Anda tentang versi jalan raya dari sebuah mobil balap? Tidak salah apabila Anda berpendapat jika versi jalan rayanya tak lebih dari sebuah model yang punya identitas visual yang mirip-mirip dengan performa yang lebih santun dan gemulai.
Tapi sepertinya ini tak benar-benar berlaku pada sosok Land Rover yang memperkenalkan Defender Dakar yang baru saja diperkenalkan di Monterey Car Week beberapa waktu silam.
Mengutip dari Carscoops, pencantuman nama Dakar bukan sekadar label pemanis. Mobil ini adalah adaptasi jalan raya dari D7X-R, kendaraan yang baru saja mendominasi kelas Stock di Reli Dakar 2026.
Prestasinya tak main-main, tim tiga mobil Defender finis pertama, kedua, dan keempat. Pada debut mereka di ajang seganas itu, Tim Defender memenangkan setiap etape dan menguasai podium di sepuluh dari 13 etape.
D7X-R dan Defender Dakar sama-sama mengusung mesin V8 4.4 liter twin turbo yang digunakan Octa, tapi pada kenyataannya versi jalan raya punya selisih 232 hp lebih besar dari versi relinya.
Mesin Sama, Tenaga Beda Jauh
Menggunakan mesin yang sama dengan perbedaan output yang jomplang tak lain dikarenakan regulasi reli. Karena harus tunduk pada aturan balap, kinerja D7X-R "dikurung" hanya sekitar 394 hp (400 PS). Begitu mesin yang sama dipasang ke Defender Dakar versi jalan raya dan dilepas dari batasan kompetisi, angkanya melonjak jadi 626 hp (635 PS) dengan torsi 553 lb-ft (750 Nm). Angka ini persis seperti output awal OCTA sebelum facelift terbaru yang memangkasnya jadi 533 hp (540 PS).
Jadi ironisnya, mobil yang dipakai balapan di gurun justru versi yang "diinjak rem" tenaganya, sementara yang dipakai antar-jemput anak sekolah malah dilepas penuh.
Kaki-Kaki untuk Dua Dunia Berbeda
D7X-R dibangun murni untuk menaklukkan reli, dengan suspensi yang disetel untuk lompatan dan hantaman berulang selama ribuan kilometer. Defender Dakar versi produksi mengadopsi banyak elemen serupa, tapi memang disisipi penyesuaian untuk kenyamanan dan regulasi street regal.
Versi jalanan ini tetap punya wheel-track yang lebih lebar dari Defender biasa, ground clearande lebih tinggi, pegas koil, dan peredam Bilstein. Sedangkan untuk ban menggunakan ban All-Terrain berukuran 35 inci dibungkus velg 20 inci.
Fitur pengaturan berkendara juga ikut turun dari dunia balap, termasuk mode Dunes dan Gravel, ditambah Flight Mode, teknologi yang awalnya dikembangkan agar mobil balap tetap stabil saat melayang di udara setelah melompati gundukan pasir..
Detail Kabin yang Masih Belum Terkuak
Belum ada foto interior yang dirilis, tapi Defender mengonfirmasi tata letak 2+2 dengan kursi balap depan yang dibuat khusus dan sabuk pengaman empat titik sebagai opsi. Ada juga tempat penyimpanan helm, sesuatu yang jarang ditemukan pada SUV mewah biasa.
Area kargo dilengkapi dudukan khusus untuk ban cadangan dan kompresor udara.
Secara visual, Defender Dakar nyaris tidak menyembunyikan asal-usulnya. Overfender diperlebar dan dipasang dengan baut khas mobil reli, lampu atap, saluran udara karbon yang ditinggikan, kap mesin karbon, mud-flap, dan pelindung bawah bodi yang serius semuanya dipertahankan.
Pilihan warna Dakar Sand dan Yanbu Turquoise pun sengaja dihadirkan untuk menegaskan hubungan dengan mobil pemenang reli tersebut.
Sudah Bisa Dipesan
Defender belum mengumumkan berapa unit yang akan diproduksi maupun banderol harganya. Yang jelas, calon pembeli sudah bisa mendaftarkan minat sejak sekarang, dengan pemesanan resmi baru dibuka awal 2027 bersamaan dengan pengumuman detail teknis lengkap saat Reli Dakar 2027 bergulir.
Yang membuat Defender Dakar menarik bukan cuma soal tenaga besar atau ban gambot, melainkan bagaimana sebuah pabrikan berani membawa hampir seluruh karakter mobil balapnya ke jalan raya tanpa banyak dijinakkan. Kalaupun ada yang "dikorbankan", justru itu terjadi di sisi sebaliknya, D7X-R yang harus menahan tenaga demi mengikuti aturan, bukan versi jalan raya yang biasanya jadi pihak yang dibatasi. (SS)
