Menu



OtoDriver logoMember of :Logo PT. Bintang langit Multimedia

Copyright © 2026. Otodriver.com. All rights reserved.
BerandaBerita

Mending Mana, Pelek Truk Almunium atau Besi?

Buat penggemar bus atau truk di Indonesia. Penggunaan pelek kerap jadi perhatian dan bahan diskusi. Terutama pelek almunium vs besi. Lalu mana yang lebih baik?
Berita
Kamis, 3 Oktober 2024 07:00 WIB
Penulis : Ilham Pratama


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Buat penggemar bus atau truk di Indonesia. Penggunaan pelek kerap jadi perhatian dan bahan pembicaraan, terutama topik pelek berbahan almunium versus yang berbahan besi.

Lalu mana yang lebih baik? 

Memang, salah satu faktor pendongkrak tampilan truk atau bus yang digemari di Indonesia adalah penggunaan pelek berbahan almunium. Pasalnya, pelek ini memiliki tampilan elegan dengan aksen mengilap dan potongan lebih tegas. 

Namun selain soal tampilan, penggunaan pelek almunium juga memiliki sejumlah keunggulan. Seperti yang dikatakan oleh Eka Lovyan, COO Indotruck Utama sebagai distributor truk dan bus Volvo Trucks di Indonesia. 

BACA JUGA

"Pelek almunium punya keuntungan dari bobot yang ringan jadi bisa menghemat bahan bakar. Kalau di truk listrik, akan membuat penggunaan baterai lebih awet," ucapnya saat ditemui di TMII, Jakarta Timur belum lama ini. 

Selain itu, dirinya menyebutkan jika heat distribution atau pelepasan panas pelek almunium pun lebih baik dari besi. Sehingga penggunaan ban lebih awet karena tidak cepat overheat

Panas di pelek bersumber dari saat pengereman. Dari kondisi di jalan padat, biasanya ada panas lebih besar ke pelek. Dengan pelek almunium, maka panas tersebut akan lebih mudah dilepas. 

Dari sejumlah keunggulan tersebut, apakah pelek almunium lebih superior dari pelek besi?

Ternyata tidak juga. Karena di penggunaan tertentu, pelek besi justru lebih unggul dari almunium. Misalnya di pertambangan yang semua truknya masih memakai pelek besi. 

"Pelek almunium di truk tambang riskan. Kalah kuat dibanding pelek besi bawaan," ucap Sales and Marketing Department Head PT Metalindo Teknik Utama (MTU Karoseri), Hendro Wijaya pada kami di tempat terpisah. 

Menurutnya pelek almunium bisa pecah jika dibawa ke medan berat. "Jadi sebaiknya pakai pelek besi, karena lebih kuat. Paling peyang saja kalau kena lubang jalan atau medan berat seperti tambang," pungkasnya di sela kegiatan Indonesia Mining beberapa waktu lalu.


Tags Terkait :
Pelek Truk Truk Listrik Alcoa Pelek Almunium Pelek Besi
Bagikan Ke :


Ikuti kami juga di whatsApp Channel Klik disini

Dapatkan update berita pilihan dan terbaru setiap hari dari otodriver.com. Mari bergabung di Channel Telegram OtoDriver, caranya klik link https://t.me/otodriver, kemudian join. Anda Harus install aplikasi telegram terlebih dahulu.


Artikel Terkait


Berita
Mending Mana, Pelek Truk Almunium atau Besi?

Buat penggemar bus atau truk di Indonesia. Penggunaan pelek kerap jadi perhatian dan bahan diskusi. Terutama pelek almunium vs besi. Lalu mana yang lebih baik?

1 tahun yang lalu


Berita
SPY SHOT: MG S5 EV Di Malaysia, Calon Pengganti ZS EV

Mobil yang diduga MG S5 EV tertangkap kamera di Malaysia. Ini bocoran spesifikasinya.

7 bulan yang lalu


Van
Menakar Peluang Honda N-VAN EV Prototype Meriahkan Segmen Niaga di Indonesia

Bermodal desain sederhana

2 tahun yang lalu


Berita
Sany, Pikap Listrik Karya Pabrikan Alat Berat

Sany adalah produsen truk dan peralatan konstruksi dari Tiongkok dan sekarang ikut terjun dalam persaingan truk listrik.

3 tahun yang lalu


Terkini

Berita
Dari Insiden CV Joint Lepas L8, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden rusaknya CV joint Lepas L8 saat media test drive Driving Control Challenge. Apa yang sebenarnya terjadi?

3 jam yang lalu


Berita
MG Bakal Bawa Line Up Baru Sepanjang 2026, PHEV Jadi Fokus Utama

Tidak hanya membawa line up baru. MG bakal punya beberapa pilihan powertrain untuk pasar Indonesia.

5 jam yang lalu


Berita
Mercedes-Benz Rayakan 140 Tahun, Ulas Fakta Sejarah dan Kiprah di Indonesia

Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz di Indonesia ulas sejarah Benz Patent Motorwagen 1886, mobil pertama RI 1894, pabrik CKD Bogor, dan evolusi S-Class.

9 jam yang lalu


VIDEO: MG S5 EV (ASEAN NCAP)

MG S5 EV telah menjalani crash test.

Crash Test | 11 jam yang lalu


Berita
BYD Bakal Buat SPKLU Berdaya 1.500 kW

BYD akan buat fasilitas yang mampu mendukung daya hingga 1.500 kW dengan arus 1.500 ampere.

12 jam yang lalu