Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Turki Berikan Tambahan Pajak 40% Untuk EV Asal China, Ternyata Ini Alasannya

Banyaknya mobil listrik asal China akan mengancam penjualan produk asli buatan Tukri. Hal tersebut membuat pemerintah menaikan pajak mobil asal Tiongkok tersebut.
Berita
Rabu, 12 Juni 2024 18:00 WIB
Penulis : Ahmad Biondi
null


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

OTODRIVER – Untuk membatasi merebaknya pabrikan mobil listrik asal China yang berjualan di Turki. Pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan baru yaitu tarif sebesar 40 persen untuk kendaraan-kendaraan dari China.

Keputusan ini bukanlah pertama kali mereka lakukan, sebelumnya pada 2023, mereka juga sudah menerbitkan aturan tarif tambahan serta aturan mengenai pemeliharaan dan layanan purna jual untuk produsen China.

Seperti dilansir Arena Ev, Kementerian Perdagangan mengatakan hal tersebut perlu dilakukan guna melindungi produksi dalam negeri dan juga untuk memperbaiki defisit negara sebesar 45,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan tahun lalu.

Kementerian Turki menjabarkan bahwa tarif pajak 40 persen tersebut berlaku untuk mobil penumpang konvensional dan hybrid asal China. Ada juga pajak minimum sebesar 7.000 dolar AS jika pajak yang dihitung lebih rendah.

BACA JUGA

Dengan masifnya perkembangan kendaraan yang berasal dari China, produsen otomotif dari negara tersebut sedang menemukan berbagai tekanan dari berbagai belahan dunia.

Tidak hanya Turki, tekanan juga datang dari Komisi Eropa. Dikabarkan mereka juga akan melakukan hal yang serupa dengan Turki, Meski begitu, pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut bagi produsen kendaraan asal China.

Alasan berbagai negara mengatur hal itu dikarenakan, adanya sektor yang disubsidi secara besar-besaran oleh pemerintah China, dan sebagai hasilnya, kendaraan listrik China yang diimpor lebih murah dan perlahan-lahan akan menggantikan produksi lokal.

Sebaliknya, jika perusahaan Barat ingin menjalani bisnis di China, mereka wajib melakukan usaha patungan dengan perusahaan lokal yang ada disana. Misalnya saja, terdapat perbedaan besar dalam cara berbisnis di China dan Eropa, sehingga menciptakan kondisi pasar yang tidak adil. (AB)


Tags Terkait :
A
Ahmad Biondi

Editor

Pria necis yang hobi olahraga ini sudah menjadi jurnalis otomotif sejak 2009. Berpengalaman menguji dan mereview banyak...

Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait

Artikel Terkait






Terkini

Terkini