Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

VinFast Buka Pabrik Di India Demi Fokus Jualan Di Asia

Akan fokus untuk pasar Asia dan Timur Tengah
Berita
Rabu, 13 Agustus 2025 07:00 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Selain India, VinFast juga membuat pabrik di Subang, Indonesia. (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIDER – Agresifnya pabrikan mobil tenaga listrik tidak hanya identik dengan mobil asal Tiongkok. 

VinFast yang berasal dari Vietnam juga sudah mencanangkan pabrik baru yang berlokasi di wilayah Tamil Nadu, India. Nilai investasinya 500 juta dolar AS, seperti dikutip dari lama EV.com. 

Kapasitas produksi terpasangnya untuk tahap awal 50 ribu unit setahun, fokus untuk menghasilkan model VF6 dan VF7. 

Dari pabrik serta investasi tersebut direncanakan akan bisa menghimpun 3.500 lowongan pekerjaan. Kapasitas produksi puncaknya bisa mencapai 150 ribu unit setiap tahun. 

BACA JUGA

Unit produksi di Tamil Nadu itu merupakan bagian dari rencana panjang VinFast untuk berinvestasi atas 14 rencana jangka panjang di negara yang berpenduduk sekitar 1,4 miliar jiwa tersebut. 

Rencana yang dimaksud meliputi produksi kendaraan sampai intensifikasi jaringan energi hijau yang juga mendukung sektor otomotif maupun transportasi. 

Keputusan VinFast menjadikan India sebagai lahan investasi besarnya ini bertujuan menjadikannya sebagai salah satu hub untuk wilayah Asia. Tentu saja untuk mengincar pasar mobil di sana yang merupakan terbesar ketiga di dunia. 

Memanfaatkan beragam insentif dari pemerintah India serta berbagai kemudahan regulasi ekspor-impor termasuk soal perpajakan dikabarkan jadi bagian dari keputusan pabrikan yang berdiri di tahun 2017 ini. 

VinFast punya opsi berlangganan baterai mobil yang paling ekonomis tarifnya saat ini (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Berpaling dari pasar Amerika Serikat

Hal lain yang membuat VinFast menggelontorkan investasi besar, dikabarkan secara total mencapai 2 miliar dolar AS, karena pabrikan yang dirintis oleh konglomerat Pham Nhat Vuong itu menganggap pasar negara barat tak lagi menjanjikan. 

Sebut saja pemasaran produknya di wilayah Amerika Serikat pada Desember 2024 yang hanya terjual 332 unit. Bandingkan dengan Tesla yang pada periode sama bisa catat angka laku 65 ribu unit untuk semua model. 

Kondisi itu juga mendorong VinFast menjalankan proses investasi kendaraan ramah lingkungan di wilayah Asia lain seperti Indonesia dan juga Filipina.

Upaya-upaya tersebut menunjang rencana menguatkan peneterasi pasar ke wilayah Timur Tengah. (EW)

Armada taksi Xian SM di Indonesia juga dimanfaatkan untuk uji durabilitas (Foto : Otodriver/Erie W. Adji)

Tags Terkait :
Vinfast India
E

Erie W. Adji

reporter

Jurnalis otomotif yang sudah malang melintang sejak 2000. Berpengalaman menulis berita seputar roda empat dari mobil pen...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
VinFast Perpanjang Program Isi Daya Listrik Gratis Sampai 2029

Disertai berbagai diskon untuk berbagai paket pembelian unit mobil listrik.

2 bulan yang lalu


Berita
e-Vitara Dijual Rp 758 juta Di Indonesia, Di India Hanya Rp 204 jutaan

Suzuki e-Vitara resmi meluncur di Indonesia.

2 bulan yang lalu


Berita
Berawal Dari Mi Instan di Ukraina Kini VinFast Menjadi Pemain EV Global

Siapa yang menyangka bahwa awal mula VinFast ialah membuat Mi Instan.

5 bulan yang lalu


Berita
Jajaran Mobil Baru di GJAW 2025 dan Diskon Menarik Akhir Tahun

Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 bakal ada banyak mobil-mobil baru dan tentunya acara ini bakal banyak menawarkan promo akhir tahun yang menggiurkan.

6 bulan yang lalu


Berita
Vinfast Terus Genjot Investasi Triliunan Tahun Ini

Untuk ekspansi wilayah penjualan, pendirian pusat produksi, dan riset produk baru

8 bulan yang lalu


Berita
VinFast Buka Pabrik Di India Demi Fokus Jualan Di Asia

Akan fokus untuk pasar Asia dan Timur Tengah

9 bulan yang lalu


Berita
Melihat Langsung Megahnya Pabrik VinFast di Vietnam, Jadi Bekal Bersaing di Tanah Air

VinFast adalah produsen mobil listrik asal Vietnam yang telah berkomitmen terjun di pasar tanah air. Kali ini kami berkesempatan untuk melihat pabriknya langsung di Vietnam.

2 tahun yang lalu


Mobil Listrik
Setelah Bangun Pabrik, Model Inilah Yang Bakal Diproduksi Vinfast di Indonesia

Perusahaan patungan asal Singapura dan Vietnam bernama Vinfast, segera membangun pabriknya di Indonesia dan akan meluncurkan beberapa model baru.

2 tahun yang lalu


Terkini

Tips
Begini Cek Spare Part Palsu Ala Produsen Genuine Parts

Produsen genuine parts ungkap cara cek spare part palsu di Indonesia. Perhatikan harga terlalu murah, kemasan rapuh, warna mencolok, dan seal mudah terbuka untuk hindari risiko keselamatan.

8 jam yang lalu


Berita
iCar V23 Laris Dipesan Lebih Dari 300 Unit Sejak Awal Peluncuran

iCar V23 merupakan SUV listrik berpenampilan retro yang mampu mencuri perhatian sejak awal peluncurannya. Hingga kini, mobil asal Tiongkok ini sudah dipesan lebih dari 300 unit.

9 jam yang lalu


Berita
BYD Tech Culture Fest 2026 Resmi Digelar, Kenalkan Teknologi Dual Mode hingga Wahana Test Drive

BYD Tech Culture Fest 2026 Dual Mode diperkenalkan di acara yang digelar gratis 20-24 Mei 2026 di Parkiran Selatan GBK Senayan. Pengunjung dapat menjajal test drive dan teknologi PHEV terbaru.

13 jam yang lalu


Berita
SAG Luncurkan Van Listrik Max dan Perkenalkan REEV Bus di Busworld 2026

Peluncuran SAG Max van listrik di Busworld 2026 menjadi fokus PT SAG yang juga memperkenalkan REEV Bus sebagai solusi transportasi rendah emisi di Indonesia.

14 jam yang lalu


Berita
Alasan Changan Berani Menghadirkan REEV Pertama Di Indonesia

Changan Deepal S05 REEV pertama di Indonesia diperkenalkan sebagai solusi elektrifikasi adaptif. CEO Changan Indonesia paparkan alasan teknologi ini sesuai kebutuhan pasar dan infrastruktur lokal.

19 jam yang lalu