Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Suzuki Swift Capai 10 Juta Unit Penjualan Global

Apakah akan hadir lagi di Indonesia?
Berita
Minggu, 7 September 2025 08:30 WIB
Penulis : Erie W. Adji
Di Indonesia Suzuki Swift Gen 1 pernah bersaing ketat dengan Toyota Yaris dan Honda Jazz (Foto :Suzuki)


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Pekan ini (4/9), Suzuki Motor Corporation mengumumkan bahwa Suzuki Swift sudah mencapai angka produksi kumulatif secara global sebanyak 10 juta unit. 

Pencapaian itu merunut dari rilis perdana Swift, tercatat maka usia edarnya sudah 20 tahun 8 bulan. 

Model pertamanya diperkenalkan dan dijual tahun 2004, model generasi keempat hadir Juli 2025. 

Saat ini basis produksinya ada di Jepang, Hongaria, India, Tiongkok, Pakistan, Ghana, dan beberapa negara lainnya. 

BACA JUGA

Dari jumlah sejuta unit itu disumbang oleh eksistensinya di India (61 persen), Eropa (14 persen), Jepang (8 persen), dan 17 persen  dari lokasi penjualan lainnya di dunia. 

Eksistensi Swift harus diakui menjadi tulang punggung Suzuki di pasar otomotif dunia. Bahkan di Jepang sendiri, hatchback ini dinobatkan sebagai Mobil Terbaik untuk tahun 2025. 

President Suzuki, Toshihiro Suzuki, dalam keterangan resminya, dikutip dari laman Carwatch, menyebutkan bahwa pihaknya berterima kasih bagi peminat Swift di seluruh dunia. Pencapaian itu menegaskan bahwa Swift merupakan mobil yang kompetitif di pasar otomotif secara global. 

Swift yang kini bermesin 1.200 cc Hybrid VVT juga jadi model pertama yang mulai diproduksi di empat negara di seluruh dunia pada waktu yang hampir bersamaan. 

Di Indonesia sendiri Swift terakhir dipasarkan tahun 2017, bertepatan dengan keberadaan model generasi kedua. Hingga saat ini belum ada kabar akan dihadirkannya lagi.

Segmen yang ditinggalkan diisi oleh Suzuki Baleno Hatchback rakitan India, dan sejak awal 2025 secara resmi juga sudah dihentikan pemasarannya. Jika masih tersedia unit baru maka itu merupakan stok yang masih tersisa di dealer. (EW)

Swift generasi keempat masih belum akan dihadirkan lagi di Indonesia dalam waktu dekat (Foto : Suzuki)

Tags Terkait :
Suzuki Swift
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Berita
Jadi Pusat Perhatian Di IIMS 2026, Apakah Suzuki XBee Sudah Bisa Dipesan?

Berpotensi jadi pengganti Suzuki Ignis karena menggunakan platformnya serupa.

1 minggu yang lalu


Berita
Inilah Tiga Model Hybrid Suzuki Yang Menjadi Pusat Perhatian

Suzuki memajang tiga model hybrid andalannya di GJAW 2025. Dengan harga kompetitif dan klaim konsumsi bbm yang hemat, mobil-mobil ini menjadi pusat perhatian.

2 hari yang lalu


Berita
Suzuki Swift Capai 10 Juta Unit Penjualan Global

Apakah akan hadir lagi di Indonesia?

2 bulan yang lalu


Berita
Melihat Suzuki Dzire, Sedan Berbasis Swift Yang 'Nyaris' Dijual Di Indonesia

Sedan ini dibangun menggunakan basis yang sama dengan Suzuki Swift.

6 bulan yang lalu


Terkini

Truk
KTB Donasikan Mitsubishi Fuso Fighter Ke SMK Negeri 3 Mataram

Sinergikan industri dengan pembinaan talenta untuk penyebaran pengetahuan dunia otomotif

3 jam yang lalu


Berita
Ini Sosok Mahindra Scorpio Yang Bakal Dipakai Proyek Koperasi Merah Putih

Mahindra Scorpio disebut sebagai dari 105 ribu unit mobil India di proyek KDKMP

7 jam yang lalu


Berita
Punya Opsi 4x4 dan 4x2 GWM Tank 300 Dan Tank 500 Diesel, Mana Yang Lebih Gacor?

Varian diesel GWM Tank 300 dan 500 punya pencapaian yang beda

9 jam yang lalu


Bus
Ini Daftar Halte Transjakarta Yang Ada Mushalla

Agar penumpang lebih nyaman selama bulan Ramadhan.

18 jam yang lalu


Tips
Pantau Tekanan Udara Ban Cara Toyota

Cara pantau tekanan udara ban Toyota ala Auto2000 cegah pecah ban akibat kempis. Technical Leader Aries Budiarto ungkap risikonya.

21 jam yang lalu